10
Apr
10

Pengakuan Dosa Pelajar

Seperti tahun-tahun sebelumnya, para pelajar dari sekolah-sekolah Katolik di sekitar Gereja HKY diberi kesempatan untuk menerima Sakramen Tobat bersama. Gereja HKY menjadwalkan lima hari pengakuan dosa mulai Senin sampai Jumat (8-12/3) lalu dan dilayani oleh lima sampai delapan romo.

Pada hari pertama beberapa murid SMP St. Maria yang ditanya tentang tujuan pengakuan dosa menjawab serentak, “agar bertobat”. Mereka mengaku dalam setahun mengaku dosa dua kali yaitu sebelum Paskah dan Natal. Rasa senang dan sukacita, karena dosa-dosa telah diampuni, adalah jawaban mereka atas pertanyaan tentang perasaan setelah mengaku dosa.

Dampak lain yang mereka rasakan adalah pada rasa percaya diri dan meningkatnya semangat belajar. “Apalagi sekarang mau Ujian Nasional,” kata mereka hampir bersamaan. Tapi saat ditanya perihal panggilan untuk menjadi imam atau biarawati, mereka semua mengaku tidak punya niat dan keinginan itu.

Dampak terhadap kenakalan siswa di sekolah sengaja ditanyakan pada Maria Kristina guru SMP St. Maria. Kristina mengaku dengan pengakuan dosa kenakalan siswa di sekolah bisa berkurang. Syaratnya, para guru harus menyediakan ekstra tenaga untuk mengawasi murid-muridnya.

Keesokan harinya giliran murid SMU St Ma-ria yang berbondong-bondong mengaku dosa.

Terhadap pertanyaan yang sama tentang pengaruh positif dari pengakuan dosa, mereka menjawab, “kami menjadi pribadi yang baru, terbebas dari beban dan merasa plong serta gembira.”

Bernadeth guru Agama SMU St. Maria menegaskan ada hubungan antara pengakuan dosa dengan panggilan, karena dengan mengaku dosa para siswa berubah menjadi lebih baik. Dengan pengakuan dosa yang dijadwalkan oleh Gereja, para murid “dipaksa” ikut karena kalau di paroki masing-masing, mereka belum tentu mau mengaku dosa.

Asisia Pasti Rahayu guru agama SDK Karitas I yang mendampingi di hari ketiga, mengatakan dengan pengakuan dosa mereka menyesal dan bertobat, bukan hanya di mulut tapi juga dalam perbuatan. Mereka merasa lega, tenang, semangat belajar naik, tidak nakal lagi dan tidak nyontek. Menurut Asisia, dengan kegiatan di Gereja ini ada siswa yang menjadi misdinar, bahkan ada siswa yang ingin masuk seminari.

Kegiatan Gereja harus terus diperkenalkan kepada pelajar sejak dini agar iman mereka terus bertumbuh. (*)

Bernard A. Yus


0 Responses to “Pengakuan Dosa Pelajar”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: