15
Mar
12

Mendengar Tuhan Bercerita

Untuk memeriahkan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) yang diadadakan tiap bulan September agar seluruh umat Katolik membaca Kitab Suci sendiri dan mendengarkan Sabda Tuhan secara pribadi, maka pada 23 Agustus 2011 lalu dengan mengambil tempat di balai paroki, Paroki HKY bersama dengan perwakilan dari paroki-paroki di Kevikepan Selatan Keuskupan Surabaya mengadakan seminar pembekalan bagi para pengajar katakese.
Dengan berpegang pada tema yang ditawarkan oleh Lembaga Biblika Indonenesia (LBI) yaitu: “Mendengarkan Tuhan Bercerita”, Komisi Kitab Suci Keuskupan Surabaya menerbitkan buku panduan yang telah mendapatkan Imprimatur dari Vikjen Keuskupan Surabaya, Romo RD. Ag. Tri Budi Utomo yang menjelskan lebih lanjut tentang teknik menjelaskan Ajaran Tuhan melalui perumpamaan-perumpamaan.
Sesuai rumusan cita-cita bersama Keuskupan Surabaya seperti yang dinyatakan dalam Arah Dasar (Ardas) Keuskupan Surabaya 2010-2019 yaitu: “Gereja Keuskupan Surabaya sebagai persekutuan murid-murid Kristus yang dewasa dalam iman, guyub, penuh pelayanan dan missioner”, maka bimbingan katakese yang diberikan juga diharapkan mencerminkan semangat: Dewasa dalam iman, Guyub, Penuh Pelayanan dan Missioner.
Acara dibuka oleh ketua seksi katakese HKY yaitu Aisia Pasti Rahayu, dengan FX Danang Kiswandoko sebagai moderator. Perwakilan-perwakilan dari paroki Kevikepan Surabaya Selatan diantaranya Sr. Cornelia CB dari Paroki Yohanes Pemandi, Margaretha Lilis dari Paroki Gembala Yang Baik, Adiprabowo dari Paroki Roh Kudus.
Acara dimulai dengan pembahasan aneka bentuk perumpamaan yang bisa ditemui dalam Kitab Suci, yaitu: teka-teki, pepatah, metafora yang merupakan perbandingan yang singkat dinyatakan secara implisit, kiasan, dan peribahasa. Yang disusul dengan penjelasan alasan Tuhan Yesus menggunakan perumpamaan, diantaranya untuk merahasiakan suatu misteri Ilahi. Yang akhirnya ditutup dengan tips untuk menafsirkan perumpamaan yang dijumpai yaitu dengan banyak membaca, mempelajari contoh-contoh tafsiran dan belajar mencari makna yang terkandung.
Pokok bahasan terdiri dari 4 topik untuk masing-masing pertemuan, yaitu “Bertumbuh Seperti Biji Sesawi” untuk pertemuan pertama, “Tanggap Menyambut Undangan Tuhan” untuk pertemuan kedua. Topik selanjutnya adalah “Melayani Dengan Kasih”, dan topik terakhir “Pantang Mundur Dalam Mengikuti Yesus.”
Topik pertama yang dilandasi semangat “Iman Yang Dewasa” menggunakan bacaan Injil Markus 4:30-32 yang membahas biji sesawi sebagai pokok bahasan. Peserta diajak untuk menemukan makna yang hendak disampaikan dari perumpamaan ini. Dan untuk berpikir lebih maju lagi, maka diberikan pertanyaan-pertanyaan retorik seputar bacaan Injil yang dibahas, kata kunci serta nilai-nilai untuk dihayati yaitu bahwa “Allah senantiasa mendampingi pertumbuhan iman kita”. Pesan yang didapat yaitu bahwa pertumbuhan iman menjadi iman yang dewasa adalah suatu proses yang panjang dan kadang harus menghadapi banyak rintangan.
Topik kedua dengan semangat “Guyub” dibahas berdasarkan bacaan Injil Lukas 14:15-25 yang membahas undangan Tuhan. Pada pembahasan topik kedua, tiap peserta diajak untuk merefleksikan ajakan Tuhan tersebut terhadap diri tiap orang, merenungkan peran yang dimainkan para tokoh dalam bacaan, serta nilai yang perlu dihayanti adalah “Keterbukaan dan kemauan untuk menanggapi panggilan Tuhan”.
Pesan katakese yang hendak disampaikan dari topik kedua yaitu bahwa Perjamuan Tuhan merupakan suatu ikatan persaudaraan dan persekutuan dari mereka yang hadir di dalamnya. Maka hendaklah kita bersyukur karena kita telah diundang dan menanggapi undangan itu untuk menjadi satu saudara yang guyub dalam persekutuan dengan Tuhan.
Topik ketiga dengan semangat “Penuh Pelayanan” memakai bacaan Lukas 10:25-37 sebagai pokok bahasan “Melayani dengan kasih”. Peserta diajak menemukan teladan dari orang Samaria yang baik hati, makna dari dialog yang terjadi, dan nilai yang bisa dihayati adalah “Pengorbanan tanpa pamrih dan Kerelaan menjadi sesama”. Pesan katakese untuk topik ketiga ini yaitu supaya kita yang adalah murid Tuhan mau meneladan orang Samaria yang baik hati yang tidak ragu-ragu dan pilih-pilih dalam menolong sesama yang membutuhkan.
Topik terakhir dengan semangat “Misioner” mengangkat tema “Pantang mundur dalam mengikuti Kristus” yang sesuai dengan Injil Lukas 14:28-33. Melalui pembahasan topic ini, peserta diajak untuk menyadari misinya untuk mewartakan Kerajaan Allah di dunia. Nilai yang perlu dihayati adalah “Totalitas sebagai komitmen dan konsisten dalam perutusan”. Pesan katakese yang hendak disampaikan yaitu dengan menjadi murid Kristus, kita harus mau bertumbuh dalam iman, saling melayani dan siap diutus mewartakan kerajaan Allah. (*)
Oleh : Joseph Haryanto


0 Responses to “Mendengar Tuhan Bercerita”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: