14
Mar
12

Yesus Datang Untuk Dunia

Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
Yesus dilahirkan dari rahim Maria sebagai bayi yang kudus. Yang kelak akan membela seluruh umat dunia dan memperluas ajaran mengenai kerajaan Tuhan. Sejak dari bayi Yesus ditafsirkan oleh orang-orang majus sebagai raja orang-orang Yahudi. Padahal Yesus sendiri dilahirkan sebagai anak Allah.
Yesus dikejar-kejar sepanjang hidupnya. Mulai Ia bayi sampai Ia disalibkan. Yesus memiliki murid-murid pada saat Yesus mulai diketahui mukjizatnya, seperti Yesus menyembuhkan orang-orang sakit, Yesus menyembuhkan orang-orang yang kerasukan dan juga menghidupkan Lazarus yang telah meninggal. Yesus selalu berbuat baik selama hidupnya dan mengajarkan segala hal yang berkenaan dengan Allah.
Sulit untuk mengikuti jejak hidup Yesus yang rela berkorban demi umatnya. Yesus mengajarkan segala hal sesuatu yang baik seperti mengajarkan bagaimana cara menghadapi cobaan Tuhan dengan lapang dada dan tanpa mengeluh, mensyukuri apapun yang di punya meski hal itu terasa kurang. Sungguh mulia yang diajarkan Yesus. Bila dibandingkan dengan zaman sekarang, semuanya terasa berbeda.
Manusia zaman sekarang yang gemar mengeluh tapi dia masih kurang dekat dengan Tuhannya, tidak mensyukuri apa yang telah di punya. Pada murid-muridnya pula Yesus mengajarkan bagaimana cara menghakimi orang secara adil dan tidak memandang siapa martabatnya. Dan pada zaman sekarang semua dibutakan oleh uang. Dibutakan oleh jabatan yang melimpah tapi tidak memikirkan bagaimana nasibnya kelak ketika ia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di hadapan Tuhan.
Pada murid-muridnya pula Yesus mengajarkan mengenai hal yang boleh dilakukan dan hal yang dilarang oleh Tuhan. Semua murid-murid Yesus taat kepadanya. Tapi apa yang dilakukan oleh manusia zaman sekarang? Hendakkah mereka mematuhi larangan dan melakukan perbuatan yang dianjurkan oleh Yesus? Tidak. Kebanyakan diantara manusia zaman sekarang lebih memilih hal yang terlibat dengan kepentingan dunia daripada kepentingan masa kelak ketika menghadap Tuhan. Yesus juga bersabda pada Matius 6:1-4 sebagai berikut:
“Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang (6:1) supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. (6:2) Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. (6:3) Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. (6:4) Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”
Seperti sabdaNya pada cuplikan kitab diatas. Janganlah kita haus akan pujian dengan menunjukkan kebaikkan kita di depan orang lain agar dipuji. Karena Tuhan tidak akan mencatat amal kebaikan itu. Karena hal itu semata sama saja munafik. Dan Tuhan ada di mana-mana meski di tempat tersembunyi pun Ia akan tetap bisa melihat kita dan mencatat segala kebaikan yang kita lakukan sekecil apapun itu.
Banyaknya yang diminta oleh orang-orang zaman sekarang adalah minta ampun atas dosa mereka. Tapi setelah itu orang-orang tersebut akan melakukan dosa itu lagi. Seharusnya kita sebagai umat manusia membetulkan perbuatan itu tanpa mengulanginya lagi. Pada masa ini pula orang-orang masih tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang salah. Terkadang hal baik bisa dikatakan salah dan hal salah bisa dikatakan benar. Padahal dulunya Yesus mengorbankan diriNya demi murid-muridnya. Yesus rela ditangkap dan disiksa, diolok-olok dan difitnah. Namun Yesus tidak membalas satu kata pun olok-olokan mereka.
Yesus diberi mahkota duri, ditelanjangi dihadapan orang-orang yang melihat, tangannya di paku diatas kayu salib. Betapa tidak bisa dibayangkan bila itu adalah kita. Setiap palu yang memukul paku di tangannya darah mengucur deras. Namun Yesus tidak merasa sakit akan hal itu. Yesus merasa sedih karena ketika Ia ditangkap, murid-muridNya pergi dan melarikan diri.
Belum lagi Yesus merasa sedih atas pengkhianatan Yudas yang dilakukan kepadanya. Dan sekarang kita adalah umat manusia. Bila di umpamakan kita hidup di jaman Yesus, apa yang akan kita lakukan dan siapa yang akan kita bela? Mungkin kita hanya bisa terdiam dan menyaksikan Yesus tersiksa.
Sungguh besar pengorbanan Yesus untuk dunia. Sehari sebelumnya Yesus mengajak murid-muridNya ke taman Getsemani untuk berdoa agar tidak terjadi sesuatu yang buruk, Yesus dapat merasakan hal berat akan menimpanya. Namun murid-muridNya tidur karena mereka lelah. Yesus sangat takut dan berdoa saat itu. Esok paginya Yesus ditangkap dan masih tetap dijuluki Raja Orang Yahudi. Para tentara dan orang-orang yang menyaksikan baru percaya ketika Yesus mati bahwa Yesus adalah anak Allah. Yesus juga pernah bersabda kepada murid-muridnya sebagai berikut :
Ucapan Bahagia
(5:1) Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-muridNya kepadaNya. (5:2) Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kataNya: (5:3) “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. (5:4) Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. (5:5) Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. (5:6) Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. (5:7) Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. (5:8) Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. (5:9( Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. (5:10) Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. (5:11) Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. (5:12) Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”(Matius 5 : 1-12)
Yesus dalam sabda tersebut berkata dengan intinya berbahagialah kita orang yang tidak punya harta banyak, karena kita akan merasakan kesenangan di Sorga nanti tentunya dengan perbuatan baik kita. Juga tetap mensyukuri apapun yang kita punya meskipun sekurang apapun itu. (*)
Oleh : Icha Bella Widya S.R.
Alamat : Jalan Niaga Dalam 8 , Surabaya
Pekerjaan : Pelajar SMAK Frateran, Surabaya


0 Responses to “Yesus Datang Untuk Dunia”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: