15
Mar
12

Belas Kasihnya Untuk Semua

Perayaan Pesta Kerahiman Ilahi & Pembukaan Bulan Maria

Misa Minggu di PHKY, 1 Mei 2011 pukul 18.30 lalu agak istimewa dari biasanya karena pada misa itu dirayakan dua peristiwa besar yaitu perayaan Pesta Kerahiman Ilahi dan Pembukaan Bulan Maria. Misa dipimpin oleh selebran utama romo Eko Budi Susilo bersama romo Haryopranoto dan romo Eko Wiyono.
Di awal misa tampak di pintu-pintu masuk gereja umat disambut oleh ibu-ibu WKRI (Wanita Katolik RI) yang menjual bunga untuk dipakai di perarakan. Sedangkan para devosan Kerahiman Ilahi sibuk membagi-bagikan gambar khas Kerahiman Ilahi yang nanti akan diberkati di pertengahan misa.
Pada khotbahnya malam itu romo Eko Budi Susilo menerangkan bacaan Injil hari itu dan makna dari Kerahiman Ilahi. Saat Tuhan Yesus wafat disalib dan dari lambungnya yang telah ditembus tombak mengalirlah air dan darah yang merupakan sumber kerahiman bagi para pendosa. Cinta kasih Allah itu sungguh tidak terbatas dan tersedia bagi semua orang, terlebih bagi pendosa berat. Dan karena Tuhan itu penuh belas kasih dan peng ampunan maka kita pun harus menunjukkan belas kasih dan pengampunan itu kepada sesama kita.
Pesta Kerahiman Ilahi adalah hadiah dari Tuhan bagi jiwa-jiwa di mana pada hari itu semua pintu bendungan Ilahi terbuka untuk meng alirkan rahmat yang tiada batasnya bagi jiwa-jiwa dan membersihkan jiwa-jiwa dari dosa dan hukuman akibat dosa tersebut secara total, apabila jiwa-jiwa datang kepadaNya dengan penuh kepercayaan dan meminta belas kasih KerahimanNya. “Aku ingin agar Pesta Kerahiman ini menjadi tempat pengungsian dan pernaungan bagi para pendosa yang malang. Pada hari itu terbukalah lubuk kerahimanKu dan Aku akan meluapkan seluruh samudra rahmat ke atas jiwa jiwa yang menghampiri sumber KerahimanKu” (BCH 699)
Peringatan Pesta Kerahman Ilahi malam itu ditandai dengan pemberkatan gambar khas Kerahiman Ilahi yaitu gambar Tuhan Yesus yang tangan kananNya terangkat untuk memberi berkat. Dan di bawahnya ada tulisan “Yesus Engkaulah Andalanku”.
Namun sebelum itu, selama sembilan hari telah diselenggarakan novena Kerahiman Ilahi sebagai persiapan pesta kerahiman yang dimulai tepat pada Jumat Agung sebagaimana pesan dari Tuhan sendiri melalui St. Faustina “Aku menghendaki supaya selama sembilan hari engkau bawa jiwa-jiwa manusia ke dalam sumber kerahimanKu, agar mereka menimba kekuatan dan kesejukan serta rahmat apa saja yang mereka butuhkan dalam kesusahan hidup mereka, terutama pada saat kematian mereka”. (BCH 120)
Selesai misa diadakan perarakan patung Bunda Maria. Dengan iringan doa Rosario yang dibawakan oleh anak-anak perarakan dimulai. Diawali dengan salib yang dibawa oleh misdinar, kemudian patung Bunda Maria yang ditandu oleh petugas tata tertib, lalu barisan malaikat, setelah itu vandel-vandel Orka (organisasi Katolik), disusul para romo, kemudian barisan Orka, dan umat. Perarakan dimulai dari altar mengitari dalam gereja lalu keluar lewat pintu timur dan berakhir di gua Maria. (*)
Oleh : Theresia Margaretha


0 Responses to “Belas Kasihnya Untuk Semua”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: