10
Apr
10

Tulisan Harus Menimbulkan Kepekaan Pembaca

”Jika Anda ingin menulis, menulislah hingga selesai. Jangan memikirkan dan jangan mengedit tulisan sebelum semua ide tertuang dalam tulisan,” kata Tumpal Sulaiman, anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) pada Pelatihan Jurnalistik Dasar yang diadakan oleh Sie Komunikasi Sosial Dewan Pastoral Paroki HKY bekerjasama dengan majalah kesayangan Anda ini.

Meskipun peserta hanya 23 orang namun antusiasme peserta sungguh luar biasa. ”Jangan kecil hati dengan jumlah peserta sedikit, yang penting harus yakin bahwa kita bisa jadi penulis yang baik,” kata Errol Jonathan Direktur radio Suara Surabaya yang menjadi narasumber pertama di sessi “Media Komunitas”.

Pelatihan diadakan dua hari yaitu Sabtu (13/2) hingga Minggu (14/2) di balai paroki. Peserta adalah perwakilan dari Wilayah-Wilayah di Paroki HKY plus perwakilan dari Paroki lain dan kelompok kategorial Katolik. Ide acara ini muncul dari romo Eko Budi Susilo yang dulu pernah mengadakan pelatihan serupa untuk para koresponden tabloid Jubileum Keuskupan Surabaya.

Dalam pelatihan ini peserta benar-benar diajarkan mengenai dasar-dasar menulis beserta kode etik penulisan serta wawancara. Ternyata menulis untuk media tidak hanya asal menulis namun harus disertai dengan data yang berupa observasi serta wawancara dari narasumber.

Selain Errol Jonathan, pembicara lain berasal dari pengurus AJI Surabaya yang berlatar belakang pekerja media. Pengalaman mereka benar-benar mampu membuka wawasan para penulis pemula ini untuk menuangkan ide dalam bentuk tulisan pada sebuah media komunitas.

Selain teori, peserta yang usianya beragam ini juga diminta mempraktekkan cara menulis berita, feature (karangan khas) dan wawancara.

”Menulis adalah melukis dengan kata-kata,” kata Andreas Wicaksono kontributor RCTI dan anggota AJI. Tulisan harus mampu menyentuh pembacanya hingga larut dalam cerita tersebut. Tulisan tersebut dinamakan ”feature’, yaitu tulisan yang memiliki kedalaman cerita. Menulis itu harus dilatih sehingga menimbulkan kepekaan dan mampu menampilkan tulisan yang menarik bagi pembacanya. Penulis harus jeli ketika melihat situasi dan harus menampilkan tulisan yang berbeda namun menggelitik pembaca sehingga akhirnya mereka berminat untuk membacanya. (*)

Yohana Tungga


0 Responses to “Tulisan Harus Menimbulkan Kepekaan Pembaca”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: