15
Mar
12

Hidupku Sangat Berharga

Aku seorang ibu rumah tangga. Menikah pada 26 April 2003 di Surabaya. Karena sampai Desember 2003 belum ada tanda-tanda kehamilan, aku memeriksakan diri ke dokter. Ternyata hasil rontgen menunjukkan bahwa di rahimku ada kista. Saat itu baru aku sadar bahwa kista itulah penyebab rasa sakit, setiap kali aku menstruasi. Hal ini sudah aku alami sejak 1997.
Kata dokter, belum perlu operasi, tunggu sampai besar. Pada awal 2008 saya periksakan lagi ke dokter dan hasilnya sangat mengejutkan. kista itu sudah membesar, menjadi sebuah tumor di rahimku. Istilah medisnya “myoma”, yaitu segumpal darah dan daging yang menyatu menjadi satu tumor yang sangat besar seperti kepala bayi. Setiap bulan saat menstruasi terasa amat sakit. Sudah 3 dokter yang menangani penyakitku ini. Ketika ditangani dokter ke-3, rasa sakit tak tertahankan lagi, seperti mau mati rasanya. Saya dianjurkan untuk operasi. Aku lalu berpikir, dapat uang darimana untuk operasi. Penghasilanku sebagai guru pas-pasan. Setiap hari sambil menangis aku berdoa, ke gereja mengikuti misa kudus, berdoa Rosario dan Novena. Sejak September 2008 ketika di gereja HKY ada kapel Adorasi, saya rajin beradorasi. Adorasi adalah sumber kekuatanku. Sepertinya aku diyakinkan, suatu saat nanti Tuhan Yesus akan menjawab doa saya. Ia tak pernah meninggalkan setiap orang yang percaya kepadaNya. Dia pasti memberi jalan keluar dan kekuatan, agar aku dapat menanggungnya. (Bdk.I Kor.10:13).
Suatu malam di awal Februari 2011 ketika iseng-iseng membuka Facebook, saya bertemu dengan seorang teman lama, Emmanuella namanya. Ia berkebangsaan Perancis, sekarang bekerja di Berlin, Jerman Barat. Pada 1999 kami berkenalan, saat itu dia bekerja di Jakarta. Waktu itu aku-pun bekerja di Jakarta dan kami bersahabat sangat akrab. Rupanya peristiwa malam itu adalah awal dari campur tangan Tuhan Yesus dalam proses penyembuhan penyakitku. Emmanuella berceritera kalau dia sudah mempunyai 3 anak. “bagaimana dengan kamu”, tanyanya. Aku berterus terang kalau belum mendapat keturunan, lantaran penyakit myoma menimpa diriku. Segalanya kuceriterakan dan ia sangat sedih. Beberapa hari kemudian, tanpa diduga sebelumnya, saya mendapat kiriman dari Emmanuella 3000 Euro (sekitar 36 juta rupiah), padahal saya tidak pernah minta sama sekali. Dia juga berpesan, agar aku mencari dokter terbaik di Surabaya untuk operasi itu.
Puji Tuhan saya kemudian mendapatkan Prof.Dr. Pujo Hartono Sp.Og yang berhasil mengangkat tumor ganas tersebut dari rahim saya, pada 10 Maret 2011 di RS. Putri-Surabaya. Lebih luar biasa lagi, ternyata Prof. Pujo memberi operasi gratis buat saya dan saya hanya boleh membayar biaya kamar dan obat-obatan saja, sejumlah 9 juta rupiah. padahal biaya keseluruhannya mencapai Rp. 16.900.000,-.
Saya sangat bersyukur kepada Tuhan Yesus, dan berjanji untuk melayaniNya lebih baik lagi pada Sekolah Minggu di Lingkungan Perum Wisma LDK, Wilayah V-E, paroki St.Yosef Karang Pilang-Surabaya.
Sungguh hebat kuasa dan kasih Tuhan. Kasih setiaNya melampaui segala dimensi pemikiran dan pengertian manusia. Ia mengasihi aku tanpa batas, karena aku sangatlah berharga di mataNya.
FirmanNYA mengatakan: “oleh karena engkau berharga di mataKu dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau”. (Yes.43:4a).
Demikian kesaksian saya, Tuhan Yesus memberkati.
Oleh : Elisabet


0 Responses to “Hidupku Sangat Berharga”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: