24
Jul
10

Misa Perayaan Kenaikan Tuhan Yesus Bersama Uskup Surabaya di Gereja Puhsarang, Kediri

Bertempat di Gereja Puhsarang Kediri, Misa Perayaan Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus kali ini dipimpin langsung  oleh Uskup Surabaya Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono, Pr dibantu 9 orang romo-romo dari Keuskupan Surabaya. Hari itu, Kamis (13/5) merupakan hari libur nasional, sehingga lebih banyak umat yang dapat menghadiri misa yang diadakan di sebelah gua Maria, Puhsarang, Kediri.

Sebelum misa Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus berlangsung, Uskup Surabaya menyempatkan waktu untuk memberkati tempat penyimpanan abu jenazah. Tempat penyimpanan abu jenazah itu terletak di samping makam para uskup dan romo. Tepat  jam 11.00, misa dimulai sambil diiringi lagu pembukaan oleh kelompok paduan suara dari siswa-siswi SMAK Santo Agustinus, Kediri. Sekitar 3000 umat hadir memadati area sekitar altar dan gua Maria.

Bacaan Injil hari itu diambil dari Lukas 24:46-53, yang menceritakan peristiwa sesudah Yesus bangkit dan menampakkan diri kepada murid-muridNya. Saat itu Yesus berpesan agar dalam namaNya, berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa. Kemudian Yesus membawa murid-murid itu ke luar kota sampai dekat Betania. Yesus mengangkat tanganNya dan memberkati mereka lalu terangkat ke surga. Para murid menyembah kepadaNya, lalu pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.

Dalam homilinya, Uskup Sutikno menegaskan bahwa peristiwa Kenaikan Tuhan Yesus ini membuktikan bahwa Kristus berjaya atas maut. Tuhan Yesus wafat, lalu kemudian bangkit. Hal itu tidak membuat para murid yang ditinggalkan mengalami dukacita, akan tetapi justru makin menguatkan iman pengikut-pengikutNya. Tuhan Yesus naik ke surga untuk mengutus Roh Kudus, Roh penghibur, Roh kebenaran untuk kita umat manusia.

Seperti yang tertulis dalam Injil Lukas : “mintalah, maka kamu akan diberi…,” maka kita mohon kepada Tuhan agar kita diberi Roh Kudus, agar kita dikuatkan oleh Roh Kudus, untuk mendapatkan solusi atas masalah kehidupan kita lewat bantuan Bunda Maria. Kita juga harus memohon agar kita diberi Roh Kudus yang diutus oleh Kristus untuk meneguhkan iman kita.

Masih dalam homilinya, Bapa Uskup mengajak kita mengambil sikap iman seperti Bunda Maria yang menyerahkan diri pada kehendak Tuhan. Mintalah kesabaran, ketekunan, kemurnian batin kepada Tuhan agar kita mendapat buah-buah Roh. “Daripada minta diberikan jodoh, lebih baik kita minta kebesaran hati untuk terbuka menerima segara rencana Allah atas hidup kita,” ujar Uskup.

Secara keseluruhan, misa yang berakhir pukul 12.35 ini berjalan khidmat dan meriah karena dihadiri umat dari berbagai kota di Keuskupan Surabaya. Tampak juga umat dari jauh yaitu Yogjakarta dan Semarang

Acara ini juga membawa berkah bagi masyarakat sekitar yang berjualan aneka aksesoris. Omzet hari itu melebihi hari-hari biasanya. Umat juga dapat merasakan kehadiran Tuhan melalui devosi yang mereka lakukan setelah misa berlangsung. Ada yang mengambil air suci untuk berbagai keperluan, yang diambil langsung dari sumber mata air tersebut. Mereka berdoa di depan patung Bunda Maria sambil membawa lilin dan menyampaikan ujud mereka kepada Tuhan melalui Bunda Maria. (*)

Oleh : Andreas Supradja         


0 Responses to “Misa Perayaan Kenaikan Tuhan Yesus Bersama Uskup Surabaya di Gereja Puhsarang, Kediri”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: