24
Jul
10

Seputar Misa Kudus

Ytk. Rm Haryo

Romo, saya mau bertanya sekitar misa kudus. Pada waktu misa perlukah kita membuat tanda salib untuk doa-doa pribadi kita seperti doa sebelum dan sesudah komuni, atau juga pada waktu romo selesai khotbah, mengingat pada awal dan akhir misa sudah dibuat tanda salib besar. Ada saat saat tertentu romo membungkukkan badan, apakah umat juga harus mengikuti? Waktu mengucapkan “Aku percaya” pada kalimat …yang dikandung dari Roh Kudus… Saya pernah mendengar kita diminta sedikit membungkukkan badan, itu apa artinya romo? Terima kasih atas jawabannya.

Andreas Bambang – Paroki HKY

Sdr. Andreas Bambang yang terkasih, terima kasih atas pertanyaanmu yang “kecil” tapi “besar” maknanya.

1. Membuat tanda salib pada tubuh kita dengan mengatakan “Atas nama Bapa” tangan kita menyentuh pada dahi, “dan Putra” tangan kita menyentuh pada dada, “dan Roh Kudus” tangan menyentuh bahu sebelah kiri dan “Amin” tangan kita menyentuh bahu sebelah kanan. Itu adalah pengungkapan iman kita kepada Allah Tri Tunggal Maha Kudus agar menyatu/hadir dalam diri kita. Ungkapan ini mulai dipakai oleh jemaat kira kira abad IV (tahun 324) setelah raja Konstantinus menang dalam perang dan kekristenan dijadikan agama resmi di negara Eropa (kekaisaran Romawi).  Di samping itu juga diadakannya konsili Nicea yang membahas Syahadat Iman dari berbagai aliran kekristenan yang berbeda-beda pada waktu itu dan menyatukan bahwa Allah kita adalah Esa tetapi berpribadi tiga. 2 Kor 13: 12,13 pada ayat awal dan akhir, penutup dan salam pada surat surat rasul Paulus. Mat 28 :18-20

2. Untuk doa pribadi, misalnya setelah dan sebelum komuni semestinya tidak perlu lagi membuat tanda salib. Tetapi karena sudah menjadi biasa dan tanpa sadar orang membuat tanda salib lagi, termasuk romonya terkadang tanpa sadar juga melakukan hal yang sama. Tetapi hal itu tidak menjadi masalah.

3. Ketika misa, romo membungkukkan badan, itu berarti menghormati Tuhan yang hadir dalam Sakramen Maha Kudus di Tabernakel. Kalau romo mencium meja altar itu artinya menghormati “Reliqwi” orang kudus. Alangkah baiknya bila umat juga ikut membungkuk tanda hormat.

4. Waktu mengucapkan “Aku Percaya” (Credo) pada kalimat “…yang dikandung dari Roh Kudus…” memang dalam liturgi baru dianjurkan untuk agak membungkuk. Maksudnya menghormati (dan percaya) akan misteri (rahasia) iman kita tentang inkarnasi, bahwa Tuhan Yesus menjadi manusia bukan dari kehendak manusia tetapi ada (lahir) dari kehendak Allah sendiri. (Joh 1:13;18).


1 Response to “Seputar Misa Kudus”


  1. 15/09/2010 at 10:34

    salam jumpa romo.saya mau bertanya arti dari tri tunggal maha kudus itu apa romo?ksy suda menayakan pada romo atau pater di tempat sy tinggal,tapi jawapannya belum memuaskan atau blum saya mengerti.trimakasih atas jawapannya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: