15
Mar
12

Meneladani Semangat St. Petrus & St. Paulus

Peringatan HUT ke-4 Tahbisan Mgr. Sutikno Wisaksono – 29 Juni 2011

Misa harian pagi pada Rabu 29 Juni lalu tampak berbeda dari biasanya karena misa dipimpin oleh Uskup Surabaya Mgr. Vincentius Sutikno didampingi romo Vikjen romo Tri Budi Utomo, Pr dan romo Vikjud romo Dwi Joko, Pr.
Kasula yang dikenakan para imam berwarna merah karena memperingati Hari Raya St. Petrus dan St. Paulus Rasul sekaligus memperingati 4 tahun tahbisan Uskup Surabaya. Misa saat itu secara khusus juga dilayani oleh koor gabungan dari Wilayah 1-6 PHK.
Dalam homilinya Mgr. Vicentius Sutikno menyatakan bahwa santo Petrus dan santo Paulus adalah dua tokoh besar dalam sejarah Gereja. Santo Petrus yang secara langsung menjadi murid Yesus memiliki gaya pewartaan yang khas dan berbeda dengan santo Paulus, yang meski tidak mengalami langsung hidup bersama Yesus, namun memiliki keyakinan iman yang teguh. Baik santo Petrus maupun santo Paulus meletakan dasar-dasar iman gereja dengan ajaran kasih kepada Kristus. Hal itu pula yang hendaknya menjadi landasan hidup gereja saat ini, dengan mewartakan kasih Kristus kepada seluruh umat manusia.
Pengalaman kasih itu dialami sendiri oleh Mgr. Sutikno sebagai seorang anak kepada ibunya. Juga saat menjadi misdinar di paroki St. Mikael Perak Surabaya. Berkat pengalaman kasih itulah, Mgr. Sutikno terpanggil menjadi imam.
Dengan gayanya yang khas, Uskup menyatakan bahwa menjadi Uskup itu tidak boleh mengeluh, tapi hanya boleh mengaduh. Dengan tugas dan tanggung jawab penggembalaan yang besar itu, Uskup merasa dikuatkan oleh semangat santo Petrus-Paulus yang berani, pantang menyerah dan tekun dalam mewartakan kasih Allah bagi umat.
Sebelum berkat penutup, romo Vikjen menyampaikan ucapan terima kasih kepada umat yang hadir pada misa pagi itu. “Mohon doa dan dukungannya untuk Mgr. Sutikno dalam tugasnya sebagai gembala umat di Keuskupan Surabaya. Semoga Mgr. Sutikno selalu dilimpahi kekuatan dan disediakan segala sesuatunya oleh Tuhan untuk tugas penggembalaannya demi kemuliaan nama Tuhan,” ujar romo Tri Budi Utomo.
Seusai misa, acara dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana bersama Uskup di samping barat gereja. Secara simbolis Mgr. Sutikno memotong tumpeng dan diberikan kepada romo Vikjen, kemudian umat yang hadir dipersilahkan menikmati jamuan makan pagi dengan menu khas Surabaya yaitu nasi pecel dan nasi rawon. Secara bergilir umat juga memberikan ucapan selamat kepada Uskup Sutikno.
Tampak di antara kerumunan umat ada seorang anak perempuan datang kepada Uskup dengan membawa tabloid Jubileum edisi tahbisan Uskup yang terbit 4 tahun lalu. Anak tersebut adalah anak yang dulu memberikan kalungan bunga kepada Uskup saat tahbisan. Dia datang bersama orangtuanya untuk meminta tanda tangan Uskup di cover depan Jubileum yang menampilkan gambar Uskup berjalan bersama Gubernur Jawa Timur Soekarwo.
Hadir pula di syukuran sederhana itu romo Budi Prasetyo (pemimpin umum tabloid Jubileum), sekretaris Keuskupan romo Damar Cahyadi, dan pastor rekan di PHKY romo Falentinus Sairin.
Pemaknaan yang mendalam dari keteladanan santo Petrus-Paulus yang dibagikan Uskup di hari ulang tahun tahbisannya, kiranya menginspirasi kita juga. (*)
Oleh : Agustina Sucihati


0 Responses to “Meneladani Semangat St. Petrus & St. Paulus”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: