06
Oct
10

Namamu, Tanggungjawabmu

Apa jadinya jika milyaran manusia penghuni planet bumi ini tidak memiliki nama? Wow, tentu menjadi sangat kacau. Nama merupakan sarana identifikasi. Tak cuma manusia. Tumbuhan, hewan, dan semua yang ada di dunia ini memiliki nama masing-masing. Kita bisa mengenal dan membedakan manusia satu dengan yang lainnya melalui nama. Tentu, bukan sekedar nama. Di balik nama itu sendiri, umumnya memiliki makna penting dan mendasar. Demikian pendapat Romo Dicky Rukmanto ketika menanggapi makna sebuah nama.

Sebagai orang Katolik sepatutnya kita menggunakan nama kudus. Dalam gereja Katolik, nama kudus berasal dari orang-orang kudus yang telah dinobatkan oleh pimpinan gereja. Mereka disebut kudus karena memiliki kualifikasi tertentu dan memperoleh pengakuan karena telah mememuhi standart Kristiani. Kita lalu mengenal mereka sebagai Santo, Santa ataupun para Martir. Mereka adalah pahlawan dan tokoh yang patut kita teladani.

“Dengan membubuhi nama kudus dalam setiap nama, diharapkan mampu menginspirasi dan memotivasi kita dalam setiap tindak dan perbuatan kita sebagai pengikut Kristus,” jelas Romo Kepala Paroki Santo Yakobus nan murah senyum ini. Romo yang bernama lengkap Benediktus Yohanes Pemandi Dicky Rukmanto Bayukiswara ini tidak pernah protes ke orangtuanya yang telah memberinya nama cukup panjang. Romo kelahiran Kediri 17 September 1962 ini justru bersyukur karena dia akhirnya benar-benar mengikuti jejak Yohanes Pemandi, yakni mempermandikan (membaptis) umat manusia.

“Jika saat ini Anda merasa memiliki nama kudus, segeralah cari tahu profil ataupun riwayat orang kudus itu dan ikutilah jejak kudusnya. Harusnya kita malu, nama kita kudus tapi tingkah laku kita tidak sedikit pun mencerminkan kekudusan itu”, ujar romo berkacamata minus yang pernah delapan tahun menjabat sebagai Direktur Tahun Rohani Seminari Tinggi Interdiosisan Malang ini. Menurut alumni Sekolah Tinggi Filsafat Theologia (STFT) Widyasa Malang ini, nama baptis tidak saja memiliki arti religius, terkadang nama itu mempunyai makna simbolik pula. Misalnya, Rasul Petrus (artinya batu karang) sebelumnya bernama Simon.

Sejak dulu, pemberian nama telah mendapat tempat penting dalam liturgi pembaptisan. Pada permulaan persiapan sudah didaftarkan nama yang hendak dipilih. Tradisi ini telah dijalankan pada abad ke-5 di Yerusalem, yaitu pada malam sebelum masa puasa dimulai. Orang tua perlu memikirkan dengan baik nama yang tepat untuk anak-anaknya.

Diharapkan, kelak si anak dewasa pun bisa mempertanggungjawabkan nama baptisnya ini. “Umat bisa mencari referensi nama baptis di buku daftar nama orang kudus, kitab suci, atau minta masukan dari pastor. Namamu adalah tanggungjawabmu. Apalah arti nama indah nan kudus tetapi bertolak belakang dengan perilaku kita yang tidak mencerminkan keindahan dan kekudusan nama itu?” tegas alumnus Universitas Gergoria, Roma, Italia ini (*)

Oleh : Ansis Uba Ama 


1 Response to “Namamu, Tanggungjawabmu”


  1. 1 adhi
    08/04/2012 at 10:27

    Benediktus Yohanes Pemandi Dicky Rukmanto Bayukiswara….Namamu, Tanggung Jawabmu ??
    “Apalah arti nama indah nan kudus tetapi bertolak belakang dengan perilaku kita yang tidak mencerminkan keindahan dan kekudusan nama itu?” tegas alumnus Universitas Gergoria, Roma, Italia ini” ini saya kutib sama persis tulisan oleh Ansis Uba Ama. Terlalu beratkah nama anda??


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: