06
Oct
10

Rekoleksi Tatib Paroki HKY

Tidak ada orang yang sedemikian “miskin” sehingga tidak dapat menyumbangkan sesuatu untuk sesamanya. Tidak ada orang yang sedemikian “kaya” sehingga tidak memerlukan sesuatu dari sesamanya.

Meski malam telah larut namun keceriaan dan keakraban masih nyata terekam di sebuah bus dalam perjalanan Surabaya-Yogjakarta, 9 Juli lalu. Sebanyak 44 orang yang terdiri dari petugas tata tertib (Tatib) Paroki dan perwakilan Tatib Wilayah PHKY akan menggelar rekoleksi di Wisma Kinasih Kaliurang Yogyakarta.

Rekoleksi yang mengangkat tema “Melayani dengan hati” ini dikemas dalam dua sesi. Sesi pertama dibawakan oleh Mgr. FX. Prajasuta MSF dengan menggunakan bahasa Jepang (alias jelas dan gampang). Monsinyur mengupas seluk beluk pelayanan dan mutu hidup dari manusia. Setiap manusia bermutu menyadari bahwa dirinya diciptakan menurut citra Allah yang adalah kasih. Maka selayaknyalah tangannya digunakan untuk memberi, hatinya untuk mencintai, mulutnya untuk menghibur dan bibirnya untuk menebar senyum, perhatian serta kasih. Manusia bermutu hidup bagaikan matahari yang memancarkan terang dan kehangatan kepada siapapun tanpa mengharap imbalan, berbuat baik kepada siapapun dengan tulus tanpa pamrih. Dia tumbuh dari iman akan kasih Allah dan menjadikan kehendak Allah sebagai pedoman hidupnya.

Hidup adalah anugerah Allah yang harus disyukuri dan dimaknai sebagai panggilan untuk meneruskan kebaikan dan kasih Allah kepada sesama. Mensyukuri hidup juga dapat dihayati dengan menggunakan talenta dan kesempatan yang dianugerahkan Allah untuk memuliakan Allah dan kebaikan kepada sesama. Setiap manusia diciptakan memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan sepatutnya diterima dengan penuh syukur tanpa membuat kita sombong, dan kekurangan diterima dengan rendah hati tanpa menjadikan kita rendah diri.

Menghayati iman dalam hidup sehari-hari dapat dilakukan melalui doa, sabda, ekaristi, pelayanan, kerasulan dan persaudaraan. Memikul tanggung jawab harus dihayati sebagai panggilan bukan sebagai beban maka harus dilakukan dengan gembira, tegar dan penuh semangat. Manusia tidak dapat melakukan segalanya dengan baik tetapi dapat melakukan sesuatunya dengan baik dan inilah yang harus dilakukan. Orang baik bukannya orang yang tanpa cela dan tidak pernah berbuat salah, melainkan orang yang selalu berusaha untuk menjadi baik, orang yang berani bangkit bila jatuh karena semata-mata mengandalkan belas kasih dan kerahiman Allah.

Malam itu monsinyur juga menyinggung adanya banyak “pelayan” yang berguguran di tengah perjalanan kepengurusan. Hal itu disebabkan tanpa disadari mereka aktif bukan untuk kemuliaan Tuhan melainkan untuk kemuliaan diri sendiri. Mereka hanya mengandalkan kekuatan diri sendiri dan bukan mengandalkan rahmat dari Tuhan. Hidup berkomunitas seharusnya merupakan tempat untuk saling “asih-asah-asuh”, semua itu menjadi berantakan jika diracuni oleh persaingan, iri hati, dengki dan prasangka serta sikap masa bodoh dari anggotanya.

Setelah santap malam, rekoleksi sesi kedua dilanjutkan oleh Kristoforus Adam Santoso Salim selaku koordinator Tatib Paroki yang baru pengganti John Anwar Sugiarta. Adam mengawalinya dengan keprihatinan mengenai anggota Tatib Paroki yang dulu berjumlah 25 orang sekarang merosot menjadi 15 orang.

Untuk membantu tugasnya ia mengangkat Andreas Bardono sebagai wakil. Adam juga mengurai tugas Tatib Paroki yang sebagian sudah dapat dikerjakan dengan baik oleh Tatib Wlayah. Namun ada tugas tertentu misalnya mengecek barang umat yang ketinggalan (dompet, kacamata dll) dan mengembalikan kursi setelah misa, masih dikerjakan oleh Tatib Paroki. Peserta juga dihimbau untuk memikirkan bersama agar tugas Tatib Paroki dan Tatib Wilayah dapat selalu berjalan dengan baik. Rekoleksi dipungkasi oleh Yusup GK Soemani yang menerangkan rencana perubahan tata tertib parkir kendaraan di PHKY berupa pembedaan kartu parkir antara tempat parkir di depan dan belakang gereja yang berbentuk stiker.

Acara tiga hari yang penuh kebersamaan itu ditutup dengan misa kudus di gereja Keluarga Kudus Banteng serta singgah ke Mallioboro setelah sehari sebelumnya ziarah ke gua Jatiningsih Klepu Godean Jogjakarta. (*)

Oleh : Theresia Margaretha


0 Responses to “Rekoleksi Tatib Paroki HKY”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: