06
Oct
10

Konsultasi Iman

Ytk. Rm Haryo

Romo saya pernah membaca ayat di Alkitab ada dosa yang terampuni dan ada dosa yang tidak terampuni yaitu dosa yang “menghujat Roh Kudus” Markus 3:20-29. Yang dimaksud dosa yang menghujat Roh Kudus itu seperti apa romo ? Terima kasih.

Vian

Paroki HKY

 

Sdri Vian yang terkasih.

Saya akan menjawab pertanyaanmu mengenai hujat melawan Roh Kudus. Tafsir kitab suci mengatakan hujat melawan Roh Kudus sebenarnya bukan sebagai dosa konkret (dosa sendiri) melainkan sebagai sikap anti total terhadap karya penyelamatan Allah. Bila manusia dikuasai oleh sikap itu, maka seluruh pribadinya berada dalam sikap melawan Allah. Ia sendiri mengucilkan dirinya dari keselamatan. Menyamakan Yesus (Sang Keselamatan) dengan iblis, sama dengan tidak mau menerima keselamatan itu sendiri. Karena itu Gereja masa awal berkeyakinan bahwa barang siapa mengakui Yesus (Sang Keselamatan) maka ia tidak mungkin dikuasai oleh kejahatan.

Sebenarnya bila ada orang yang tidak mendapat ampun, keadaan ini tidak mungkin terjadi karena pada dasarnya Allah itu Maharahim dan berbelas kasih, selalu siap untuk mengampuni. Namun manusia dapat saja tidak menghendaki pengampunanNya. Manusia dapat membiarkan dirinya begitu dikuasai kejahatan sehingga ia tidak mau bertobat sebab hatinya  sudah berubah menjadi “keras” seperti batu (scklero cardia). Terhadap orang semacam itu maka serasa Kristus sendiripun tidak berdaya dalam arti bahwa manusia secara otonomi sebagai pribadi diberi kebebasan oleh Tuhan. Setiap orang yang sangat takut kepada Allah yang berbelas kasih tidak akan terperangkap dalam sikap yang mengerikan itu. Sebab Allah tidak menghendaki orang berdosa binasa melainkan bertobat dan beroleh keselamatan. Baca 1 Yoh 4:2.

 ——————————-

Ytk. Rm. Haryo

Romo saya seorang wiraswasta yang mempunyai usaha kecil kecilan. Dan saya mempunyai seorang karyawan yang menjengkelkan sekali. Banyak complain dari customer yang ditujukan kepadanya. Sudah berulang kali saya menegur bahkan memarahi dia namun tidak ada hasilnya, dia tidak pernah berubah. Terus terang saya sudah kesal kepadanya dan berniat untuk mem phk tapi setiap kali saya mau melaksanakan niat itu kok rasanya tidak tega. Karena hidup keluarganya bertumpu kepada dia. Jadinya saya yang sering makan hati sendiri. Biasanya kalau saya sudah jengkel, saya lalu mendiamkannya. Tapi saya yang merasa tidak damai sejahtera karena saya tidak bisa mengampuninya. Begitu terus berulang kali kejadiannya. Menurut romo apa yang harus saya lakukan ? Apakah sikap saya yang tidak tegaan itu salah karena sikap karyawan saya itu juga kerap merugikan usaha saya. Terima kasih romo.

Maria

Paroki HKY

Sdri. Maria yang terkasih.

Menurut saya kamu adalah orang yang baik karena mempunyai sifat belas kasih terhadap sesama termasuk karyawanmu. Meskipun dia merugikan usahamu namun kamu tidak mem phk karena dia adalah satu satunya penopang keluarga. Namun keadaan itu tidak perlu terlalu ditonjolkan. Kalau dia seiman cobalah untuk diajak berdoa bersama. Kemudian diberi pengertian / peringatan  untuk menyadarkan kesalahannya supaya bertobat serta memperbaiki diri, katakanlah itu sebagai suatu teguran yang pertama atau kedua. Bila hal yang sama terulang kembali (tidak ada perubahan) kamu tidak harus mempertahankan dia lagi kalau memang itu tidak baik buat kamu (merugikan usahamu terus menerus). Biar karyawanmu itu belajar bertanggung jawab atas segala perbuatannya dan keluarganya. Baca Luk 17:3


0 Responses to “Konsultasi Iman”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: