15
Mar
12

Mukjizat Penggandaan Roti Adalah Gambaran Ekaristi

Kita mungkin sering mendengar ulasan tentang mukjizat penggandaan roti dan ikan. Tulisan ini mencoba mengupas bahwa mukjizat ini terjadi karena peran serta para murid dan orang-orang yang hadir, yang mau menyediakan apa yang ada pada diri mereka, sehingga Kristus dapat mengambil dan menyempurnakannya, yang pada akhirnya dapat dipergunakan untuk kebaikan bersama serta menyatakan kemuliaan Tuhan.

Mukjizat ini juga menjadi gambaran akan apa yang terjadi pada Perjamuan Terakhir, yang juga terjadi sampai saat ini dalam Sakramen Ekaristi. Pemberian diri inilah yang juga dituntut dari semua umat Allah yang berpartisipasi dalam setiap perayaan Ekaristi, sehingga setiap orang dapat menyatukan persembahan dirinya dengan korban Kristus.

Pada saat para murid membawa membawa lima roti dan dua ikan atau pada saat kita membawa apa yang ada pada diri kita kepada Yesus, maka mukjizat akan terjadi. Ada dua mukjizat penggandaan roti dan ikan. Mukjizat penggandaan roti dan ikan yang pertama diberikan dalam Mat 14:13-21; Mrk 6:30-44; Luk 9:10-17; dan Yoh 6:1-13. Setelah itu mukjizat penggandaan roti dan ikan yang kedua dituliskan dalam Mat 15:32-39; Mrk 8:1-10. Ada perbedaan jumlah orang yang diberi makan serta sisa roti antara mukjizat pertama dan kedua, yaitu yang pertama 5,000 orang laki-laki, belum termasuk perempuan dan anak-anak, sisa dalam mukjizat itu adalah 12 bakul, sedangkan yang kedua berjumlah 4,000 dan sisanya adalah 7 bakul.

Mukjizat itu adalah gambaran dari Ekaristi

Sebelum Yesus melakukan mukjizat penggandaan roti dan ikan, maka disuruhNya orang banyak itu untuk duduk di rumput. Injil Markus dan Lukas menerangkan bahwa orang-orang dibagi dalam kelompok-kelompok berjumlah lima puluh atau seratus, serta duduk di rumput (lihat Mrk 6:40; Luk 9:14). Ini menunjukkan keteraturan dan juga Kristus menginginkan suasana perjamuan yang formal.

Setelah semua berkumpul dalam kelompok-kelompok kecil, maka dituliskan “diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak.” (Mat 14:19). Kita melihat beberapa kata kunci di ayat ini, seperti mengambil, mengucap syukur, memecah-mecah dan memberikan atau membagikan.

Kita dapat melihat apa yang terjadi dalam Perjamuan Suci, di mana dituliskan, “Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: “Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.” (Mat 26:26)

Bahkan ketika Kristus wafat, Dia melakukan hal yang sama kepada dua orang murid yang mengadakan perjalanan ke Emaus. Dituliskan, “Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti,mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka.” (Luk 24:30).

Di ayat berikutnya, dikatakan bahwa pada saat itulah mata mereka terbuka dan mengenal Kristus. Mengapa mata mereka terbuka pada saat Kristus mengambil, mengucap berkat, memecah-mecah, dan memberikannya kepada mereka? Karena kata-kata itulah yang diucapkan oleh Kristus pada saat Dia masih hidup, yaitu ketika Kristus mengadakan mukjizat penggandaan roti, yang tidak hanya dilakukan sekali namun dua kali.

Menarik untuk disimak, bahwa kata-kata yang sama -mengambil roti, mengucap berkat, memecah- mecahkannya dan memberikannya- diucapkan juga oleh Yesus pada saat Perjamuan Terakhir. Namun, pada saat Perjamuan Terakhir, Kristus memberikan makna yang lebih dalam lagi. Pada saat Perjamuan Terakhir, Kristus tidak hanya memperbanyak roti dan mengenyangkan perut, namun Dia memberikan Diri-Nya sendiri, sehingga Dia mengatakan, “Ambillah, makanlah, inilah Tu-buh-ku” (Mat 26:26). Dan orang yang makan Tubuh-Nya dan minum DarahNya akan mendapatkan kehidupan yang kekal dan akan dibangkitkan pada akhir zaman (lih. Yoh 6:54). Dan perkataan dan makna yang sama terjadi dalam setiap perayaan Ekaristi.

Katekismus Gereja Katolik (KGK, 1335) menegaskan bahwa mukjizat penggandaan roti adalah merupakan gambaran akan Sakramen Ekaristi.

Mukjizat perbanyakan roti menunjukkan lebih dahulu kelimpahan roti istimewa dari Ekaristi-Nya (Bdk. Mat 14:13-21; 15:32-39): Tuhan mengucapkan syukur, memecahkan roti dan membiarkan murid-murid-Nya membagi-bagikannya, untuk memberi makan kepada orang banyak. Tanda perubahan air menjadi anggur di Kana (Bdk. Yoh 2:11) telah memaklumkan saat kemuliaan Yesus. Ia menyampaikan penyempurnaan perjamuan pernikahan dalam Kerajaan Bapa, di mana umat beriman akan minum (Bdk. Mrk 14:25) anggur baru, yang telah menjadi darah Kristus.

Dituliskan bahwa para murid membantu membagi-bagikan roti tersebut kepada orang banyak yang telah duduk dalam kelompok-kelompok kecil. Dan di ayat 20 disebutkan bahwa mereka semua yang berjumlah 5.000 pria ditambah dengan wanita dan anak-anak, makan sampai kenyang. Roti dan ikan yang telah diberkati Kristus bukan hanya cukup mengenyangkan semua orang, bahkan tersisa 12 bakul penuh.

Mukjizat yang sama terjadi setiap hari di seluruh dunia dalam setiap perayaan Ekaristi. Kalau jumlah umat Katolik seluruh dunia adalah 1,2 milyar, dan kalau yang mengikuti misa harian adalah satu persen dari total umat, maka setiap hari terjadi penggandaan roti sebanyak 12 juta. Pada hari Minggu, terjadi lebih banyak lagi penggandaan roti. Dan mereka semua dikenyangkan dengan makanan rohani, yaitu Kristus sendiri.

Dari ulasan di atas, maka kita dapat melihat adanya kaitan yang sangat erat antara mukjizat penggandaan roti, Perjamuan Terakhir dan Sakramen Ekaristi. Hal ini seharusnya memperkuat iman kita akan Kristus yang sungguh-sungguh hadir (Tubuh, Darah, Jiwa dan ke-Allahan) dalam setiap perayaan Ekaristi. Bahkan kalau Kristus sendiri menyediakan Diri-Nya untuk bersatu dengan umat-Nya dalam setiap perayaan Ekaristi, maka sudah seharusnya umat Allah dapat datang kepada Kristus serta berpartisipasi secara aktif, bukan hanya saat Misa Minggu, namun juga berusaha untuk hadir dalam misa harian.

Oleh : Stefanus Tay

disunting seperlunya dari http://www.katolisitas.org


0 Responses to “Mukjizat Penggandaan Roti Adalah Gambaran Ekaristi”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: