03
May
11

Mengenal Meditasi Kristiani

Meditasi Kristiani adalah sebuah doa kuno, sebuah doa kontemplatif, atau doa hening yang sudah sejak abad keempat dipraktekkan oleh para rahib padang gurun. Tujuannya semata-mata untuk menemukan Allah, untuk bersatu dengan Allah. Dalam meditasi kita tidak berpikir tentang Allah, Putera atau Roh Kudus. Kita hanya mau berada bersama Allah dan mengalami kehadiran Allah. Dengan cara sederhana yang diajarkan kembali oleh Pater John Main OSB kita dibimbing masuk ke dalam pusat doa hening, suatu kesadaran manusia akan Yesus yang satu dengan Bapa dan Roh Kudus. Meditasi membantu kita dalam mencari keutuhan diri dan memperdalam hidup rohani.

Pater John Main OSB, seorang  rahib Benediktin (1926-1982), berkebangsaan Irlandia, mengajarkan kembali kepada kita cara doa ini. Cara bermeditasi yang diajarkan oleh Pater John Main sangat sederhana katanya : Anda hanya duduk dengan tenang dan diam, dengan punggung tegak, tidak bersandar. Tutup mata Anda dengan pelan dan lembut.

Duduk dengan rileks namun waspada. Ucapkan kata-doa Anda dalam hati, dalam batin. Dianjurkan untuk memakai kata-doa “maranatha”. Ucapkan kata-doa ini dalam empat suku kata yang sama panjangnya. Dengarkanlah kata-doa Anda saat Anda mengucapkannya dengan halus dan terus menerus. Jangan berpikir atau mengimajinasi sesuatu – baik yang rohani ataupun yang lain. Pikiran dan gambaran-gambaran biasanya akan datang, tetapi biarkanlah semuanya berlalu. Kembalikanlah setiap kali perhatian Anda kepada kata-doa Anda – dengan rendah hati. Jika pikiran dan gambaran-gambaran datang, ini adalah gangguan-gangguan pada saat meditasi, teruslah dengan mengucapkan kata-doa Anda dengan sederhana.

Bermeditasilah  setiap pagi dan setiap malam selama 20 sampai 30 menit. “Ma-ra-na-tha” berarti “Tuhan datanglah”. Kata yang digunakan oleh rasul Paulus untuk mengakhiri Surat Pertamanya kepada Jemaat di Korintus (1Kor 16:22), dan juga dipakai oleh Santo Yohanes untuk menutup Kitab Wahyu. (Wahyu 22:20).

Dalam beberapa buku pelanturan ini disebut ”monkey mind”. Pikiran yang meloncat-loncat seperti kera dalam pohon. Tetapi Anda tidak perlu gelisah, biarkan berlalu, dan dengan sabar dan rendah hati Anda kembali ke kata-doa Anda, “Ma-ra-na-tha”.

Cara doa ini memerlukan kesetiaan dan ketekunan dalam mengucapkan kata-doa kita setiap hari. Lama kelamaan kata-doa ini akan mengakar dalam hati kita. Dan kita akan terus disadarkan bahwa Allah tinggal di dalam hati kita. Kita adalah bait Allah. Memang kita bermeditasi bukan untuk mencari sesuatu selain mencari Allah sendiri dan ingin bersatu denganNya. Namun dalam sharing-sharing para meditator, banyak buah-buah Roh yang didapatkannya. Seperti menjadi lebih sabar, tidak cepat emosi, lebih dapat mengendalikan diri, tidak gelisah, lebih berpasrah kepada Allah, dsb.

Pater laurence Freeman OSB, adalah penerus dari Pater John Main. Sejak tahun 1992 ia memimpin Komunitas Mondial Meditasi Kristiani, yang memperkenalkan cara meditasi ini ke seluruh belahan dunia dan bekerja sama dengan agama-agama lain yang mempunyai tradisi serupa. Beliau berdomisili di London.

Rm Tan Thian Sing MSF adalah Moderator Nasional kita. Pusat Meditasi Kristiani Indonesia berada di Rumah Sakit Atma Jaya Jakarta. Beberapa kota lain di mana telah lahir komunitas Meditasi Kristiani antara lain Surabaya, Malang, Bandung, Bogor, Semarang, Solo, Yogyakarta, Purwokerto, Medan, Sibolga, Padang, Pontianak, Balikpapan, Makassar.

Meditasi Kristiani di Keuskupan Surabaya pada 12 Januari 2011 lalu baru merayakan HUT ke-lima. Hingga saat ini sudah ada 8 paroki yang mempunyai komunitas Meditasi Kristiani yaitu: Paroki SMTB, Roh Kudus, Kristus Raja, Yakobus, HKY (RKZ), Sidoarjo, Krian dan Mojokerto. Koordinator Meditasi Kristiani Surabaya adalah Alfian Kusumadjaja.

Mereka yang ingin mengetahui lebih dalam tentang Meditasi Kristiani di Surabaya dapat menghubungi Alfian Kusumadjaja (0812322036863), dan Maudy Sidharta (081330892814). Kunjungi websitenya di http://www.meditasikristiani.com atau http://www.meditasikristiani.multiply.com. (*)

Arti Dua Merpati, Simbol Komunitas Meditasi Kristiani

Simbol dua merpati yang hinggap pada tepi piala ini diinspirasikan oleh mosaik di sebuah makam kekaisaran Romawi. Simbol itu adalah metafor dalam banyak kebudayaan untuk hal-hal yang suci.

Air dalam ikonografi kristiani mengingatkan simbolisme mistis yaitu kematian, kelahiran dan regenerasi atau pemurnian melalui pembaptisan.

Merpati adalah simbol Kristiani akan Roh Kudus. Dalam mitologi Yunani dia adalah burung Venus – burung cinta. Dalam seni kristiani, tujuh anugerah Roh Kudus di representasikan sebagai merpati yang hinggap di Pohon Kehidupan atau meminum air kebijaksanaan dan kehidupan ilahi.

Piala mengingatkan kita akan misteri kurban, yang ada pada jantung Ekaristi Kristiani di mana Sang Putera mempersembahkan diriNya kepada Bapa dalam cinta Roh Kudus dan menyatukan semua ciptaan dalam rangkulanNya.

Pater John Main OSB mengatakan “Ada sebuah keselarasan hakiki antara ‘diam’ dan ‘aksi’. Allah itu ‘aksi’ yang murni. ‘Diam’ atau ‘ketenangan’ yang sesungguhnya itu bukanlah non-aktif. Ia adalah ‘energi’ yang telah mencapai tujuannya yang tertinggi. Dan dalam tujuan tertingginya ini terkandunglah ‘kekuatan’ dan ‘makna’ dari ‘semua tindakan’ atau ‘aksi’. Meditasi adalah perwujudan ‘diam’ dan ‘aksi’ yang sesungguhnya. Meditasi bukanlah sebuah situasi pasif melulu karena ia  adalah keduanya “diam” dan “aksi”. (*)

Oleh : Maudy Sidharta


0 Responses to “Mengenal Meditasi Kristiani”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: