15
Mar
12

Misa Pembaharuan Janji Imamat

Pada Selasa, 19 April 2011 dalam Pekan Suci, Uskup Surabaya Mgr. Sutikno mempersembahkan misa konselebrasi bersama 150 imamnya. Misa sore ini dipadati umat dari berbagai paroki.
Tujuan misa ini adalah untuk pembaharuan janji Imamat dan pemberkatan minyak-minyak suci, yaitu minyak orang sakit, minyak katekumen dan minyak Krisma.
Pada saat pembaharuan janji Imamat, para imam berjanji di hadapan Uskup dan umat untuk bersatu lebih erat dengan Kristus dan menjadi serupa denganNya. Mereka berjanji untuk menjadi pelayan misteri Allah dalam perayaan Ekaristi dan upacara-upacara liturgi lainnya. Mereka juga berjanji setia menunaikan tugas mengajar, dengan meneladan Kristus, bukan untuk mencari hormat atau harta, tapi semata-mata karena niat luhur menyelamatkan sesama manusia.
Dalam upacara pemberkatan minyak-minyak suci, ketika memberkati minyak orang sakit, Uskup berdoa mohon pencurahan Roh Penghibur, agar minyak ini menjadi obat bagi mereka yang diurapi dengannya.
Kemudian Uskup memberkati minyak Katekumen, sambil berdoa agar calon baptis yang akan diurapi dengannya menerima kekuatan, kebijaksanaan serta lemampuan untuk memahami Injil dan sanggup menempuh jalan hidup Kristiani.
Selanjutnya Uskup mohon berkat bagi minyak Krisma, semoga mereka yang diurapi dengan minyak ini diteguhkan, agar layak ambil bagian dalam karya keselamatan Allah.
Kemudian Uskup dan semua imam hadir bersama-sama mengulurkan tangan dan berdoa, mohon pengudusan dan pencurahan daya Roh Allah ke atas minyak ini dalam nama Yesus Kristus.
Dalam homilinya Uskup mengatakan bahwa Konsili Vatikan II menekankan refleksi gereja yang lebih bermasyarakat, daripada yang bersifat sakramental semata. Dalam konteks ini imam harus lebih dekat dengan umat. “Lebih gaul istilahnya,” kata Uskup.
Tugas para Imam selain mengajar dan menguduskan, juga melayani sakramen-sakramen Gereja. Ada empat unsur penting dalam hal ini, yaitu air (baptis), roti dan anggur (ekaristi), serta minyak zaitun (baptis, tahbisan imam dan orang sakit).
Dalam tradisi gereja, minyak zaitun terkenal sebagai minyak pengurapan raja-raja, dan minyak untuk penyegaran dan penyembuhan sakit penyakit.
Uskup juga mengutip Injil Lukas 4:18-19 yang berbunyi: “Roh Tuhan ada padaKu, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang..
Akhirnya saat menutup misa kudus, Uskup mengucapkan selamat kepada para imamnya, karena telah mendapat kekuatan Ilahi, agar boleh melaksanakan tugas imamat dengan sebaik-baiknya bersama umat yang mereka kasihi. (*)
Oleh : Bernard A. Yus


0 Responses to “Misa Pembaharuan Janji Imamat”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: