03
May
11

Abu Tanda Pertobatan

Gereja Katedral HKY menjadwalkan 6 kali misa Rabu Abu, yaitu : pada Rabu, 9 Maret 2011 pukul 05:30, 07:15, 16:30 dan 18:30, dan Kamis 10 Maret 2011 pukul 05:30 dan 07:15. Setiap kali misa gereja dipenuhi umat, bahkan pada misa Rabu pukul 18:30 yang dipimpin selebran romo Eko Budi, umat membludak, sehingga di depan pintu utama Gereja harus dipasang puluhan kursi.

Dalam Homilinya, romo Eko Budi menegaskan bahwa masa Prapaskah, masa pertobatan atau masa retret agung, adalah saat dimana umat harus membuka hati dan pikirannya kepada Tuhan, agar Tuhan sendiri yang berkarya dalam hidupnya.

Masa Praaskah juga merupakan masa penuh Rahmat, di mana kita boleh mengubah diri untuk hidup sesuai kehendak Allah. Pada masa pertobatan ini, kita harus berbalik kepada Tuhan dengan segenap hati. Pertobatan itu sendiri mengandung tiga unsur yaitu sedekah, doa dan puasa.

Dalam kesempatan homili itu romo Eko Budi peraturan pantang dan puasa Keuskupan Surabaya 2011.

Oleh : Bernard A. Yus

Peraturan pantang & puasa keuskupan surabaya tahun 2011

Sesuai dengan ketentuan Kitab hukum kanonik (Kanon no. 1249-1253) dan Statuta Keuskupan Regio Jawa no.III, maka ditetapkan :

1. Hari Puasa dilangsungkan pada Rabu Abu dan Jumat Agung. Hari pantang dilangsungkan pada Rabu Abu dan tujuh Jumat selama masa Prapaskah sampai dengan Jumat Agung.

2. Yang wajib berpuasa ialah semua orang Katolik yang berumur 18 sampai awal tahun ke-60. Yang wajib berpantang ialah semua orang Katolik yang berumur genap 14 tahun keatas.

3. Puasa (dalam arti yuridis) berarti makan kenyang hanya sekali sehari. Pantang (dalam arti yuridis) berarti memilih pantang daging, atau ikan atau garam, atau jajan atau rokok. Bila dikehendaki masih bisa menambah sendiri puasa dan pantang secara pribadi, tanpa dibebani dengan dosa bila melanggarnya.

4. Salah satu ungkapan Tobat ialah Aksi Puasa Pembangunan (APP) yang diharapkan mempunyai nilai pembaharuan pribadi dan nilai solidaritas tingkat paroki, Keuskupan dan nasional. Hendaknya di setiap paroki diadakan kegiatan sosial Konkret yang membantu masyarakat umum, seperti misalnya mengadakan beasiswa, pengobatan untuk umum, donor darah, pasar murah, dll.

5. Hendaknya diusahakan agar masa tobat sungguh menjadi masa pembaharuan rohani umat dengan diselenggarakan pendalaman bahan APP di Lingkungan, Wilayah, Paroki dan kelompok-kelompok kategorial, rekoleksi, retret, ibadah Jalan Salib, meditasi dsb.


0 Responses to “Abu Tanda Pertobatan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: