16
Mar
12

“Sudah Waktunya Mendidik Calon Imam Sendiri”

Wawancara Bersama Uskup Surabaya Perihal Seminari Tinggi Providentia Dei

Keuskupan Surabaya akan memiliki Seminari Tinggi yang letaknya di Pakuwon City Surabaya Timur. Seminari Tinggi Providentia Dei (STPD) ini akan menjadi kebanggaan umat Keuskupan Surabaya sebab akan mencetak figur imam-imam baru yang dapat melayani umat yang semakin berkembang. Terletak pada luas tanah 2.200m2 gedung baru STPD akan dapat menampung sekitar 60 frater yang menempuh pendidikan S1 Filsafat.
Secara istimewa Benedizione mendapat kesempatan untuk berbincang dengan Uskup Surabaya Mgsr. Vincentius Sutikno Wisaksono perihal STPD ini.
Suatu proyek masa depan yang diharapkan dapat memberikan pelayanan yang maksimal bagi kebutuhan iman umat Keuskupan Surabaya. Ketika bercerita mengenai proyek barunya ini, monsinyur terlihat sumringah dan optimis bahwa STPD ini akan memberikan sumbangan yang besar bagi umat.
“Ini ruang tamu, ini kapel, ruang konferensi, dan ruang komputer” kata monsinyur sambil menunjukkan maket gedung yang peletakan tiang pancangnya dilakukan pada 7 Agustus 2010 lalu dan diperkirakan selesai pada 15 Juli 2011 sehingga nanti akan diresmikan pada 4 Agustus 2011.
Gedung STPD terdiri atas dua bentuk bangunan yaitu memanjang yang terdiri dari satu tingkat dan memiliki beberapa ruangan serta satu gedung dengan delapan tingkat yang terdiri dari kamar-kamar para frater.
“Kita sudah waktunya mendidik calon imam sendiri. Cukuplah dengan 60 frater. Setahun mungkin lima tahbisan cukuplah dan bermutu. Lebih dekat dengan umat,” begitu alasan monsinyur ketika ditanya alasan mendirikan STPD sendiri.
Nantinya para frater akan menempuh kuliah bersama dengan umat. Hal ini akan mencerminkan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) sebagai kampus yang dapat menjalin dialog antara iman dan ilmu.
”Misalnya Fakultas Kedokteran mendidik etika bagaimana menjadi dokter Katolik yang nggenah dan waras,” terang monsinyur dengan gaya bicara yang khas. Materi kuliah yang diterima para frater pun bersifat standard umum yaitu mempelajari filsafat terlebih dahulu, kemudian baru belajar teologi. Oleh karena itu UKWMS membuka Fakultas Filsafat dengan dua konsentrasi yaitu Filsafat Agama Kristiani dan Filsafat Bisnis. Para pendidik adalah imam-imam dari Keuskupan Surabaya plus beberapa dosen tamu.
Kelancaran pembangunan STPD ini tak luput dari partisipasi umat, baik berupa sumbangan dana, tenaga dan waktu untuk terlibat menjadi panitia pembangunan dengan sukarela.
Selain itu banyak umat juga turut menyumbang berbagai keperluan gedung ini mulai dari peralatan dapur sampai keramik untuk lantai.
Meski begitu, Keuskupan Surabaya masih membutuhkan partisipasi umat dalam hal penggalangan dana dan untuk hal itu disediakan proposal yang dapat diambil oleh umat yang ingin ikut berpartisipasi. Mgr Sutikno tetap optimis bahwa dukungan umat akan terus mengalir sebab hingga sekarang umat tidak pernah berhenti memberikan partisipasinya dalam bentuk apapun.
Meskipun tinggal dalam gedung bertingkat namun kesederhanaan tetap menjadi prioritas yang utama. Tidak ada AC di gedung ini melainkan angin segar melalui kamar para frater. Standard keamanan pun sangat diutamakan, misalnya tabung pemadam kebakaran dan tangga darurat.
Semoga gedung baru ini mampu menghantar para frater untuk menyelesaikan studinya. Dukungan umat sangat diperlukan untuk hal ini. (*)
Oleh : Yohana Tungga


0 Responses to ““Sudah Waktunya Mendidik Calon Imam Sendiri””



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: