10
Apr
10

Rencana Yesus Dalam Hidupku

Kerinduanku untuk mencari dan mengenal Yesus dengan benar dan sungguh-sungguh diawali ketika Tuhan memanggil almarhum suamiku pulang ke pangkuan Bapa di surga pada tahun 1985 yang lalu. Bertahun-tahun aku melalang buana mengikuti berbagai persekutuan doa (lebih banyak yang Kristen). Pada suatu hari aku diajak bergabung dalam kelompok pelayanan St. Angelina yang dibimbing oleh frater Sukirman dan Rm Haryo Soebianto. Jenis pelayanannya adalah mengunjungi dan mendoakan mereka yang sakit di rumah sakit maupun yang di rumah. Dalam pelayanan itu kami juga saling sharing iman agar yang sakit dan yang bermasalah dapat terhibur. Alhasil banyaklah yang dapat aku ambil hikmahnya dalam pelayanan ini karena semakin sering aku melayani, semakin terasa pula betapa besar kasih Kristus padaku dan sedikit demi sedikit aku merasakan adanya perubahan dalam pemikiran, perkataan dan sikap hidupku yang sebelumnya keras, kaku, minder, mudah tersinggung dan lain sebagainya.

Selanjutnya aku bergabung juga di Persekutuan Doa Karismatik Katolik dimana aku lebih banyak mendapatkan pencerahan tentang hidup baru dalam roh dan kebenaran melalui retret dan seminar hidup baru dalam roh, penyembuhan luka luka batin, pohon keluarga dan lain sebagainya yang aku rindukan sejak dulu. Puji Tuhan aku imanku bertumbuh dari yang tadinya sama sekali tidak mengerti tentang arti “iman”.

Seiring dengan berjalannya waktu aku diminta menjadi pengurus Paguyuban Lansia St Simeon (PLUSS) dan Paguyuban Devosi Kerahiman Ilahi (PDKI) di paroki HKY. Dalam melayani kedua paguyuban ini banyak pengalaman yang aku dapatkan.

Pengalaman yang paling berkesan bagiku sewaktu menjadi pengurus lansia adalah keterbatasan para lansia yang pada umumnya sering dilupakan oleh anak-anaknya atau tidak cocok dengan anak menantu ataupun cucu-cucu. Singkat cerita banyak deh, sampai kadang-kadang timbul dalam pikiranku, apakah pantas aku “diwaduli” akan hal-hal ini? Tetapi tiba-tiba terlintas dalam benakku firman Tuhan sebagai berikut “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang lain perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka” (Mat 7:12).

Puji Tuhan setelah aku sharingkan juga pengalamanku, akhirnya mereka mau mengerti dan menerimanya walaupun ada juga yang nyeletuk dan nggrundel sambil bisik-bisik.

Saat aku sedang gencar melayani sana-sini, Tuhan Yesus mengujiku dengan dipanggilnya putriku pada bulan September 2004 yang lalu. Dapatlah dibayangkan betapa sedihnya aku ditinggal oleh satu-satunya anak putriku (aku berputra tiga orang, laki, perempuan, laki). Namun Tuhan Yesus itu amat sangat baik, Dia menghibur aku dengan firmannya sebagai berikut “Cukuplah kasih karuniaKu bagimu, sebab justru dalam kelemahanmulah kuasaKu menjadi sempurna” (II Kor 12:9A).

Saat itu juga rasanya seluruh tubuhku seperti disiram air es, sejuk dan bersemangat kembali. Aku sadar bila aku bermegah atas kelemahanku atau penderitaanku serta berserah maka kuasa Kristus akan turun menaungi aku (II Kor 12:9B).

Memang benar Firman Tuhan itu, ya dan amin. Dia menata kembali kehidupanku hari lepas hari sehingga aku dapat aktif lagi dalam pelayanan. Sewaktu aku ingin mendalami arti Devosi Kerahiman Ilahi, aku mendapatkan ujian kembali melalui sakitnya putraku pada bulan Oktober 2007. Terus terang aku agak mutung pada Tuhan Yesus dengan mengklaim “Yesus, Engkau sudah mengambil putriku mengapa sekarang Kau beri putraku sakit?

Tiba-tiba sebagian Firman Tuhan dari Wahyu 2:2-3 yang berbunyi “Aku tahu segala pekerjaanmu, baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat. Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena namaKu dan engkau tidak mengenal lelah. Ayat 4-7 merupakan teguran yang keras bagiku sehingga tanpa terasa air mata mengalir sambil berdoa minta ampun kepada Tuhan.

Puji Tuhan melalui “teguran-teguran” itu aku sungguh merasakan kasih Yesus pada orang-orang yang berharap dan berpasrah kepadaNya. Sampai anakku kembali dipanggil Tuhan, aku menerima itu dengan lapang dada. Demikianlah kesaksianku dan semua ini boleh terjadi demi kemuliaan namaMu ya YesusKu, Amin. (*)

M. Bonita Supit


0 Responses to “Rencana Yesus Dalam Hidupku”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: