03
May
11

Selalu Mendahulukan Tuhan

Profil Kristoforus Adam Santoso Salim

“Saya bersyukur menerima semua pekerjaan Tuhan ini karena saya bisa belajar banyak dan mengalami sebuah proses, di mana saya bisa menyerahkan hidup saya kepada Tuhan”

Di sela kesibukannya sebagai karyawan di sebuah perusahaan rotan, pria yang ramah ini tidak lupa meluangkan waktunya untuk berkarya bagi Tuhan. Karena baginya, bekerja bagi Tuhan adalah tujuan hidupnya walaupun apa yang dia lakukan adalah hal kecil, yang terpenting berguna bagi sesama umat manusia dan sangat berarti di mata Tuhan.

Pria yang sekarang ini tinggal di daerah Tandes ini  menikah dengan Helena Sabina Sriwati Hadiwibowo (48) pada 1982 dan memiliki seorang anak, Thomas Nugroho Abdisyah. Sejak umur 14 tahun, pria bernama lengkap Kristoforus Adam Santoso Salim ini telah melayani Tuhan dengan menjadi Mudika. Dan sejak saat itulah dia dibaptiskan menjadi seorang Katolik.

Pria yang akrab dipanggil Adam ini berasal dari latar belakang keluarga yang berbeda, bapaknya seorang Bali yang merupakan simpatisan Kong Hucu dan ibu seorang Makasar yang Islam. Dari anggota keluarganya, hanya dia sendiri yang mengikuti Yesus Kristus. Alasan utamanya masuk Katolik adalah ada keluarga yang memberikan contoh kekatolikan dalam kehidupan mereka sehari-hari yang membuat Adam muda tertarik untuk mendalami ajaran Katolik dan salah satu dari keluarganya ada yang menjadi Romo. Selain itu juga, alasan lainnya adalah karena sejak SD sampai SMP dia mengenyam pendidikan di sekolah Katolik. “Apa lagi keluarga juga sangat mendukung,” tutur pria yang ramah ini.

Pada tahun 1980-1985, dia semakin aktif dengan kegiatan Mudikanya. Kegiatan yang biasa dia lakukan adalah pendalaman kitab suci dan dia pun sempat menjabat sebagai ketua dari kegiatan tersebut. Karena pekerjaan yang berpindah dari satu kota ke kota lain, memaksa dia untuk tidak aktif lagi dengan kegiatan gereja. Di masa ketidakaktifannya itu, kehidupan rohaninya tidak berjalan seperti sediakala. Dia banyak menghabiskan waktu dengan urusan pekerjaan dan kalau pun pergi ke gereja itu hanya sekali-sekali atau tergantung dari kebutuhan.

Pada suatu hari, dia mendapat teguran yang keras dari Tuhan. “Teguran” itu muncul saat dirinya sedang merintis bisnisnya sendiri. “Masalah ini begitu beratnya, sampai saya merasa jati diri saya hilang,” ujar Adam sambil menerawang. Masalah ini membuat bisnis dan relasinya dengan beberapa orang terganggu. “Masalah ini memberi hikmah dan pembelajaran yang besar bagi perjalanan hidup saya,”ujarnya lagi.

Yang menjadi titik balik hidupnya untuk kembali aktif berkarya di ladang Tuhan adalah sebuah mimpi. Dalam mimpi itu, Adam menggambarkan, dia berjalan di suatu lembah dan menemukan pintu gerbang. Di balik pintu itu dia melihat Bunda Maria dan kanak-kanak Yesus yang membuatnya jatuh tersungkur. Kemudian Adam mendengar suara “bebaskanlah, lepaskanlah!”. Dia pun ketakutan karena merasa seperti akan “dipanggil”, tapi kemudian dia membalas suara itu “Tuhan, tugas saya belum selesai”. “Inilah mimpi yang mengubah hidup saya,” tambahnya.

Setelah mengalami semua kejadian itu, dia pun kembali aktif mengikuti kegiatan di Wilayah II Lingkungan St Eduardus Paroki HKY. Sejak 2002 dia menjadi koordinator keamanan dan ketertiban (kamtib) dan sebagai pengawas tatib-kolektan di Wilayah I-VI PHKY. Dia menjalani semua kegiatan gereja ini dengan gembira dan sepenuh hati, karena menurut Adam dalam Injil telah dikatakan “Akulah jalan kebenaran dan hidup (Yoh. 14: 6a)”. Ini merupakan tawaran Yesus pada orang terpanggil untuk mengikuti jalan yang telah disiapkan olehNya untuk berkarya bagi sesama dan Tuhan.

Walaupun dalam setiap pelayanannya kerap diwarnai oleh pengalaman yang tidak mengenakkan, Adam tetap percaya bahwa Tuhan memelihara setiap kehidupannya dan keluarganya.

Seakan tak pernah henti untuk melayani Tuhan, kesibukan baru dari pria kelahiran Singaraja, Bali 13 Juli 1958 ini sekarang adalah sebagai Ketua DPP III Bidang Kerasulan Khusus yang membawahi bidang Gerakan Solidaritas Pendidikan (GSP), Komunikasi Sosial (Komsos) dan Karya Misioner. Di bidang Komsos, Adam menjadi penasehat bidang penerbitan dari majalah Benedizione dan newsletter mingguan.

Dan yang terakhir adalah sebagai anggota tim Ardas PHKY yang tugasnya mensosialisasikan, memonitoring dan mengevaluasi kegiatan pastoral paroki yang berpedoman pada Ardas Keuskupan Surabaya.

Mengakhiri perbincangan Adam membagikan perasaannya, “saya bersyukur menerima semua pekerjaan Tuhan ini, dimana saya bisa belajar banyak dan mengalami sebuah proses dimana saya bisa menyerah-kan hidup saya kepada Tuhan. Dalam keadaan apapun saya akan selalu mendahulukan Tuhan,” katanya. (*)

Oleh : Krispinus Alfen


0 Responses to “Selalu Mendahulukan Tuhan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: