14
Mar
12

Menjadi Legioner Seumur Hidupku

Hut Legio Maria ke-90

“Duct in Altum”, bertolaklah ke tempat yang lebih dalam (Luk 5:4), demikian tema HUT Legio Maria ke-90 yang diadakan oleh Komisium Ratu Semesta Alam pada 11 September 2011 di Gedung Kristus Raja Surabaya. Misa syukur memperingati hari lahir Legio Maria di dunia pada 7 September 1921 ini dipimpin oleh romo Maryanto, CM. (Moderator Kuria Bunda Mempelai Roh Kudus), romo Emanuel Wahyu Widodo, Pr. (Pemimpin Rohani Senatus Malang), romo A. Haryopranoto Pr. (Moderator Kuria Rosa Mystica), dan romo Tandyasukmana, CM (Pemimpin Rohani Presidium Paroki St. Marinus Yohannes).
Dalam homili, romo Maryanto, CM. menggambarkan istilah “bertolak ke tempat yang lebih dalam” serupa dengan kehadiran Legio Maria yang setia dan tekun memberikan pelayanan secara mendalam. “Seorang legioner harus bertolak ke tempat yang lebih dalam untuk menebarkan iman agar semakin banyak mendapatkan iman melalui jiwa-jiwa yang diselamatkan,” ujarnya.
Romo Maryanto juga menyampaikan bahwa menjadi anggota legio tidak boleh dibatasi oleh usia melainkan harus terus dihidupi dan dilaksanakan sampai akhir, sesuai dengan perumpamaan tentang jumlah pengampunan yang harus diberikan dalam Injil Matius hari itu, yaitu sebanyak tujuh puluh kali tujuh kali. “Seorang anggota boleh pensiun menjadi legioner setelah berada di ‘balikpapan’ atau ‘sukabumi’, yaitu setelah berada di dalam peti mati,” imbuh romo Maryanto disambut riuh derai tawa 500 lebih legioner se-Komisium Ratu Semesta Alam yang hadir.
Romo Emanuel Wahyu Widodo, Pr., dalam sambutannya, berpesan bahwa seorang legioner harus menguduskan diri untuk dapat ‘bertolak ke tempat yang lebih dalam’. Hal penting dalam proses pengudusan diri ini adalah rela berkorban, setia, dan ‘masuk’ ke dalam jantung hati Gereja yakni orang miskin. Romo yang akrab disapa dengan romo Emil ini juga mengajak para legioner untuk senantiasa menaruh harapan dan saling membantu satu sama lain. “Anggota legio yang lama tetap menjaga semangat dan anggota yang baru mulai melayani tetap berusaha. Legio Maria harus selalu berbuah sehingga harapannya dapat terus berbuah,” imbuh romo Emil menyemangati.
Misa syukur kemudian dilanjutkan dengan acara potong tumpeng, ramah-tamah bersama, dan hiburan. Pada kesempatan ini diberikan penghargaan kepada legioner yang berusia 80-90 tahun serta 24 pasang suami-istri (pasutri) yang menjadi legioner. Dance para legioner muda dari Presidium Maria Delegres juga turut memeriahkan acara. (*)
Oleh: M. Ch. Reza Kartika P. R.


0 Responses to “Menjadi Legioner Seumur Hidupku”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: