16
Mar
12

Allah Itu Baik

Saya seorang guru SD, dibaptis tahun 1973 oleh Rm Dibyo Karyono di PHKY. Setiap malam saya selalu berdoa Rosario. Pada 2003 saya mengikuti KTM (Komunitas Tritunggal Mahakudus) dan mulai 2005 sampai 2010 mengajar BIAK (Bina Iman Anak Katolik) di Lingkungan. Saya beradorasi di RKZ setiap Sabtu dan selalu mengikuti Vigili sejak Februari 2009 sampai saat ini.
Tuhan Yesus melalui Bunda Maria senantiasa menuntun hidup saya. Seiring perjalanan waktu suatu ketika timbul keinginan dalam hati untuk pergi ke Lourdes dan untuk itu saya berusaha menabung, tapi tak pernah terkumpul, karena ada saja kebutuhan yang harus dipenuhi, maklum saya hanya guru SD yang menjadi tulang punggung keluarga.
Pada 2007 ada sertifikasi guru dan saya dipanggil kepala sekolah, tapi tidak dapat mengikuti karena usia saya sudah lebih dari 55 tahun. Selang 6 bulan kemudian ada sertifikasi lagi untuk tahun 2008 dan nama saya tercantum di urutan pertama. Saya kemudian melengkapi syarat-syaratnya dan puji Tuhan saya lulus dengan nilai terbaik 1.098. Karenanya saya mendapat 12 juta rupiah setiap 6 bulan sekali. Saya hanya menerima 4 kali, karena akhir 2009 saya pensiun. Tapi syukur kepada Allah pada Januari 2010 saya mendapat tambahan Taspen 22 juta rupiah. Uangnya saya simpan untuk memenuhi keinginan ziarah ke Lourdes.
Saat mau mengurus visa dan paspor, kakak ipar saya sakit parah. Saya putuskan tidak berangkat dulu, tapi pada 4 September 2010 kakak ipar saya meninggal dunia dan saya langsung mendaftar untuk mengikuti rombongan ziarah ke Lourdes. Hanya dalam satu bulan visa dan paspor saya selesai. Kami berangkat dari Surabaya ke Jakarta pada 10 Oktober 2010 dan selanjutnya 12 Oktober terbang ke Roma transit di Hongkong.
Setelah tiba di Roma hari Jumat kami mau makan siang, tapi ketika lewat Vatikan ada misa. Kami turun mengikuti misa di halaman gereja Vatikan yang dipersembahkan oleh Paus. Rombongan kami 13 orang plus seorang leader. Kami naik bus menyusuri pantai dan tempat-tempat ziarah di Roma, Monaco, Spanyol, Portugal, Lourdes, yang jaraknya lebih dari 6000 km. Selama 13 hari setiap malam kami menginap di hotel yang berbeda-beda. Dalam perjalanan saya sangat sukacita menikmati pemandangan yang indah-indah, bersih dan tertib di mana-mana. Dalam sehari kami singgah di 4-6 tempat ziarah. Di Fatima kami mengikuti doa Rosario dan prosesi lilin bersama umat sedunia, serta melakukan ritual jalan lutut sejauh 500 meter sebagai doa silih dan pertobatan. Saat jalan lutut, saya berjalan cepat sekali mendahului turis-turis lainnya dan pertama tiba di tempat.
Kemudian kami mengikuti misa dalam bahasa Portugal. Yang tak terlupakan lagi ialah hadiah dari Bunda Maria untuk saya, yaitu saya menerima hosti yang dipecah-pecah oleh romo di Lourdes, padahal saya duduk di bangku belakang. Sepertinya tidak percaya, saya sangat bahagia. Setelah misa kami pulang ke hotel, bertemu rombongan lain dari Indonesia. Ternyata ada Romo Yohanes Indrakusuma, O’Carm. dalam rombongan itu.
Saya tidak habis pikir, romo Yohanes dan rombongannya datang dari Belanda, Paris, Lourdes ke Roma, sedang saya dan kawan-kawan dari Roma, Monaco, Spanyol, Portugal, Lourdes baru ke Paris dan kami semua bisa bertemu di Lourdes dalam waktu yang sama. Keesokan harinya pukul 05.00 pagi kami mengikuti misa kudus bersama romo Yohanes memakai bahasa Indonesia. Setelah itu kembali ke hotel untuk makan pagi, dan mandi air suci sebagaimana yang diungkapkan Bunda Maria kepada Santa Bernadet.
Setelah makan siang kami meninggalkan Lourdes sambil menikmati perjalanan yang indah dengan kereta api super cepat Perancis dan istirahat di Paris. Sampai di hotel bertemu dengan rombongan lain dari Indonesia yang terdampar di Paris selama 5 hari, karena para sopir angkutan umum semuanya mogok. Tapi Puji Tuhan pagi harinya kami menikmati pemandangan yang indah di menara Eiffel dan shopping di kota Paris sampai malam. Dalam perjalanan terakhir leader ibu Lusi membagi hadiah dengan di lotre dan saya dapat hadiah itu yang ternyata adalah patung Bunda Maria dari Fatima yang memang ingin saya beli, tapi saya tidak mampu membeli seharga 60 euro atau 750.000,-.
Sekali lagi terima kasih Tuhan Yesus, Engkau selalu memberi yang terbaik bagiku. Saya tak henti-hentinya bersyukur kepadaNya, karena Ia telah mengabulkan keinginan saya. Bagi saya pengalaman ini tidak akan terlupakan, rasanya seperti dalam mimpi saja. (Bdk Mrk. 10 : 18, Mzm. 37 : 4). Kemudian setelah sarapan pagi kami diantar menuju airpot Charles De Gaulle untuk kembali ke Jakarta melalui Hongkong.
Demikian kesaksian saya, Tuhan Yesus memberkati.
Surabaya, 03 Februari 2012
Maria Xaveria Birumini


1 Response to “Allah Itu Baik”


  1. 1 Wibowo Irene
    27/04/2012 at 00:12

    Renungan Indah Tante Mien…………


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: