16
Mar
12

Pentingnya Iman dan Harapan

Peringatan Hari Orang Sakit Sedunia ke -20

Peringatan yang jatuh pada 11 Februari 2012 ini seperti biasa diperingati dengan misa di Kapel RS. Katolik St. Vincentius A Paulo (RKZ) Surabaya. Misa yang dimulai jam 10.00 WIB itu dipimpin oleh Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono,Pr didampingi oleh Rm Lukas Kilatwono, SVD dan Rm Eko Wiyono, Pr. Hampir 300 umat yang hadir, terdiri dari pasien RKZ, para lanjut usia, dan undangan, yang datang dari 14 Paroki di Keuskupan Surabaya.
Pagi itu tampak beberapa bangku yang berada di dalam kapel dipindahkan di luar untuk memberikan tempat bagi mereka yang datang dengan memakai kursi roda dan masih terbaring di tempat tidur agar bisa mengikuti misa dengan nyaman. Ketua panitia acara, Phebe Illenia Suryadinata, menjelaskan bahwa acara yang dikoordinasi oleh tim Pastoral Care RKZ tahun ini mengambil tema: Doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit. Acara tersebut terbagi dalam 3 bagian utama, yaitu Liturgi Pengurapan Orang Sakit, Liturgi Sabda dan ditutup dengan perayaan Ekaristi.
Pasien yang memakai kursi roda dan masih terbaring di tempat tidurnya dengan sabar menunggu giliran untuk mendapat pengurapan minyak kudus. Sebelum memberikan pengurapan pada dahi dan telapak tangan pasien dengan minyak kudus, Uskup Surabaya, Mgr Sutikno memberikan berkat Apostolik, ”Atas kekuasaan yang diserahkan Takhta Suci kepadaku, maka aku memberi saudara indulgensi penuh dan pengampunan semua dosa.”
Mgr. Sutikno dalam homilinya mengajak agar kita mempunyai suatu kepedulian kepada orang sakit. Orang sakit harus diterima menjadi seorang manusia yang punya harapan untuk sembuh. Kita harus mempunyai empati, yaitu hati yang memiliki belarasa dan perhatian kepada orang sakit. Di dalam hati orang sakit timbul banyak pertanyaan: mengapa harus saya?, darimana datangnya datangnya penyakit itu?, sampai kapan?, dsb.
Apalagi jika orang tersebut menghadapi ajal, maka dirinya akan penuh dengan keputusasaan dan pemberontakan. Kita diharapkan berdoa bagi mereka, karena doa yang berasal dari iman akan menyelamatkan. Di tengah keputusasaan itu kita harus mendampingi dan memberikan harapan yang meneguhkan iman dan menimbulkan kekuatan dalam diri mereka untuk sembuh.
Pada peringatan ini, kita diajak untuk lebih bersyukur karena masih diberi anugerah hidup yang sehat baik jasmani maupun rohani serta kita harus memberikan perhatian kepada orang yang sedang sakit dengan memberikan harapan dan doa agar imannya semakin diteguhkan kepada Tuhan. (*)
Oleh : Andreas Supardja


0 Responses to “Pentingnya Iman dan Harapan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: