06
Oct
10

Meneladani Orang Kudus, Meneladani Keutamaan

Marilah kita sebut satu nilai (value) kehidupan misalnya kejujuran. Nilai kejujuran biasa disebut golden rule (prinsip utama) yang berlaku di Kutub Utara sampai Kutub Selatan. Dengan kata lain, berlaku untuk semua manusia. Tidak ada seorang pun yang suka dibohongi dan semua orang berusaha untuk menjadi orang jujur. Dalam artikel ini kejujuran akan kita sebut sebagai keutamaan.

Keutamaan menduduki peringkat tertinggi dalam prinsip hidup seseorang. Setiap orang dapat memiliki keutamaan yang berbeda-beda. Ada orang yang keutamaan hidupnya adalah berbakti pada orangtua. Ada juga yang memiliki keutamaan dalam tekun berdoa. Keutamaan yang mereka pegang membantu mereka untuk kembali pada tujuan hidup di saat mereka jatuh dalam ketidakberdayaan akibat dosa. Keutamaan menuntun mereka saat tersesat dalam rutinitas hidup sehari-hari yang melelahkan. Keutamaan membuat mereka hidup dalam kepastian dan keyakinan akan arah dan tujuan hidup.

Dari orang-orang kudus kita belajar tentang keutamaan hidup. Orang-orang kudus yang menjadi kekayaan tradisi Gereja Katolik sepanjang masa, adalah orang-orang biasa yang hidup seperti layaknya orang-orang lain. Mereka mungkin adalah seorang janda miskin, perawan tua, rakyat jelata, cendekiawan, orang tidak berpendidikan, seorang raja atau seorang bapak yang berasal dari berbagai suku bangsa, ras dan budaya. Yang membedakan adalah keutamaan yang mereka perjuangkan hingga wafat.

Proses dan prosedur penetapan

Gereja Katolik terkenal “ketat” dalam menentukan seseorang menjadi orang kudus yang patut diteladani. Sebelum ditetapkan menjadi Beato-Beata dan Santo-Santa, kisah dan nilai hidup seseorang diteliti oleh otoritas Gereja dalam waktu yang lama dan detail.

Adalah Paus Gregorius IX pada tahun 1234 yang memprakarsai sebuah prosedur penelitian untuk menetapkan seseorang menjadi calon Santo-Santa. Tiga abad kemudian, di bawah penggembalaan Paus Sixtus V, dibentuklah Kongregasi Ritus yang diberi wewenang untuk mengawasi dan melakukan penelitian terhadap calon Santo atau Santa.

Prosedurnya sebagai berikut; apabila seorang yang telah meninggal dunia dan “dianggap martir” atau “dianggap kudus” oleh orang-orang di sekitarnya, maka biasanya Uskup setempat yang mengusulkan proses penyelidikan. Salah satu unsur penyelidikan adalah apakah ada suatu mukjizat atau doa yang terkabul melalui perantaraan calon Santo-Santa bersangkutan.

Otoritas Gereja juga akan menyelidiki sikap, perbuatan, ucapan, tulisan dan segala hal yang dilakukan oleh calon Santo-Santa itu untuk melihat apakah mereka setia pada “ajaran yang murni”. Intinya Gereja mencari apakah ada kesesatan atau sesuatu yang bertentangan dengan iman Katolik yang pernah dilakukan oleh calon tersebut. Semua hasil penyelidikan dikumpulkan dan kemudian dalam satu berkas yang utuh, dokumen itu disahkan dan dimeterai untuk diserahkan kepada Kongregasi Ritus.

Selanjutnya Kongregasi Ritus masih melanjutkan penyelidikan. Lazimnya, Kongregasi Ritus memeriksa apakah calon mengamalkan keutamaan-keutamaan hidup yang patut diteladani dan hidup dalam belas kasih yang istimewa kepada sesama. Ketika calon dimaklumkan sebagai orang yang hidup dengan mengamalkan keutamaan-keutamaan, maka calon disebut sebagai Venerabilis.

Proses selanjutnya disebut Beatifikasi dan calon disebut Beato-Beata. Begitu dibeatifikasi, calon Santo-Santa boleh dihormati, tetapi terbatas pada suatu kota, keuskupan, wilayah atau kelompok religius tertentu. Setelah Beatifikasi, proses berikutnya adalah Kanonisasi dan calon sudah dapat disebut sebagai Santo-Santa.

Meneladani keutamaan

Dari proses dan prosedur penetapan itu dapatlah kita simak bahwa Gereja sangat memfokuskan penyelidikan pada keutamaan hidup calon yang dijalani dengan gagah berani. Orang-orang kudus ini bukanlah orang yang hidup tanpa dosa. Mereka juga manusia yang hidup dalam kelemahan dan kekurangan. Bahkan ada juga orang kudus yang semasa hidupnya dikenal sebagai pendosa berat. Namun, berkat sapaan dan rahmat Allah mereka ini mampu mengatasi kelemahan dan kekurangan untuk hidup dalam keutamaan seturut kehendak Allah.

Berikut ini contohnya ; Beata Michelina adalah seorang janda kaya yang hidupnya berubah setelah ditinggal mati oleh suaminya. Dari kehidupan yang hanya berisi pesta, hura-hura dan makanan mewah, berubah menjadi hidup yang diabdikan untuk orang lain. Selain membesarkan putra tunggalnya, Michelina juga menghabiskan sisa hidupnya untuk melayani, merawat dan mengunjungi orang-orang sakit di lingkungannya. Orang-orang mulai mencintai Michelina setelah tahu perbuatannya itu tanpa pamrih. Dia mengorbankan semua kekayaan dan memilih menjadi orang yang hidup untuk orang lain. Michelina menemukan keutamaan hidupnya adalah menolong orang sakit. Saking cintanya pada Michelina, para penduduk memasang lampu yang senantiasa menyala sejak hari kematiannya. Rumahnya juga dijadikan gereja dan dirinya ditetapkan menjadi Beata.

Mungkin kita pernah menjumpai sosok seperti Michelina di sekitar kita. Orang yang hidupnya berubah total setelah mengalami suatu peristiwa besar. Orang ini tentulah menerima sapaan Allah lewat orang lain yang menyadarkan dirinya untuk hidup dalam keutamaan. Keutamaan bisa datang tanpa direncanakan. Ia bisa datang saat usia senja, atau menjelang ajal. Akan lebih indah jika keutamaan itu kita temukan dan sadari sejak usia muda. Selanjutnya, biarlah keutamaan itu yang menuntun hidup kita.

Yang terpenting dalam menjalani hidup dengan keutamaan adalah menyadari bahwa kita manusia lemah, berdosa dan membutuhkan bimbingan Tuhan dan Gereja-Nya. Itulah sebabnya, di awal setiap kali kita menghadap Tuhan lewat Ekaristi Kudus, kita memulainya dengan doa tobat yang penuh penyesalan akan dosa  dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Oleh : Yudhit Ciphardian


0 Responses to “Meneladani Orang Kudus, Meneladani Keutamaan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: