06
Oct
10

Mengenal Empat Dasar Karakter Manusia

Kita semua dilahirkan dengan perbedaan dan keunikan masing-masing. Namun tidak semua orang mampu melihat perbedaan sebagai kekayaan. Dan tidak semua orang dapat memahaminya. Justru sebaliknya, ada yang menjadikan perbedaan itu sebagai alat untuk perselisihan. Bertolak dari kenyataan itu, Bidang Keluarga Kristiani Paguyuban Tulang Rusuk Surabaya, 31 Juli-1 Agustus lalu menggelar Powered Personality Weekend angkatan ke 14, di Graha Wacana SVD Ledug Prigen dengan tajuk Empat Dasar Karakter Manusia, yang disampaikan sangat apik dan gamblang oleh tim Powered Personality dari Jakarta.

Awal acara peserta diberikan test untuk mengetahui karakter masing-masing. Setelah itu tim menerangkan ke-4 dasar karakter dari manusia yang terdiri dari sanguinis (cirinya ceria, suka bicara, antusias dan ekspresif, mudah bergaul, egois, suara dan tertawa keras, mudah dikendalikan oleh keadaan atau orang lain, mudah bosan), melankolis (cirinya serius, sensitive, idealis, perfeksionis, tertib, hemat, menghindari perhatian, berpikiran negatif, pendendam, memiliki citra diri rendah, sulit bersosialisasi, sulit mengungkapkan perasaan), koleris (cirinya senang memimpin, dinamis dan aktif, berkemauan keras, berani menghadapi tantangan, tidak sabar dan cepat marah, senang memerintah, menyukai kontroversi, workaholics, sulit mengaku salah), phlegmatis (cirinya santai, tenang dan teguh, sabar, pendengar yang baik, tidak banyak bicara, penengah masalah yang baik, suka menunda pekerjaan, kurang antusias, khawatir, menghindar tanggung jawab, keras kepala, pemalu dan pendiam, sulit membuat keputusan).

Setelah itu dilanjutkan sesi simulasi, dalam sesi ini peserta dibagi beberapa kelompok berdasarkan karakter tiap peserta. Setiap kelompok diberikan beberapa soal yang sama seperti menggambar, mempresentasikan gambar dan membuat suatu menara cinta dari bahan sedotan. Dan terbukti gambar, presentasi dan tugas tersebut mencerminkan karakter dari masing masing kelompok.

Dari kelompok sanguinis, gambar yang dihasilkan bernada ceria, penuh warna. Hasil presentasi juga lucu dan atraktif. Dari kelompok melankolis, gambar yang dihasilkan serius, semuanya tertata rapi pada tempatnya. Hasil presentasi pun juga serius. Dari kelompok koleris, gambar yang dihasilkan tegas dan berani. Presentasi pun juga keras dan tegas. Dari kelompok phlegmatis, gambar yang dihasilkan berkesan sunyi dan damai. Presentasi hampir tidak kedengaran suaranya, dan tampak peserta menghindari tampil di depan.

Sesi selanjutnya adalah perpaduan karakter. Dalam sesi tersebut dibahas bahwa ternyata jarang sekali manusia mempunyai salah satu saja dari ke 4 dasar karakter yang ada. Kebanyakan manusia mempunyai kombinasi beberapa karakter. Misalnya sanguinis-koleris, melankolis-phlegmatic, koleris-melankolis dan lain sebagainya. Dan tentunya perpaduan karakter itu juga mencakup perpaduan kelebihan dan kekurangan dari karakter-karakter itu. Dibahas juga solusi untuk mengatasi kelemahan dari perpaduan karakter itu.

Di penghujung malam peserta dibagi kelompok untuk sharing. Dalam sharing kelompok, banyak dikemukakan masalah yang melanda kehidupan mereka. Baik masalah keluarga, antara pasangan suami istri, relasi orangtua dan anak, adik dan kakak, dengan pacar, ataupun dengan teman dan sahabat.

Nampak sekali perbedaan karakter itu sering menjadi bahan perselisihan dan bila dibiarkan tanpa solusi dapat berujung fatal (perceraian misalnya bila mereka sudah berkeluarga). Adakalanya ketika kekuatan karakter menutupi kelemahan karakter pasangan, kombinasinya akan menjadi sangat baik. Tetapi sebaliknya ketika kekuatan keduanya dipertemukan pada titik yang ekstrim malah menjadikan kelemahan. Jika pasangan ini tidak siap menghadapi kelemahan maka pernikahanlah yang akan menjadi taruhannnya. Hal yang dulu dikagumi akan berubah menjadi sesuatu yang mengesalkan atau membosankan bila tidak dimengerti oleh pasangan.

Banyak hal positif yang bisa diperoleh dari perbedaan. Cara pandang yang benar akan melahirkan sikap yang tepat. Masing-masing orang memiliki peran tersendiri yang tidak bisa digantikan oleh orang lain. Misalnya, jika semua orang memiliki kemampuan memimpin (koleris), lantas siapa yang mau dipimpin (phlegmatis)? Jika semua orang berjiwa serius (melankolis), tidakkah dunia akan menjadi sepi tanpa orang sanguinis?

Merasa diri lebih penting atau lebih baik dari orang lain tidak akan menambah nilai lebih bagi kita. Mari kita mulai menerima setiap orang dan memahami perbedaan karakter serta kekurangan masing-masing. Semuanya memang tidak diperoleh secara instant, membutuhkan latihan serta penyangkalan diri. Sebenarnya masih banyak faktor lain yang dapat membedakan kadar setiap karakter. Misalnya kecerdasan emosional, spiritual, pendidikan, lingkungan keluarga, dll.

Ternyata perbedaan itu adalah suatu anugerah, tanpa ada perbedaan kita tidak akan merasakan hidup semeriah sekarang. Lebih bijak bila kita berhenti menyesalkan perbedaan, agar kita menemukan sumber kebahagiaan.

Weekend yang digelar rutin setahun dua kali ini memang layak untuk diikuti oleh setiap orang, agar kita dapat lebih memahami karakter dari orang orang yang kita cintai. Karena jika kita hanya membaca bukunya, kita akan semakin terperangkap pada karakter kita tanpa tahu solusi untuk memperbaiki diri.

Powered Personality Weekend ini juga cocok untuk team kerja atau komunitas yang mengandalkan kekompakan dan kerjasama. (*)

Oleh : Theresia Margaretha


0 Responses to “Mengenal Empat Dasar Karakter Manusia”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: