24
Jul
10

Ketika Harus Memilih

Ytk. Rm Haryo

Romo, di kantor saya mempunyai seorang teman baik. Suatu hari teman saya itu melakukan kesalahan besar dan bila ketahuan oleh pimpinan dia bisa dikeluarkan. Tidak ada yang tahu persis masalah itu selain saya. Suatu ketika saya dipanggil oleh pimpinan untuk ditanya perihal kesalahan teman saya tadi. Saya bingung menjawabnya. Kalau saya menjawab tidak tahu berarti saya berbohong. Tapi untuk menjawab jujur saya merasa menghianati teman baik saya itu. Dan terpaksa pada saat itu saya memilih untuk berbohong. Setelah itu saya sempat mengaku dosa karena dikejar perasaan bersalah. Setelah mengaku dosa itu apakah saya harus meralat jawaban saya ke pimpinan saya tadi? Menurut romo apa yang seharusnya saya lakukan bila saya berada dalam situasi sulit seperti itu. Terima kasih romo.

Stefani – Paroki HKY

Sdri Stefani yang baik.

Dalam hidup ini memang kita dituntut untuk jujur, tidak berbohong dan selalu mengatakan yang sebenarnya. Tetapi pada masalah kamu itu, bila kamu mengatakan yang sebenarnya (fakta) pasti temanmu menerima hukuman (konsekuensi) dari kesalahan yang telah dilakukan. Memang kamu berada dalam kondisi dilematis, mana yang harus kamu pilih. Katakanlah apabila hukuman yang harus diterima temanmu setimpal dengan perbuatannya yang salah maka kamu berbohong dengan niat baik yaitu untuk melindungi temanmu yang bersalah yang semestinya dihukum. Tetapi karena kamu mendahulukan hubungan baik (kesetiakawanan) dan menaruh belas kasih maka kamu melindunginya. Itu memang baik tetapi langkah selanjutnya kamu harus berbicara (menegur) dan menyadarkan temanmu itu atas kesalahannya untuk bertobat dan memperbaiki diri, katakanlah sebagai teguran yang pertama atau kedua. Bila hal yang sama terjadi lagi (tidak ada perubahan) temanmu itu tidak perlu dilindungi dan kamu tidak harus berbohong lagi, kamu harus mengatakan yang sebenarnya kepada pimpinanmu.

Dan bila kamu mengaku dosa itu baik karena kamu juga berbuat salah (berbohong) dan setelah pengakuan kamu tidak wajib mengoreksi jawabanmu kepada pimpinan. Yang lebih penting adalah menyadarkan teman-mu itu untuk memperbaiki diri.

Baca Mat 5:20,23,24,33,36,37


0 Responses to “Ketika Harus Memilih”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: