24
Jul
10

Puspita, Kegiatan dan Buah Karyanya

Puspita (pusat spiritualitas Keuskupan Surabaya) adalah kelompok kategorial Katolik yang lahir karena kebutuhan umat yang “lapar” akan pemenuhan kebutuhan rohani berupa rasa damai, penghiburan, dan penguatan iman. Berikut adalah sejarah dan profil komunitas ini.

Pada 13 Mei 2006 beberapa orang yang kerap beradorasi bertemu dalam rekoleksi umat selama dua hari. Rekoleksi yang menghadirkan dua orang Imam dari Australia, yaitu Father Hugh Thomas CSsR dan Father Douglas Harris itu juga membahas tentang adorasi. Sepulang rekoleksi, beberapa umat berinisiatif untuk bertemu Rm Julius Haryanto, CM (alm) yang waktu itu (karena belum ada Uskup) menjabat Administrator Keuskupan, untuk membicarakan tentang pendirian rumah adorasi bernama Puspita. Setelah melewati proses persiapan, pada 7 Desember 2006, pengurus perdana Puspita diangkat oleh Rm Haryanto. Puspita resmi berdiri sebagai rumah adorasi pertama di Surabaya yang lokasinya tidak berada di gereja/kapel.

Menurut Albert, penanggung jawab liturgis Puspita, proses pendirian Puspita meliputi beberapa tahap yaitu pembekalan para adorator yang meliputi aneka kegiatan seminar-seminar rohani, bedah buku dll. Kedua, pertemuan intensif para adorator. Tujuannya untuk mematangkan dan meningkatkan pemahaman tentang adorasi bagi calon adorator. Tahap terakhir adalah sosialisasi. Puspita memiliki tim khusus yang bertugas memperkenalkan adorasi. Tim ini terdiri dari empat orang termasuk Rm. Dicky Rukmanto selaku ketua Komisi Liturgi Keuskupan Surabaya.

Saat ini Puspita sudah ikut terlibat dalam pembentukan rumah adorasi  di beberapa tempat antara lain di kapel rumah sakit Katolik (RSK) Vincentius A Paulo (RKZ), Paroki Sakramen Maha Kudus, Paroki Aloysius Gonzaga, Paroki Redemptor Mundi, Paroki HKY, Paroki St Yakobus, dan di Paroki St Yusuf Blitar. Yang di luar Surabaya antara lain di Keuskupan  Palangkaraya, Bandung dan Malang.

Referensi utama dalam setiap kegiatan sosialisasi adorasi adalah beberapa buku panduan adorasi terbitan luar negeri yang banyak diterjemahkan oleh Mgr. Sutikno, Uskup Surabaya.

Meneladani Paus Yohanes Paulus II

Membicarakan tentang Puspita kurang pas rasanya sebelum mewawancarai figur yang secara langsung terlibat dalam proses pembentukan Puspita. Ditemui di sela acara ulang tahun Puspita yang ke-4, Magda Nagoy meladeni wawancara Benedizione. Berikut petikan wawancaranya.

Apa yang melatarbelakangi didirikannya Puspita?

Adorasi itu karya Tuhan. Sudah ada sejak abad II. Pada 2 Desember 1981, Paus Yohanes Paulus II mulai mendirikan adorasi Ekaristi abadi. Di hadapan Sakramen Maha Kudus. Beliau merindukan adorasi abadi didirikan di tiap-tiap paroki di seluruh dunia. Beliau adalah adorator yang sangat tekun, tulus dan sanggup beradorasi berjam-jam di hadapan Sakramen Maha Kudus. Kita harus meneladani Paus Yohanes Paulus II.

Bisa diceritakan sedikit suka duka pendirian Puspita?

Dukanya hampir tidak ada yang ada sukacita karena Tuhan ikut bekerja. Banyak mukjizat Tuhan terjadi karena kehadiran Tuhan dalam Sakramen Maha Kudus. Anda harus meyakini dan mengimani bahwa Tuhan sungguh-sungguh hadir dan nyata di hadapan kita. Dengan menyembahnya, berarti kita mengikut sertakan Tuhan dalam seluruh segi kehidupan kita.

Adakah keprihatinan sebelum didirikan puspita?

Sebetulnya bukan keprihatinan, tapi kerinduan umat untuk memiliki komunitas pendoa guna menunjang karya-karya gereja di Keuskupan setempat. Sehingga dari situ Tuhan memberkati.

Acara HUT ke-4 Puspita dihadiri sekitar 800 undangan yang memadati gereja St. Yakobus, Citraland pada 6 Mei 2010 lalu. Mengangkat tema :”Adorasi bersama Keluarga” acara dibuka dengan sambutan ketua umumnya, Tjok Supranoto. Ia mengatakan bahwa sumbangan donatur murni untuk umat, bahkan Rm. Yusuf Halim, SVD pun bersedia tidak menerima apa-apa. Romo Vikjen Antonius Dwi Joko dalam sambutannya mengatakan Puspita telah memberi arti bagi pengembangan spiritualitas umat. Kehadiran Puspita memberi warna baru bagi tumbuhnya iman. Diharapkan seluruh anggota Puspita menemukan kehidupan yang indah dan penuh makna.

Kini umat di Surabaya tidak akan kesulitan mencari tempat untuk beradorasi. Maka, selamat beradorasi. (*)

Oleh : Daniel Gesang

Pusat Spiritualitas Keuskupan Surabaya (PUSPITA)

Jl. Dharmahusada Permai XII/5; Blok N-403 Surabaya

Telp. (031) 5935656 ; Fax : (031) 5942799

Website : http://www.adorasiabadi.com

Email : adorasiabadi@gmail.com ; puspitasby@gmail.com


0 Responses to “Puspita, Kegiatan dan Buah Karyanya”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: