10
Apr
10

Misdinar Paroki HKY Surabaya

Di Roma, sekitar tahun 250, Kaisar Valerianus membunuh semua orang Kristen karena agama itu dilarang. Meski banyak yang terbunuh, tetapi murid-murid Kristus yang tetap setia tidak mau mempersembahkan korban kepada para berhala Romawi. Dalam situasi semacam itu, orang-orang Kristiani hanya berani berkumpul pada malam hari di “Katakomba”, yaitu teras kuburan bawah tanah membentuk gang yang panjang dari beberapa kuburan dalam satu gua. Di sana pulalah orang-orang Kristiani biasa melakukan Ekaristi. Walaupun misa sudah selesai tetapi pemuda bernama Tarsisius tidak segera beranjak pergi melainkan membantu membereskan alat-alat misa.

Suatu saat Tarcisius diutus Bapa Paus mengirim Hosti Suci dalam kotak emas untuk saudara-saudara dalam penjara yang ingin menerima Hosti Suci sebelum dibunuh. Dalam perjalanannya, Tarcisius dipaksa menyerahkan kotak itu kepada temannya tetapi dengan teguh ia mempertahankannya sampai mati.

Sejak saat itu, setiap 15 Agustus Santo Tarcisius diperingati sebagai martir sekaligus pelindung untuk misdinar (putra altar).

Misdinar di PHKY berawal dari Mgr. Luypen yang meresmikan gereja pada 21 Juli 1921. Saat ini peran misdinar sangat membantu para romo dalam mempersembahkan Ekaristi. Umat dapat merasakan kesakralan Ekaristi juga karena adanya peran misdinar. Tugas misdinar tidak semudah yang dipikirkan orang. Sebenarnya pelayan altar (miss=altar ; dinent=pelayan) berkonsentrasi dari awal misa hingga akhir. Mereka semua harus peka dan aktif terhadap semua yang terjadi di altar.

Misdinar punya 4 jubah yaitu hijau (untuk misa biasa), merah (untuk memperingati para martir yang menjadi santo-santa), putih/krem (untuk memperingati para santo-santa), dan hitam/ungu (untuk pemakaman, masa prapaskah). Jubah misdinar tidak boleh sama warna dan modelnya dengan pastor pemimpin misa agar umat dengan mudah membedakannya.

Jumlah misdinar di PHKY berjumlah 45 orang. Petugas misdinar pada misa harian berjumlah 2 orang, untuk misa Sabtu/Minggu berjumlah 4-6 orang sedangkan pada misa besar (Natal dan Paskah) berjumlah 19 orang.

“Dengan tugas ini saya bisa mendidik para misdinar junior, relasi dengan pengurus DPP dan romo semakin akrab. Tapi saya sedih karena masih ada umat yang beranggapan bahwa misdinar HKY kurang profesional. Bagi saya itu ‘cambuk’ untuk terus memperbaiki diri bersama teman-teman,” ujar Marsellinus Yohanes Budi Agung selaku koordinator misdinar PHKY periode 2008-2011. Cowok yang akrab dipanggil Yohanes ini mendapat inspirasi menjadi misdinar sejak kelas 4 SD.

Setiap Jumat pukul 19.00 para misdinar selalu mengadakan pertemuan rutin di Sakristi (tempat ganti romo dan peralatan misa) untuk membahas pembagian tugas dan lain-lain. Setelah itu dilanjutkan dengan olahraga futsal di lapangan SMPK St. Katarina.

Juni mendatang, tepatnya 28-30 Juni misdinar Kevikepan Surabaya Selatan (tujuh Paroki) akan mengadakan camping misdinar di Biara CP Malang. Camping ini bertujuan untuk menjalin keakraban antarmisdinar dan saling bertukar pengalaman agar kemampuan melayani semakin terasah.

Misdinar PHKY juga membutuhkan anggota baru dengan syarat berdomisili di PHKY, laki-laki, sudah terima komuni dan mempunyai jiwa pelayanan. Bagi yang berminat dapat menghubungi Yohanes di nomer 081803203083.

Selamat melayani, semoga makin memperteguh iman dalam Kristus. (*)

Ferdinand “Oki” Vidiandika


0 Responses to “Misdinar Paroki HKY Surabaya”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: