15
Mar
12

Vigili ; Komunio Pemulihan Semalam Suntuk

Arti Vigili

Kata Vigili berasal dari bahasa Latin “vigilia” yang berarti berjaga-jaga dengan penuh kesadaran atau tuguran sepanjang malam. Vigili bertujuan untuk pemulihan keluarga dan dilaksanakan secara komunal setiap Jumat I sore mulai pukul 17.30 hingga Sabtu I dini hari pukul 04.00 dan disebut Komunio Pemulihan.
Komunio (bahasa Latin communio) berarti persatuan. Umat Katolik diminta untuk bersatu dengan Yesus dan Bunda Maria, sehati sepikir melakukan pemulihan atas segala dosa dan kesalahan terhadap “dua hati” yaitu Hati Yesus yang Mahakudus dan Hati Maria yang tak Bernoda. Empat unsur pokok dalam komunio pemulihan adalah pengakuan dosa, ekaristi, rosario dan adorasi, (biasa disingkat PERA). PERA ini haruslah dilaksanakan dalam tuguran tersebut.
Magda Nangoy, pengurus Adorasi Abadi PHKY dan salah seorang pendiri AHFI (Alliance of the Holy Family International) Keuskupan Surabaya, menjelaskan bahwa untuk pemulihan kekudusan dan kesatuan dalam keluarga, sebaiknya setiap orang Katolik menjalankan lifestyle (gaya hidup) berdasarkan empat unsur tadi, yaitu menerima Sakramen Tobat sebulan sekali, mengikuti misa ekaristi (diusahakan setiap hari), berdoa rosario setiap hari agar menimbulkan pertobatan dalam hati dengan merenungkan peristiwa-peristiwa rosario tersebut, dan adorasi Sakramen Mahakudus sesering mungkin untuk membina relasi kasih dengan Yesus, yang hadir nyata dan seutuhnya dalam rupa hosti putih di dalam monstrans di atas altar yang kudus.
Apa itu pemulihan dan siapa yang harus melakukannya
Pemulihan adalah aksi nyata yang dilakukan dengan rendah hati dan penuh kesadaran untuk memperbaiki relasi dengan Allah yang telah putus akibat dosa manusia. Bentuknya bisa bermacam-macam, tapi hakekat dasarnya adalah kerelaan berkorban serta mau menyangkal keinginan-keinginan ragawi yang tidak teratur.
Yang harus melakukan pemulihan ialah semua orang berdosa, karena setiap dosa layak menerima hukuman. St Paulus dalam Roma 3:23 menegaskan, “karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah”.
Komunio pemulihan bulanan yang dilaksanakan setiap Jumat I dan Sabtu I saat Vigili semalam suntuk mengingatkan kita akan pesan Yesus sendiri kepada tiga muridnya di taman Getsemani “berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh kedalam pencobaan. roh memang penurut, tetapi daging lemah”. ( Matius 26:41 )
Vigili di Keuskupan Surabaya
Pada akhir maret 2009 Uskup Surabaya, Mgr. Sutikno Wisaksono menyetujui diadakannya Vigili di Keuskupan Surabaya. Pada waktu itu pelaksananya adalah semua panitia kecil yang terdiri dari pengurus tiga komunitas (Puspita, Komunitas Keluarga Kudus dan Persekutuan Doa Maria Yosef). Gabungan tiga komunitas ini merupakan cikal bakal terbentuknya AHFI yang kemudian menjadi penyelenggara tetap Vigili setiap bulan. (visi misi AHFI lihat box)
Vigili perdana diadakan pada Jumat dan Sabtu I April 2009 di kapel Keuskupan, yang diikuti oleh 28 orang, dan dipimpin oleh konselebran romo Haryopranoto Pr dan romo Tiziano Bogoni dari Australia.
Vigili kedua dilaksanakan pada Jumat dan Sabtu I Mei 2009 di Catholic Center Surabaya (CCS). Vigili ketiga diadakan pada Jumat dan Sabtu I Juni 2009 juga di CCS. Dan berhubung pada 23 Juni 2009 dirayakan pesta nama pelindung paroki sekaligus ulang tahun PHKY, maka diadakan juga Vigili di gereja HKY oleh pengurus AAHKY dan AHFI.
Pada Jumat dan Sabtu I Juli, Agustus, September 2009, Vigili masih dilaksanakan di CCS. Khusus pada September 2009, bertepatan dengan ulang tahun pertama AAHKY, maka Vigili dilangsungkan di gereja HKY. Kemudian pada Jumat dan Sabtu I Oktober 2009 Vigili diadakan di gereja SMTB-Ngagel. Selanjutnya mulai November 2009 hingga sekarang, Vigili selalu dilaksanakan di gereja HKY Surabaya.
Banyak sekali umat yang dengan penuh semangat mengambil bagian dalam kegiatan ini. Umat yang hadir sampai dini hari berkisar antara 350-450 orang. Perlu diketahui bahwa Vigili di Keuskupan Surabaya
Dasar pelaksanaan Vigili : mengapa “dua hati”?
Pada 13 Juni 1917 di Fatima, Portugal, Bunda Maria berpesan kepada tiga bersaudara : Lusia, Yasinta dan Fransisko, “Yesus ingin membangun penghormatan terhadap Hatiku Yang Tak Bernoda di dunia. Aku menjanjikan keselamatam kepada siapa pun yang melaksanakannya.” Satu pesan Fatima yang sungguh meneguhkan ialah untuk mempercayakan perdamaian dunia kepada Hati Tak Bernoda Maria. Yesus menjamin kemenangan dengan membuat devosi kepada Hati Tak Bernoda Maria “berdampingan dengan” Devosi kepada Hati KudusNYA. Tuhan menjanjikan kekuatan kepada Maria untuk meremukkan kepala ular (Kej. 3:15b), sehingga kemenangan menjadi milikNya. Jika kita menghormati Hati Tak Bernoda Maria “bersama-sama dengan” Hati Kudus Yesus, janji kemenangan itu pun akan menjadi milik kita. (*)
Oleh : Bernard A. Yus


0 Responses to “Vigili ; Komunio Pemulihan Semalam Suntuk”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: