14
Mar
12

Tuhan Satu-satunya Penolongku

Aku dibaptis sejak kelas empat SD, sedangkan suamiku dibaptis sejak bayi. Pada 21 Desember 1997 kami menikah secara Katolik. Ketika itu iman kami belum tumbuh, karena kami tidak mengandalkan Tuhan, tetapi lebih percaya pada ramalan-ramalan, bahkan kami membeli penolak bala (jimat) yang dipercaya bisa memberi perlindungan, keselamatan, rejeki, wibawa, dll. Kami malas berdoa dan sering bertanya pada suhu (paranormal, orang pintar), bahkan tergantung apa katanya. Akibatnya hidup kami semakin terpuruk tak menentu, malahan tiga tahun setelah menikah, suamiku meninggalkan Yesus. Selama sebelas tahun ia tersesat, dan aku sama sekali tidak mencegahnya, bahkan aku berfikir” ahh, tidak apa-apa”, namun dari yang tidak apa-apa itu menjadi “apa-apa”, karena kuasa kegelapan semakin menguasai hidup kami. (Bdk Yer.17:5,7).

Hidup kami jauh dari kedamaian, kami sering bertengkar, suasana rumah semakin panas, yang ada hanya saling membenci, bahkan pada 2008 kami hampir saja bercerai, dan aku mau bunuh diri karena tak tahan menanggung derita. Aku menangis dan meratapi nasibku, padahal suamiku paling benci kalau aku menangis. Setelah itu aku pergi ke mal-mal untuk shopping sebagai pelarianku. Aku curhat segala persoalan hidupku kepada orangtuaku, namun semuanya sia-sia.

Hari berganti bulan, bulan berganti tahun. Pada Maret 2009 aku mulai mencari Tuhan. Dalam tangisku aku berdoa, di mana engkau Tuhan, mengapa engkau tidak menolongku? Ternyata Tuhan itu maha pengasih. Ia mulai menjamah hatiku. Saat aku membaca Alkitab, aku menemukan firmanNya yang sungguh menguatkan bahwa Tuhan adalah satu-satunya penolong (Yes. 31). Aku juga mulai mengikuti persekutuan doa, termasuk Bindoman setiap Rabu di Catholic Center jalan Bengawan 3 Surabaya. kemudian sejak awal 2010 aku mulai beradorasi. Firman Tuhan yang terpampang di depan kapel adorasi abadi HKY sungguh menyentuh hatiku.”marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, aku akan memberi kelegaan kepadamu”. (Mat.11:28).

Memang luar biasa Tuhan kita. Kalau Ia sudah berfirman, maka akan terjadi. Apa yang dijanjikanNya pasti akan ditepati, karena sejak aku ikut Tuhan, Ia mengubahku menjadi tidak cengeng lagi, tidak cemas lagi, dan tidak lagi suka shopping seperti dulu. Aku yakin, bahwa Allah berkuasa dan sanggup melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. (Rm.4:21).

Aku mohon kepada Tuhan, agar Ia mau mengubah aku menjadi lebih baik, karena aku tidak bisa mengubah semua orang di rumahku, tetapi aku bisa mengubah diriku sendiri terlebih dahulu, dan selanjutnya melalui aku Tuhan pun akan mengubah semua kerabat dekat termasuk suamiku. Mulailah hari-hariku aku isi dengan puasa, bernyanyi lagu-lagu rohani, berdoa dan membaca Kitab Suci serta melakukan hal-hal lain yang menyenangkan hati Yesus.

Aku berdoa Rosario, berdoa syafaat dan mendoakan orang-orang yang minta didoakan. Saat adorasi, setiap persoalanku kubawa ke kaki Yesus dan curhat kepadaNya, karena Dialah Allah yang paling kupercaya. Selama dua tahun aku berjuang bersama Tuhan untuk menyelamatkan suamiku, bahkan Roh Kudus menuntunku untuk mendoakan seluruh keluarga besarku (Rm.8:26).

Hari demi hari Tuhan mengubah suamiku secara perlahan, dari yang dulunya dia begitu tekun sembahyang di depan patung-patung, akhirnya Tuhan membuat dia malas sembahyang, bahkan suatu hari dia memutuskan untuk menyerahkan patung-patung itu ke pihak lain. Suamiku juga melepaskan semua jimat yang menjadi andalannya serta membakarnya.

Demikian Tuhan menyelamatkan suamiku dan seluruh keluarga besarnya. Beberapa saat kemudian suamiku memesan gambar Tuhan Yesus untuk diletakkan di atas meja sembahyangnya, sedangkan mertuaku hendak membuat ruang doa.

Terimakasih Tuhan Yesus, Engkau Allah yang dahsyat dan Engkau adalah satu-satunya penolongku.

Dari : Ibu T.S. di Surabaya.


0 Responses to “Tuhan Satu-satunya Penolongku”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: