06
Oct
10

Mereka itu Berharga karena Mereka adalah Ciptaan Allah

Yayasan Merah Merdeka Surabaya

“Anak mempunyai hak atas kebebasan untuk menyatakan pendapat…mencakup kebebasan untuk mencari, menerima dan memberi segala macam informasi dan gagasan terlepas dari batas wilayah, baik secara lisan, tertulis atau cetakan, dalam bentuk karya seni, maupun melalui media lain sesuai dengan pilihan anak yang bersangkutan.”

(Konvensi Hak Anak pasal 13)

Bila kita melintas di jalan Kinibalu no.41, nampak sebuah rumah yang sederhana. Di depan rumah tersebut tumbuh beberapa pohon yang tinggi dan terkesan sangat rindang. Itu adalah rumah kontrakan,yang menjadi sekretariat dari Yayasan Merah Merdeka (YMM). YMM, berdiri sejak 1998 oleh romo Gani Sukarsono CM yang biasa dipanggil romo Gani. Berdirinya YMM diawali dengan krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada pertengahan tahun 1997. Kondisi Indonesia goyang dan konflik politik, ekonomi, serta sosial mengakibatkan banyaknya terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK). Akibatnya, banyak anak terpaksa putus sekolah, karena orang tua yang tidak mampu lagi membiayai sekolah mereka. Akhirnya anak-anak turun ke jalanan dan anak jalanan. Situasi ini menggerakkan sekelompok orang muda untuk berbuat sesuatu bagi mereka. Gerakan ini diteguhkan juga oleh kesadaran akan banyaknya anak miskin yang membutuhkan pertolongan terutama anak jalanan. Juga banyaknya keluhan mengenai sikap dan tingkah laku anak jalanan yang dianggap meresahkan masyarakat.

Kesadaran lain adalah bahwa dalam terang iman, anak-anak ini berharga bagi Allah dan dicintai Allah.

Karena prihatin dengan kondisi itu, Rm. Gani Sukarsono CM dan beberapa orang muda membentuk komunitas yang kemudian diberi nama Sanggar Hitam Putih (SHP). SHP kemudian berganti nama menjadi YMM. Nama “Merah Merdeka” merupakan akronim yang diambil dari visi sanggar yaitu Membangun masyarakat Humanis, Membebaskan Rakyat Dengan Kasih. YMM merupakan komunitas kecil anak-anak muda yang bekerja bersama anak-anak pinggiran (anak-anak dari keluarga miskin dan anak-anak jalanan) di kota Surabaya.

Yayasan ini berada di bawah naungan Congregasi Misi (CM). Misi YMM adalah memberdayakan masyarakat miskin, terutama anak-anak, memberikan pengalaman kasih dan pendidikan kepada anak jalanan dan anak terlantar, membantu anak jalanan mendapatkan kehidupan yang layak dan mandiri, membawa mereka untuk mampu saling mengasihi sesama walaupun ada banyak perbedaan.

Anak-anak di YMM terdiri dari aneka suku dan agama. Pembinaan dan pendampingan pun tidak pernah dibeda-bedakan, semua berdasarkan kemanusiaan.

“Kehidupan kaum miskin, khususnya anak-anak, melahirkan keprihatinan yang dalam. Kami mencoba berbela rasa dengan mereka lewat pendampingan untuk anak-anak dari keluarga miskin di Surabaya,” kata Romo Wawan CM ketua YMM.

Para pendamping di YMM terdiri dari relawan tetap dan relawan tidak tetap. Mereka melakukan pendampingan mental, karakter, penanaman nilai kemanusiaan, praktek berelasi sosial, membentuk self image yang positif dan memberlakukan mereka dengan cinta dan kasih sayang supaya anak juga mempunyai rasa dicintai dan mencintai. “Bagi kami, anak-anak adalah pemilik masa depan. Karena itu, pendidikan untuk mereka  tidak bisa ditunda, apalagi ditiadakan,” tegas romo Wawan .

Saat ini YMM mempunyai dua sanggar; Sanggar Kita Bersama di jalan Kinibalu dan Sanggar Belajar di jalan Simo. Sasaran utama kegiatan Sanggar Kita Bersama adalah: anak-anak keluarga miskin (tukang becak, penyapu jalan, pedagang kaki lima, kuli bangunan, dsb.) di daerah sekitar Jagir, Bendul Merisi, Tales, Panjang Jiwo dan sekitarnya (usia SD dan SMP), Untuk Sanggar Belajar, subyeknya adalah anak-anak keluarga miskin di sekitar Simo Pomahan Surabaya.

Sanggar Kita Bersama beralamt di jalan Jagir Sidomukti I/14 Surabaya. Sementara Sanggar Belajar beralamat di jalan Simo Pomahan 2/2A, Surabaya. Di dua sanggar itulah pusat kegiatan YMM bersama anak-anak keluarga miskin.

Pendampingan belajar.

Pendampingan belajar telah dilakukan sejak awal berdirinya YMM. Pendampingan belajar adalah pintu masuk agar anak-anak mau berkumpul. Kegiatan dalam program ini antara lain belajar bersama, menggambar, menulis cerita dan puisi, membaca buku, dsb. Ada pula tambahan belajar bagi anak-anak usia SMP dan SMA.

Para relawan diberi tanggung jawab menjalankan beberapa peran penting sanggar dan mengajar anak-anak usia SD. Para relawan ini juga diberi beberapa kursus tambahan, seperti bahasa Inggris dan komputer untuk meningkatkan kompetensi. Selain itu, buku-buku perpustakaan perlu diperbaharui.

Pembekalan keterampilan lain

Selain belajar, anak-anak ini juga dibekali berbagai keterampilan seperti membatik, musik, dan tari. Tujuan utamanya adalah agar mereka bisa mengekspresikan diri melalui alat-alat musik dan tarian. Diharapkan pula, melalui berbagai event anak-anak ini bisa unjuk diri, menumbuhkan kepercayaan diri dan image positif.

Sebagian dari mereka juga diberi akses untuk praktek kerja misalnya di jasa cuci motor. Ke depan direncanakan untuk dikembangkan bentuk-bentuk kerja-kerja lain seperti jasa sablon, membuat sabun, dsb.

Tujuan praktek kerja adalah melatih anak untuk bekerja bagi diri mereka sendiri dan teman-temannya. Diharapkan mereka akan mempunyai pengalaman, bukan hanya dalam kerja, melainkan juga dalam hal bekerja bersama dan bekerja demi keuntungan bersama.

YMM juga menerbitkan buletin Rumah Kita dan majalah dinding yang dikelola bersama antara relawan dan subyek dampingan.

Dana operasional dan honor relawan YMM didapat lewat sumbangan donator tetap dan tidak tetap. Setiap donatur akan mendapatkan laporan penggunaan dana lewat buletin Rumah Kita. YMM juga menampung sumbangan natural (beras, kopi, gula, dll), pakaian layak pakai dan buku-buku bacaan untuk perpustakaan mereka.

YMM juga memberi kesempatan pada orang muda yang berminat menjadi relawan. “Syaratnya sederhana; mau belajar pada orang lain, bisa bekerja dalam team dan mencintai anak-anak,” tandas romo Wawan mengakhiri obrolan dengan Benedizione. (*)

Oleh : Krispianus Alfen


0 Responses to “Mereka itu Berharga karena Mereka adalah Ciptaan Allah”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: