10
Apr
10

Konsultasi Iman

Diasuh oleh Rm Haryo Pranoto, Pr.

TANYA

Ytk. Rm Haryo

Di doa Bapa Kami ada kalimat “ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami”. Saya sering merenungkan kalimat itu dan instropeksi diri. Di dalam persahabatan, saya pernah dikhianati oleh sahabat saya, rasanya menyakitkan sekali romo. Pada akhirnya dia menyadari kesalahannya serta meminta maaf dan ingin kembali bersahabat. Saya sudah berusaha untuk mengampuninya karena saya sadar kalau saya pun tidak sempurna namun untuk kembali bersahabat rasanya kok sulit ya romo. Perasaan saya kepada dia sudah tawar dan tidak bisa seperti dulu lagi. Sebenarnya saya ingin dan berusaha untuk mengembalikan perasaan saya yang dulu tapi rasanya sangat sulit. Setiap kali berusaha mengingat kebaikannya saat itu juga saya ingat akan pengkhianatan dia. Jadi hubungan kami itu kaku sekali. Apakah itu berarti saya belum bisa mengampuni? Terima kasih romo.

Angelin W – Paroki HKY

JAWAB

Sdri. Angelin yang baik,

Memang kita sebagai manusia yang tidak sempurna dan berdosa, sering ragu-ragu dengan apa yang telah kita perbuat untuk memenuhi hukum Kristus seperti yang saudara rasakan dalam kata-kata Doa Bapa Kami, “..seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Namun Allah Bapa kita adalah Bapa yang Maha Rahim melihat setiap kehendak baik yang ada dalam hati manusia. Kita adalah manusia yang mempunyai keterbatasan sehingga sering kali pengampunan kita kepada sesama atau orang lain itu tidak sempurna, walaupun kita sudah berusaha dan dengan niat yang sungguh sungguh baik.

Untuk dapat mengampuni secara tuntas seperti halnya Kristus mengampuni kita, maka kita tentu harus belajar terus-menerus tentang cinta kasih Tuhan yang begitu sempurna dan indah. Kalau kita merasa Tuhan mengasihi dan mengampuni kita orang berdosa secara tuntas maka kita pun perlu meneladan cinta kasih Tuhan itu. Sebelum mengampuni anda harus lebih dahulu percaya dan yakin bahwa Tuhan akan selalu mengampuni dosa kita. Melalui doa kita mohon pengampunan dari Tuhan agar kita pun dapat mengampuni sesama. Terkadang hal itu memang tidak mudah dan memerlukan proses serta waktu. Berusahalah untuk selalu melupakan kesalahan sesama, ingat yang baik-baik saja jangan kejelekannya.

Baca Mat 18:21-35 // Luk 17:3-4.

———————————————-

TANYA

Ytk. Rm. Haryo

Saya sudah berkeluarga dengan tiga orang anak. Suami saya Kristen sedangkan saya dan anak-anak Katolik. Setiap Minggu kami ke gereja bergantian. Kalau minggu ini kami ke gereja Katolik maka minggu depan kami ke gereja Kristen, begitu seterusnya. Karena menurut saya yang penting setiap minggu kami ke gereja. Tapi kalau Paskah dan Natal kami selalu pergi ke dua gereja (Kristen & Katolik) tersebut.

Apakah itu dibenarkan romo? Terima kasih atas jawabannya.

Viona Kusuma Dewi – Paroki HKY

JAWAB

Sdri. Viona yang terkasih.

Apa yang telah Anda perbuat selama ini sudah baik. Tapi untuk dapat dikatakan benar nanti dulu. Memang idealnya sebuah keluarga adalah sama-sama Katolik, jadi tidak masalah ketika harus pergi ke gereja di hari Minggu. Merayakan hari Tuhan adalah perintah Tuhan. Dan bila doa ke gereja sendiri (istri) rasanya tidak lengkap. Meskipun beda agama dengan suami, istri juga harus didampingi oleh suami dan pasti Tuhan akan lebih berkenan dengan hal itu. Namun bila kamu merasa bahagia pergi ke gereja bersama suami tanpa ada masalah (beban) lain, hal itu dapat dibenarkan. Atau solusi lain yang lebih baik, pagi hari pergilah ke gereja suami dan sore harinya (di waktu yang lain) baru ke gereja Katolik untuk menyambut komuni (sebab jika tidak ada halangan, umat Katolik pada hari Minggu wajib menyambut komuni).

Dalam hal babtis Katolik orangtua wajib mendidik dan membesarkan anak-anak secara Katolik (sesuai dengan janji perkawinan) jangan sampai setelah dewasa mereka lalu menolak apa yang telah diterima dari orangtuanya karena merasa tidak “sreg” dengan imannya. Maka sebagai seorang ibu Katolik Anda harus lebih peduli terhadap pendidikan (iman) anak, maka mulailah membiasakan anak untuk ikut Sekolah Minggu, Biak atau Rekat. Sejauh ini anak-anak masih dalam kuasa orangtua maka tidak jadi masalah. Tapi setelah mereka menginjak dewasa tentu mereka akan mulai berpikir apakah yang mereka terima dan lakukan selama ini sudah “pas” (baik dan benar) dan dapat dipertahankan sebagai bekal masa depan.

Baca Luk 6:6-11


0 Responses to “Konsultasi Iman”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: