06
Oct
10

Buka Bersama Sinta Nuriyah

Kamis (2/9) lalu di kawasan jalan Opak Surabaya, Paguyuban Warung Broto bersama Seksi Sosial Paroki mengadakan acara Buka Puasa bersama Sinta Nuriyah, istri mendiang Gus Dur – mantan presiden ke-4 RI.

Acara dibuka oleh Rm. Eko Budi Susilo dengan memperkenalkan siapa Sinta Nuriyah itu. Acara yang dihadiri sekitar 300an orang, termasuk anak-anak dari masyarakat sekitar, bersama anggota Paguyuban Warung Broto, pengurus DPP, dan pengurus BGKP PHKY ini, juga dihadiri Lurah Darmo, dan kelompok Pelangi (kelompok dialog lintas agama) dari Paroki St. Aloysius Gonzaga Surabaya.

Selanjutnya Vikjen Rm. Dwi Joko dalam sambutannya menyampaikan salam penuh kasih dari Bapa Uskup pada para hadirin yang sebagian besar umat muslim itu. Romo Dwi Joko mengatakan, sebagai umat beragama, kita harus memahami dialog dengan tepat. Dialog ada karena gerakan hati. Ada langkah maju untuk bersama-sama memperjuangkan hal yang mendasar sehingga terjadilah keharmonisan yang indah sehingga masing-masing terpanggil untuk menjadi baik dan sempurna.

Romo Dwi Joko juga mengajak umat untuk bergandengan tangan menuju hidup yang lebih baik dan sejahtera, serta mengusahakan adanya kesempatan kerja bagi sesama kita.

Inti acara buka puasa bersama dengan tema ”Melalui Puasa Kita Tumbuh Kembangkan Etika Moral dan Kemanusiaan” ini adalah ceramah Sinta Nuriyah. Diawali dengan sapaannya pada Romo Eko Budi Susilo yang disebutnya sebagai sahabat, Sinta menceritakan bahwa tradisi buka puasa ini sudah dimulai sejak 10 tahun yang lalu di Istana Negara saat suaminya menjadi Presiden. Dengan buka puasa bersama ini Sinta ingin berbagi kasih, bertegur sapa dengan masyarakat.

Dikatakannya, maksud dan tujuan puasa bukanlah sekedar lapar dan haus, melainkan melatih kesabaran, kejujuran, dan saling menghormati. Semuanya bertujuan mempererat persaudaraan sejati. “Kita tidak boleh bertengkar memperebutkan lahan hidup,” ujar Sinta disambut tepuk tangan hadirin.

Di tengah acara, ada seorang ibu yang menangis mohon doa dari Sinta agar anaknya sembuh dari sakit hydrosephalus dan sudah menjalani lima kali operasi. Permohonan itu dikabulkan Sinta dengan mengajak umat membacakan Surat Al-Fatikhah.

Acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan pada pemilik tabungan terbanyak dari Koperasi Warung Broto dan dialog dengan tukang becak tertua, Miskah (72). Sinta dengan penuh perhatian mendengar keluhan Miskah yang harus menyambung hidup sebagai tukang becak karena beban menghidupi keluarga.

Acara buka puasa ini terasa gayeng karena banyak ibu-ibu pengagum Sinta Nuriyah yang ingin foto bersama. Setelah berbuka puasa bersama, acara dilanjutkan dengan pembagian bingkisan sembako untuk masyarakat sekitar, anggota koperasi Warung Broto dan mereka yang membutuhkan.

Paroki HKY telah tiga tahun ini mengadakan buka puasa bersama dengan Sinta Nuriyah.

Oleh : Daniel Gesang


0 Responses to “Buka Bersama Sinta Nuriyah”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: