03
May
11

Waktu

Detik itu waktu. Menit itu waktu. Detik, menit bergabung, berjalan dalam waktu. Waktu berjalan dalam gulungan bumi. Bumi berputar, dan terus berputar dalam waktu. Dalam waktu manusia hidup. Dalam waktu manusia usia bertambah. Hanya manusia yang mempunyai kesadaran bahwa usianya bertambah, dan sekaligus berkurang. Tetapi banyak manusia yang tidak menyadari apa arti hidup dalam waktu.

Banyak orang menyia-nyiakan waktu, hidupnya tanpa buah, tanpa manfaat. Padahal manusia tidak bisa menyewa watku, apalagi membeli waktu. Orang yang punya uang, merasa bahwa semuanya bisa dibeli, termasuk membeli waktu. Tetapi sebenarnya setiap orang diberi waktu yang sama, yaitu 24 jam sehari, tidak pernah lebih, tidak pernah kurang.

Waktu itu juga yang menggulung Pastor Saman (bukan nama sebenarnya), yang sebentar lagi berumur lima puluh tahun, setengah abad. “Terimakasih Tuhan Engkau masih memberiku hidup sampai saat ini, barangkali juga nanti. Syukur Tuhan bahwa Engkau sampai saat ini juga memberiku kesehatan yang baik”, Demikian ungkap Pastor Saman dalam kesendiriannya di kamar. Ia kembali merenung apa yang sudah diperbuat untuk melayani Tuhan dan sesama. Ia merenung apa arti hidupnya sampai saat ini? Apakah hidup ini hanya merupakan lingkaran kesibukan yang  harus dijalani?  Setelah itu lenyap ditelan waktu? Kemana sebenarnya arah tujuan hidupnya?

Pastor Saman mulai serius dalam meniti perjalanan hidupnya sebagai pelayan, ia serius mengatur dan menggunakan waktu. Waktu itu sungguh berharga baginya, ia menggunakan waktu sehemat dan sebaik mungkin. Ia ingat akan konsep waktu dalam Alkitab, terutama dalam Perjanjian Baru. Dua konsep yang ia ingat dari pelajaran waktu di Seminari dua puluh tahun lalu. Kronos dan Koiros. Kronos adalah waktu dalam arti apa yang dapat diukur dengan jam, hari, tanggal, bulan, dan sebagainya. Baik sebagai waktu jangka pendek ( misalnya Lukas 4:5” Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia”), maupun jangka panjang seperti puluhan tahun (Kis 13 : 18)

:”18 Empat puluh tahun lamanya Ia sabar terhadap tingkah laku mereka di padang gurun”. Kropnos adalah waktu sebagai deretan peristiwa dan kemungkinan, Dari sini kita mengenal apa itu kronologi Sebaliknya Kairos adalah waktu dalam arti yang realistis dan konkrit seperti musim, kesempatan, saat yang ditentukan.

Bagi Pastor Saman apa pun istilahnya, waktu adalah milik Tuhan. Waktu adalah pemberian Tuhan, yang diberikan olehNya bukan karena kita berhak menerimanya, tetapi waktu adalah anugerah Tuhan. Oleh sebab itu Pastor Saman memperlakukan dan menggunakan waktu menjadi soal yang sangat penting. “Hiduplah dengan penuh hikmat.. pergunakanlah waktu yang ada” (Kol 4:5). “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, sehingga kami beroleh hati yang bijaksana”(mzm 90:12). ……………”perhatikanlah dengan seksama, bagaimana kamu hidup, jangan seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada…(Ef 5:15-16).

Detik itu waktu, menit itu waktu. Bagi Pastor Saman yang hidup tergulung dalam waktu, yang sebentar lagi merayakan ulang tahun ke lima puluh, ia paham agar menggunakan waktu yang baik, bijak dan berdaya guna. Ia hidup dan berusaha menggunakan waktu seimbang dan utuh antara bekerja dan beristirahat.  Bersenang-senang dalam perjalanan waktu bagi Pastor Saman bukan tujuan hidup, tetapi juga bersenang-senang baginya juga bukan merupakan dosa. Ia berusaha menggunakan waktu dengan seimbang.  Tuhan menempatkan manusia di bumi untuk bekerja, namun Tuhan juga menyediakan waktu untuk beristirahat.

Deretan waktu sampai hampir lima puluh tahun membuat Pastor Saman  berat badannya semakin  bertambah, alias gendut. Ia menjadi sadar bahwa mengatakan , “tidak ada waktu untuk olah raga”, adalah sesuatu ketidak jujuran. Padahal kita punya waktu 24 jam sehari, tujuh hari seminggu. Kalau ia mau menyediakan waktu untuk olah raga tentu saja  bisa olah raga. Satu hari ada dua puluh empat jam, bisa disediakan 1 jam untuk olah raga, 1 jam untuk membaca, 1 jam untuk menulis, dan sebagainya. Ia menjadi sadar perlunya manajemen waktu. Ada banyak hal yang indah yang bisa dinikmati dalam waktu, yang menjadikan hidup ini lebih berarti, asalkan bisa mengatur waktu dengan baik.

Waktu bergulir, waktu anugerah Tuhan. Kita manusia diberi waktu olehNya. Berapa lama berlangsungnya waktu (kronos)? Kita tidak dapat mengaturnya, tetapi Tuhan sendiri yang mengaturnya. Sebaliknya bagaimana kita menggunakan waktu (koiros), itulah yang perlu kita atur. Kita diberi kesempatan untuk hidup sesuai dengan kehendakNya. Waktu anugerah Tuhan harus digunakan sebaik mungkin. Waktu membuat kerut kelit semakin kentara, namun waktu juga membawa Pastor Saman semakin menjadi bijaksana. Hanya rasa syukur atas segala kehidupan yang indah namun juga menantang, syukur atas waktu yang dialami sampai saat ini, ia semakin sadar bahwa sejarah hidupnya merupakan rentetan masa  lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang. Masa lalu sampai masa kini sudah dilalui, dan ini menjadi sebuah pengalaman yang merupakan guru kehidupan, untuk menatap dan melangkah ke masa depan.

Oleh : Y. Eko Budi Susilo, Pr

Pastor Paroki HKY Surabaya


0 Responses to “Waktu”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: