06
Oct
10

Menghias Gereja Menjaga Kesakralan Liturgi

Sie Bunga

Sebagai gereja Katedral yang menjadi “jujugan” umat dari berbagai wilayah, kelompok, golongan, maupun latar belakang, Pengelolaan dan pelayanan di Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Surabaya tentunya lebih kompleks.

Untuk mendukung perayaan Ekaristi maupun kegiatan-kegiatan paroki, perlu adanya sistem dan pembagian tugas yang tepat. Kompleksitas dalam paroki ini, menuntut keterlibatan dan kerjasama banyak umat dan romo-romo di paroki. Dari sekian banyak kelompok yang berperan penting dalam sistem di paroki, Sie Bunga juga turut andil di dalamnya. Sie Bunga bernaung di bawah Sie Liturgi dan menjadi bagian dalam Dewan Pastoral Paroki.

Ditemui di sela-sela aktivitas mengajarnya, Maria Tumengkol, dosen Fakultas Ekonomi Unika Widaya Mandala yang juga penanggung jawab Sie Bunga ini, memaparkan seluk beluk tugas yang diembannya itu. “Pada dasarnya Sie Bunga ini ada untuk memfasilitasi Gereja dalam hal pengadaan bunga,” demikian penjelasannya ringkas. “Kita hanya berusaha untuk mempersembahkan yang terbaik untuk Tuhan, dengan hal-hal yang dapat kita lakukan,” imbuhnya. Peran ini pada akhirnya berkembang, mencakup hal lain yang terkait dengan kebutuhan liturgi Gereja.

Kegiatan konkrit yang biasa dilakukan Sie Bunga adalah mempersiapkan bunga, baik hasil rangkaian sendiri maupun bekerjasama dengan florist (ahli bunga), untuk menghiasi sekitar altar maupun bagian lain di dalam gereja. Persiapan ini dilakukan baik untuk misa rutin dan misa besar, terutama saat “gereja mantu” (tahbisan romo baru, red.). Ruang Adorasi juga menjadi wilayah yang harus dijamah oleh Sie Bunga. Dua minggu sekali, selalu ada petugas yang menempatkan rangkaian bunga segar di sekitar altar Sakramen Mahakudus. Tugas lainnya memfasilitasi kebutuhan bunga dan dekorasi pengantin yang akan melakukan pemberkatan di gereja.

Untuk yang satu ini, banyak umat mengeluhkan mahalnya biaya pemberkatan nikah di paroki HKY. Namun, dengan sigap Tumengkol, sapaan akrab ibu dua anak ini, mengklarifikasi. “Tidak ada paksaan bagi pasangan yang akan menikah untuk menggunakan dekorasi bunga. Paket dekorasi bunga yang kami tawarkan relatif sama dengan di gereja lain di Surabaya, berkisar antara Rp 500.000 sampai Rp 1.500.000.”

Menurut Tumengkol, biaya untuk pemberkatan pernikahan di gereja HKY hanya untuk keperluan administratif di sekretariat paroki dan pengadaan bunga jika calon pengantin menghendaki. Lebih lanjut beliau menjelaskan, banyak alternatif cara yang dapat digunakan terkait dengan pengadaan bunga. Misalnya, calon pengantin bisa joint dengan calon pengantin lain yang menikah pada hari yang sama. Juga dimungkinkan sumbangan dari uang kas Sie Liturgi untuk umat paroki yang tidak mampu, dengan sepengetahuan ketua Lingkungan dan Wilayah setempat.

Sie Bunga juga memberlakukan beberapa peraturan terhadap florist rekanan. Florist harus memahami aturan dan tata cara di dalam gereja dan sekitar altar pada saat mendekor. Selain itu, florist yang “kebagian order” dari calon pengantin, diwajibkan untuk membayarkan fee pada Sie Bunga. Hal ini sudah menjadi kesepakatan kedua belah pihak. Tumengkol menjelaskan, fee yang diterima oleh Sie Bunga akan dicatat dalam pemasukan kas Sie Liturgi.

Segala bentuk kebutuhan untuk liturgi gereja, mulai dari pengadaan bunga, keperluan sakristi, termasuk jubah romo dan perlengkapannya, konsumsi petugas saat misa besar, serta pengadaan bantuan untuk calon pengantin yang kurang mampu, akan dipenuhi dari dana kas sie liturgi.

Suka duka telah dialami Tumengkol selama empat tahun menjabat sebagai kordinator Sie Bunga ini. Terutama ketika harus memfasilitasi umat yang hendak mengurus administrasi gereja. Beragam karakter umat yang dihadapi, menjadi satu pengalaman berharga baginya untuk selalu belajar memahami orang lain.

Dekorasi bunga memang bukan inti dari liturgi. Dekorasi hanyalah hiasan pelengkap dan penunjang bagi terselenggaranya liturgi yang sesuai dengan tradisi Gereja Katolik. Dekorasi bunga menghias gereja sekaligus menjaga kesakralan liturgi. Oleh karena itu, memandang remeh dekorasi bunga tentu bukanlah sikap yang bijaksana.

Oleh : Agnes Lyta Isdiana


0 Responses to “Menghias Gereja Menjaga Kesakralan Liturgi”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: