24
Jul
10

Patung Bunda Maria Dimandikan

Tradisi mencuci Patung Bunda Maria sudah berlangsung sejak 5 tahun yang lalu saat PHKY di bawah penggembalaan romo Jelantik,” demikian Petrus Candra, Wakil Ketua Wilayah VI St Helena yang turut membantu. Acara yang dilangsungkan pada awal Mei ini dilakukan oleh ibu-ibu Wanita Katolik (WKRI) lintas Paroki. Sehari sebelumnya Gua Maria dihias dengan penjor, kain warna-warni yang disediakan oleh Ibu-ibu WKRI.

“Patung Bunda Maria Medali Wasiat ini didirikan di era (alm) Rm. Reksosubroto pada 1 Oktober 1988 dan tak pernah diganti,” ungkap Petrus. Hingga kini, gua Maria PHKY sudah banyak memberi berkat, mengabulkan doa-doa setiap orang yang datang ke sana. Para ibu yang terlibat dalam pencucian Patung Bunda Maria merasa terharu atas kesempatan ini.

Diawali dengan doa bersama, patung kemudian dimandikan dengan air sabun, lalu dilap dengan handuk yang telah diberi Air Suci. Kemudian patung dicat ulang pada bagian-bagian yang mengelupas, terutama bagian tangan yang sering dipegang umat ketika berdoa. Bisa dibayangkan berapa banyak tangan yang memegang tangan Bunda Maria ini.

Rm. Sairin yang ikut menyaksikan menganggap kegiatan ini wajar, mengingat sudah lama patung Bunda Maria digunakan untuk berdoa, tentu banyak bagian yang diperbaiki. Romo Sairin menyarankan bagian mata harus dibikin hidup, seolah-olah menatap orang yang berdoa.

Patung Bunda Maria adalah lambang, simbol dan sarana untuk kita mengarahkan budi dan hati dalam berdoa. (*)

Oleh: Daniel Gesang



0 Responses to “Patung Bunda Maria Dimandikan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: