15
Mar
12

Keyakinan Anak Tak Lagi Sejalan

Ytk. Rm. Haryo
Romo, kami ini keluarga Katolik dengan tiga orang anak. Saya maupun istri dan anak anak aktif pelayanan di gereja. Tapi setelah anak-anak dewasa, dua dari tiga anak kami pindah keyakinan dengan mengikuti keyakinan suami mereka. Otomatis pernikahan mereka pun juga tidak diberkati di gereja Katolik.
Sebagai orangtua tentu saja kami merasa sedih, prihatin dan malu mengingat kami aktif di pelayanan. Yang saya mau tanyakan, apa yang harus kami lakukan dan apakah kami berdosa karena tidak berhasil mendidik anak-anak untuk terus menjadi Katolik sesuai janji pernikahan dulu.
Terima kasih romo.
Petrus Budianto – Paroki HKY

Bpk. Petrus Budianto yang terkasih.
Mengenai pertanyaan bapak saya akan memilah jawabannya satu persatu.
1. Dalam hal ini saya tidak mau mengadili. Memang anda berdua telah berjanji pada waktu pernikahan dulu untuk mendidik iman anak-anak anda secara Katolik sampai mereka dewasa yaitu dengan mendidik dan mengarahkan imannya sejak kecil. Dan bila itu sudah anda laksanakan sekuat tenaga, menurut saya, anda tidak bersalah.
2. Setelah anak-anak dewasa, mereka bisa memilih jalan hidupnya (iman) sendiri tapi kalau bisa jangan menyimpang dari pendidikan iman yang telah anda ajarkan. Namun bila hal itu terjadi (anak berpindah keyakinan) percayalah, rahmat Tuhan tetap bekerja dalam diri anak-anak anda meski pernikahan mereka tidak diberkati di gereja.
Cobalah bapak melihat dari sisi baiknya, jika anak bapak lebih berbahagia dan hidupnya menjadi lebih baik, hal itu tidak menjadi masalah asal dia menjalankan perintah Tuhan yaitu ajaran cinta kasih dan suatu saat pasti Tuhan akan mengingatkan dia.
3. Hidup kita adalah peziarahan. Kita berharap suatu saat nanti anak-anak anda akan bertobat dan kembali lagi ke pangkuan gereja.
4. Anda tetap harus dapat menerima perkawinan mereka itu sebagai sesuatu yang baik karena gereja memandang semua perkawinan yang dilakukan berdasarkan cinta kasih itu adalah baik dan sah meski tidak dilakukan di gereja. Dan anda harus terus mendoakan anak-anak anda agar suatu saat mereka bisa kembali.
Tuhan memberkati.
Bacalah Matius 19 : 5 – 6

Corpus Pada Salib

Ytk. Rm. Haryo,
Pertanyaan saya singkat saja, yaitu kenapa di salib orang Katolik terdapat tubuh Yesus sedangkan salib orang Kristen tidak ada ? Terima kasih romo.
Maria Eva – Paroki HKY

Sdri. Maria Eva yang terkasih
Perbedaan salib orang Kristen yang tidak ada corpusnya dengan salib orang Katolik yang ada corpusnya adalah karena orang Kristen menganggap Kristus sudah bangkit dan tubuhNya sudah tidak ada lagi di kayu salib. Sedangkan orang Katolik, meski Yesus sudah bangkit namun tetap memakai corpus di salibnya, hal itu untuk mengingatkan kita umatnya pada Yesus yang telah menderita dan wafat di salib. Agar manusia selalu ingat pengorbanan Yesus dan berani mengikuti teladan pengorbanan sang guru itu.
Melalui pengorbanan Yesus di salib, martabat manusia yang dulunya rusak karena dosa sekarang dipulihkan menjadi anak-anak Allah berkat Sakramen Babtis. Pengorbanan Yesus tidak dapat lepas dari salib. Salib bukan tanda kegagalan yang hina tetapi sebagai tanda kemenangan Kristus dalam menebus dosa manusia. Dan itu kemudian dihadirkan kembali dalam perayaan Ekaristi.
Bacalah Matius 27 : 46


0 Responses to “Keyakinan Anak Tak Lagi Sejalan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: