16
Mar
12

Mendidik Dengan Tiga Nilai

“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap (Yoh 15:16)”
Adalah cita-cita Uskup Surabaya Mgr. Vincentius Sutikno Wicaksono sewaktu beliau masih menjabat rektor Seminari Tinggi Giovanni XXIII Malang, untuk mempunyai suatu tempat pembinaan bagi para calon imam Keuskupan Surabaya dengan seluruh aspek pembinaan yang terintegrasi, namun juga personal bagi tiap seminaris. Maka melalui misa kudus di gereja HKY pada 4 Agustus 2009 lalu, Seminari Tinggi Providentia Dei (STPD) resmi didirikan sebagai seminari tinggi Keuskupan Surabaya.
Dalam kata sambutannya pada misa peresmian, Uskup berharap supaya STPD ini nantinya mampu menghidupi seluruh aspek pembinaan, yaitu kepribadian, intelektual, spiritual dan pastoral. Dan dalam menindaklanjuti harapan Uskup ini, romo Fanny Hure Pr sebagai rektor di STPD, pada kesempatan itu juga menyampaikan tiga nilai (values) yang akan dihidupi para seminaris yaitu cinta akan belajar, cinta akan doa dan cinta akan Keuskupan.
Sesuai dengan asal kata diosis (keuskupan) dari bahasa Yunani yang berarti “menata rumah”, dan kata paroki yang berarti “tinggal dekat”, maka para seminaris STPD yang nantinya akan menjadi imam diosesan, sejak dari awal sudah ditanamkan kecintaan kepada keuskupan tempat mereka akan berkarya nantinya. Hal ini karena seorang imam diosesan adalah seorang imam yang terlibat dalam kehidupan sehari-hari umat. Ia “tinggal dekat umat” dalam segala hal, dan membantu uskup setempat untuk “menata rumah” dalam keluarga Allah, sebagai pastor paroki atau pastor dengan karya khusus, misalnya untuk mahasiswa, rumah sakit, pangkalan militer, atau di penjara.
Tidak lama lagi STPD akan menempati alamat baru yaitu di Pakuwon City Laguna Surabaya Timur. Rencana peresmian yang semula akan diadakan 4 Agustus 2011 diundur hingga 1 November 2011 bertepatan dengan Hari Raya Semua Orang Kudus. “Dengan harapan semoga para kudus turut berdoa dan memberikan berkatnya bagi tempat yang baru bagi STPD,” demikian harapan yang disampaikan oleh romo Fanny.
Dalam pembinaan para seminaris, STPD juga bekerjasama dengan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), Paroki, keluarga dan masyarakat. Sementara di seminari para calon imam ini mendapatkan pembinaan akan panggilan imamatnya melalui doa, meditasi, visitasi, ekaristi, rekoleksi, serta bimbingan rohani, di UKWMS mereka mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mengasah intelektual melalui perkuliahan teologi dan filsafat.
“Sebagai mahasiswa, kami juga diharapkan turut terlibat dalam aneka kegiatan kemahasiswaan, seperti dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), atau pun jaringan aktivis kampus, supaya kami bisa belajar berinteraksi dengan umat yang kelak akan kami layani,” ujar frater Dominikus Mardiyato yang ditemui di gereja HKY.
Melalui perjumpaan dan dialog yang rutin dengan Uskup serta kunjungan ke paroki-paroki, para seminaris juga belajar untuk mengenal pastor dan umat paroki beserta dinamika kehidupannya, serta terlibat dalam aneka kegiatan seperti pendalaman iman di Lingkungan dan pendampingan aneka kelompok BIAK, Rekat dan OMK (orang muda Katolik).
Maka dengan semangat keberanian dan kesucian (sesuai mottonya), STPD semakin mantap menatap masa depan melalui Penyelenggaraan Ilahi dengan dukungan segenap umat Keuskupan Surabaya (*)
Oleh : Joseph Haryanto

Arti dan Makna Lambang STPD

Bola dunia (globe) dalam lingkaran melambangkan dunia dan kehidupannya yang diciptakan Allah. Bentuk bulat juga melambangkan kesempurnaan, harmoni dan keutuhan.
Warna kuning cerah membungkus bola dunia melambangkan semarak kemuliaan Allah dan penyelenggaraan ilahi-Nya bagi dunia, yang diharapkan menyinari dan menaungi komunitas Seminari. Warna kuning juga merupakan warna khas Vatikan dan Katolik.
Tulisan berhuruf tebal dan berbentuk warna solid hitam di bagian luar lingkaran menunjukan identitas pokok dan harapan akan Seminari ini: Seminarium Maius * Providentia Dei * Sanctitas et Audacia: Seminari Tinggi Providentia Dei, sebagai tempat pembinaan calon imam yang kokoh dan solid, bersemboyan kesucian dan keberanian.
Bola dunia dibagi dalam empat bagian oleh potongan bidang putih tebal mendatar dan bidang putih tebal membujur yang membentuk salib. Salib melambangkan sentralitas Kristus Penebus.
Bidang putih tebal mendatar membagi dunia atau alam semesta ke dalam 2 (dua) bagian, yaitu: ”ruang bawah” (mundane atau duniawi, imanen) dan ”ruang atas” (extramundane atau surgawi transenden). Keduanya secara bersama menggambarkan totalitas alam semesta dan kehidupan manusia dalam berbagai dimensinya.
Huruf M, melambangkan Santa Maria pertolongan Orang Kristiani, pelindung seminari.
Huruf D, melambangkan Allah (Deus/Dei), pemilik dan penyelenggara kehidupan, kepada siapa Seminari ini dipercayakan.
Lambang STPD dibuat oleh romo Vikjen, romo Tri Budi Utomo, Pr.


0 Responses to “Mendidik Dengan Tiga Nilai”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: