16
Mar
12

Pembekalan Pengurus DPP dan BGKP Paroki HKY Surabaya

Adanya pergantian pengurus di gereja terkadang menyebabkan urusan pastoral umat yang seharusnya sudah dipahami dengan baik oleh pengurus bisa jadi belum sepenuhnya dipahami. Penyebabnya adalah karena pengurus yang baru tersebut kurang mendapat pembekalan. Maka setelah dilantik pada 4 Desember 2011 lalu para pengurus baru DPP dan BGKP PHKY periode 2011-2014 mendapatkan berbagai pembekalan untuk mereka dalam melaksanakan tugasnya.
Pembekalan pertama digelar selama empat hari di Wisma Pasturan pada 12, 13,16 dan 17 Januari 2012 lalu. Romo Tri Budi Utomo, Romo Didik Bagyo Winadi, Romo Eko Budi Susilo dan Romo Ikhwan Wibowo ditunjuk untuk memberikan pembekalan tersebut.
Romo Tri Budi membuka pembekalan dengan mengajak peserta untuk mengingat kembali isi Ardas (Arah Dasar) 2010-2019 mengenai rumusan cita-cita bersama tentang gereja dan rumusan prioritas program bidang pastoral serta nilai-nilai hidup yang dihayati sebagai pedoman pengurus untuk berkarya.
Panca Tugas Gereja yaitu pewartaan (kerygma), peribadatan (liturgia), paguyuban (koinonia), pelayanan (diakonia) dan kesaksian (martyria) juga dibahas untuk mengingatkan tugas kita sebagai seorang Katolik. Tiga sikap yang seharusnya dimiliki oleh seorang pelayan yaitu recognizing (memberi pemahaman, peneguhan), serving (kerendahan hati, kebutuhan umum menjadi prioritas) dan empowering (meningkatkan kapasitas, bahagia karena yang lain semakin mampu) juga diberikan sebagai materi diskusi pada hari pertama dan kedua.
“Gereja tidak sepenuhnya dan bukan tanda Kristus yang sempurna di tengah masyarakat bila tidak ada kaum awam yang berkarya. Sebab Injil tidak dapat meresapi kehidupan suatu bangsa secara mendalam tanpa kehadiran aktif kaum awam,” demikian kata romo Didik Bagyo di sela-sela pembekalannya di hari ketiga. Karena berperan serta dalam tugas Kristus sebagai Imam, Nabi dan Raja, kaum awam berperan aktif dalam kehidupan dan kegiatan gereja. Romo juga menyinggung motivasi yang harus dimiliki oleh seorang anggota DPP yaitu merealisasikan tugas perutusan, perwujudan cinta kepada Tuhan dan Gereja, mempersembahkan talenta dan undangan untuk terus menerus memurnikan motivasi.
Peraturan atau pedoman umum bagaimana seseorang bisa menerima sakramen-sakramen antara lain Sakramen Babtis, Sakramen Ekaristi, Sakramen Pengurapan Orang Sakit dan Sakramen Perkawinan serta pelayanan non-Sakramen seperti pelayanan lematian, pelayanan pemberkatan rumah dan lain-lain diberikan pada hari keempat oleh romo Ikhwan. Terakhir ditutup oleh romo Eko Budi yang menerangkan sekilas mengenai job description DPP dan BGKP.
Pembekalan kedua digelar pada 9 Pebruari di balai Paroki, dibawakan oleh romo Eko Budi dan romo Akik Purwanto. Pembekalan kedua ini membahas mengenai job description masing-masing seksi yang belum sempat dikupas pada pembekalan pertama dulu.
Pembekalan ketiga yang dilaksanakan di balai Paroki pada 20 Pebruari lalu membahas tentang penyusunan program kerja yang dirumuskan dalam 9 langkah perencanaan program, dibawakan oleh romo Tri Budi Utomo untuk membantu ketua serta seksinya dalam menyusun program kerja. (*)
Oleh : Theresia Margaretha


0 Responses to “Pembekalan Pengurus DPP dan BGKP Paroki HKY Surabaya”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: