14
Mar
12

Kesederhanaan : Pendidikan Natal Untuk Anak-anak

Selama ini perayaan Natal di mana-mana selalu identik dengan suasana meriah berhiaskan warna merah dan hijau sebagai warna dasar. Kado-kado Natal dengan lampu kelap-kelip ikut menghiasi pohon Natal baik besar maupun kecil. Di sekolah-sekolah, pesta Natal juga menjadi momen rutin setiap tahun. Menghias tempat kita dengan berbagai dekorasi Natal yang menarik tentu tidak ada salahnya, tapi alangkah baiknya bila kita tetap menghias dengan dekorasi sederhana sesuai dengan nuansa kelahiran Yesus sendiri di kandang hewan. Tujuannya terutama untuk image setting generasi muda dan anak-anak bahwa Natal bukanlah pesta-pora meriah tapi pesta kesederhanaan yang damai.
Saat ini di mana kemajuan teknologi dan budaya materialistis begitu kuatnya, menanamkan pola hidup sederhana terhadap anak-anak usia dini sangat perlu untuk menghindari berkembangnya sifat-sifat keduniawian pada mereka. Sebaliknya tonjolkan makna religius tentang awal kelahiran Yesus dengan membacakan cerita-cerita (story telling) pada Injil Matius dan Lu-kas. Hal ini bisa dilakukan orang tua pada anak kira-kira usia 1-7 tahun menjelang Natal dan lakukan hal itu setiap tahun sehingga kreatifitas serta kemampuan verbal anak juga turut berkembang. Sesuaikan buku-buku bacaan Natal dengan usia anak. Biasanya buku-buku Natal untuk anak usia 1-3 tahun masih berupa gambar-gambar saja, seiring dengan pertumbuhan dan kemampuan baca tulisnya buku-buku cerita Natal dapat dipilih dengan sedikit narasi pada gambar-gambarnya. Untuk anak-anak di atas 7 tahun sampai remaja, kita bisa meminta mereka untuk membaca Injil Matius dan Markus atau menceritakan kembali bagaimana cerita kelahiran Yesus dan ajak mereka mulai berpikir analitis mengapa Dia dilahirkan ke dunia.
Boleh juga dengan bersama-sama melihat video cerita Nativity. Melakukan kegiatan sosial menjelang Natal juga mengandung nilai positif daripada sekedar makan dan pesta-pesta, misalnya mengunjungi panti asuhan.
Untuk anak-anak remaja ke atas, suasana Natal dalam keluarga dapat tercipta dengan saling berkumpul bersama di rumah dan berbagi pengalaman-pengalaman hidup mereka (khususnya untuk yang tinggal berjauhan dengan orangtua) serta mengajak mereka untuk merenung dan mengambil hikmahnya. Di samping itu orangtua dapat menanyakan anak-anak dalam membuat rencana dan niat untuk tahun depan dan berdoa bersama agar niat tersebut dapat terlaksana. Retret keluarga ini dapat dilakukan setiap orangtua untuk membuka komunikasi dengan anak-anak.
Sekolah-sekolah pun dapat mulai merevisi cara-cara lama dalam mengekspresikan ucapan syukurnya pada saat Natal selain dengan pesta. Ajak murid untuk memiliki rasa prihatin dan jiwa sosial yang tinggi dengan mengumpulkan dana/barang bekas untuk disumbangkan pada anak-anak panti asuhan/panti Jompo.
Ajang kreatifitas masih dapat diwujudkan dalam bentuk lomba menghias kandang Natal, lomba bercerita kelahiran Yesus dalam bahasa Inggris, lomba drama, lomba kostum Natal dll. Bila sejak awal anak-anak sudah disuguhi acara-acara meriah pesta Natal dengan baju baru, aneka kue dan kado-kado, akan terbentuk dalam pola pikirnya bahwa Natal adalah suasana pesta duniawi bukan pesta surgawi. Bahayanya adalah mereka akan bertumbuh dengan gaya konsumerisme dan materialisme di kemudian hari. Pakailah momen Natal untuk perkembangan positif bagi anak-anak.
Hidup sederhana sangat susah dilakukan pada saat ini karena tawaran berbagai kemudahan dan fasilitas semakin banyak, itulah sebabnya rasa syukur atas pemberian diri Allah sendiri berupa PutraNya yang turun ke dunia tidak sesuai lagi dirayakan dengan pesta dan dekorasi yang gemerlap.

Oleh: Suzie Sugijokanto (Surabaya Life Education)


0 Responses to “Kesederhanaan : Pendidikan Natal Untuk Anak-anak”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: