06
Oct
10

Kesucian dalam Hidup Harian

Profil Opus Dei Surabaya

Totalitas dalam bekerja, tidak mengeluh ketika mengalami kesulitan, mengutamakan kepentingan sesama di atas kepentingan pribadi, senantiasa bersyukur akan setiap hal yang diperoleh, dan selalu tersenyum dalam situasi apapun adalah langkah kecil untuk menjaga kesucian yang dihidupi Opus Dei.

Panggilan Umum Menuju Kesucian Hidup” telah dicanangkan oleh Konstitusi Dogmatis Lumen Gentium dalam Konsili Vatikan II pada 21 November 1964. Jauh sebelumnya, atas inspirasi Ilahi, santo Josemaria Escrivá (pelindung Opus Dei) telah mulai mengajarkan hal yang sama, sesuai dengan ajaran Injil Matius 5:48 “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna”. Inilah dasar spiritualitas khas kaum awam yang mendorong beliau mendirikan Opus Dei di Madrid (Spanyol) pada 2 Oktober 1928.

Opus Dei merupakan salah satu institusi dalam Gereja Katolik yang memiliki status sebagai Prelatur Personal sesuai ketetapan dalam Hukum Kanonik (no. 294-297). Prelatur Personal adalah suatu struktur institusional Gereja Katolik Roma yang terdiri dari imam-imam, diakon-diakon klerus sekulir, serta kelompok sosial kaum awam yang membaktikan diri bagi karya-karya kerasulan prelatur. Prelatur personal dihadirkan untuk melakukan pemerataan pembagian para imam atau demi pelaksanaan karya-karya pastoral atau misioner khusus bagi pelbagai daerah atau aneka kelompok sosial.

Opus Dei memiliki misi untuk membantu kaum awam dalam mencapai kesucian hidup di tengah-tengah dunia sesuai dengan panggilan hidupnya masing-masing, baik menikah ataupun selibat. Opus Dei bukan merupakan suatu ordo, persekutuan doa, atau perkumpulan kaum awam yang berdasarkan satu devosi tertentu melainkan sebuah institusi (lembaga) yang ingin mengajak semua awam memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjalankan kehidupan iman mereka sesuai dengan kehidupan Gereja Perdana dan ajaran yang diberikan oleh para rasul untuk menjadi garam dan terang dunia.

Berdasarkan panggilannya, anggota Opus Dei dibagi dalam tiga jenis, yaitu: anggota yang menikah (supernumerari), anggota selibat (numerari), dan anggota selibat yang tinggal bersama dengan orang tua (assosiate). Dalam menjalankan aktivitasnya, setiap anggota memiliki tanggung jawab yang sama untuk melakukan kebajikan kristiani dengan menghidupi nilai-nilai kemiskinan, ketaatan, dan kemurnian.

Dalam segi organisatoris, Opus Dei memiliki kantor pusat di Roma. Sama halnya seperti organisasi Ordo-ordo dalam sejarah Gereja, Opus Dei dibagi atas beberapa regio di tiap benua. Benua Asia memiliki tiga Regio Opus Dei, yaitu: Jepang (mulai tahun 1958); Filipina (mulai tahun 1965) dan Hong Kong (mulai 1987). Kegiatan Opus Dei di Indonesia sendiri berada di bawah naungan Regio Filipina.

Pada pertengahan Januari 2009, Opus Dei datang ke Surabaya atas undangan Bapa Uskup Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono, Pr. Opus Dei hadir untuk membantu karya evangelisasi di Keuskupan Surabaya. Bentuk kegiatan pembinaan rohani Opus Dei antara lain: rekoleksi, retret, seminar, kegiatan sosial, dan lain-lain. Dalam melaksanakan karya pembinaannya, Opus Dei berusaha untuk memberikan satu pembinaan yang intensif. Untuk menciptakan hal tersebut, kegiatan pembinaan rohani di Opus Dei telah dipisahkan dari awal antara kegiatan untuk wanita dan kegiatan untuk pria. Kegiatan untuk kaum wanita dilaksanakan di jalan WR Supratman 3 sedangkan kegiatan kaum pria dilaksanakan di jalan WR Supratman 65. Kegiatan bagi kaum pria atau wanita juga dipisahkan lebih lanjut antara kegiatan untuk para mahasiswa dan kegiatan untuk profesional.

Melalui kegiatan pokok berupa pembinaan kehidupan rohani, Opus Dei ingin membantu kaum awam untuk dapat mensucikan kehidupan mereka sehari-hari. Dalam hal ini, kaum awam –baik laki-laki maupun wanita– harus memiliki satu kehidupan batin yang mendalam dan wajib menjalankan pekerjaan mereka sebaik mungkin karena apapun jenis pekerjaan yang mereka lakukan itu adalah sarana untuk mencintai Tuhan dan mengabdi bagi sesama.

Harapannya, setiap aktivitas yang dikerjakan mengungkapan rasa dari dalam jiwa, yang merupakan perwujudan rasa mencintai Tuhan. “Bilamana seorang awam bekerja sebagai seorang businessman, dia wajib berusaha sebaik mungkin untuk menjadi seorang businessman yang baik –malah dia wajib berusaha menjadi businessman yang terbaik di antara teman-temannya dalam dunia bisnis demi kemuliaan Tuhan dan bukan demi kesombongan pribadi– karena di dunia bisnis tersebut, dia diharapkan menjadi garam dan terang dunia. Kehidupan batin yang mendalam memungkinkan sang pengusaha untuk melaksanakan pekerjaannya sebaik mungkin. Demikian pula bila seseorang bekerja sebagai seorang tukang sepatu maka dia harus berusaha menjadi seorang tukang sepatu yang terbaik di daerahnya,” tutur Romo F.X. Zen Taufik, romo pembimbing Opus Dei menjelaskan.

Kerasulan Opus Dei ingin menegaskan bahwa upaya menjaga kesucian sifatnya tidak jauh, melainkan dekat, dalam hidup harian. Begitu dekatnya sehingga iman harus menemani setiap helaan nafas hidup, melalui pekerjaan yang dilakukan dengan sebaik mungkin, melalui kegembiraan dalam segala hal, melalui kerelaan berkorban, atau bahkan melalui hal-hal sederhana seperti sapaan hangat dan senyum yang ramah.

“Silahkan datang mengunjungi pusat kegiatan Opus Dei yang telah ada saat ini di Surabaya. Kegiatan kami sepenuhnya bersifat spiritual. Dan kegiatan itu terbuka untuk siapa saja,” tutur Romo F.X. Zen Taufik dengan hangat mengakhiri perjumpaan. (*)

Oleh : Reza Kartika


1 Response to “Kesucian dalam Hidup Harian”


  1. 1 Rianny
    28/11/2012 at 06:58

    Very well writen summary of Opus Dei mission…. Semoga semangat Opus Dei meraja di hati umat katolik Indonesia untuk kemuliaan Tuhan & kebaikan umat katolik Indonesia & seluruh dunia…. (Opus Dei is latin for Work of God)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: