10
Apr
10

Bagi Lilin dan Buku Doa

Tahun Keluarga dan Habitus Baru

“Doa keluarga sangat penting. Tidak hanya menciptakan keguyuban tapi juga meningkatkan iman”

Desember tahun lalu Uskup Surabaya Mgr. Sutikno Wisaksono memaklumkan 2010 sebagai “Tahun Keluarga dan Habitus Baru”. Keluarga dianggap penting karena berawal dari sakramen perkawinan dengan esensi perjanjian yang mengandung empat kebaikan yakni: 1) kesejahteraan suami-istri, 2) kelahiran dan pendidikan anak, 3) kesetiaan, dan 4) ketidakterpisahan.

Gaya hidup jaman modern dan cara komunikasi yang terus berubah (plus pengaruh media massa) menyebabkan esensi perkawinan itu sulit dicapai dengan kemampuan sendiri. “Kita harus minta bantuan Tuhan lewat doa yang penuh kerendahan hati,” ujar Prapto Wibowo, koordinator Tim Kerja Pendamping Keluarga Paroki HKY.

Tim Pendamping ini berkarya sejak pertengahan Februari lalu. Tiap Wilayah punya minimal satu orang pendamping keluarga yang bertugas untuk melayani, mendampingi dan memberikan penjelasan seputar masalah keluarga. “Respon dari keluarga Katolik tentang adanya tim pendamping keluarga ini cukup baik karena tidak dipungkiri lagi, banyak keluarga Katolik yang pernikahannya seumur jagung,” ujar Stephanus Satrijo, Sekretaris Dewan Pastoral Paroki (DPP) ketika ditemui di kediamannya, Selasa (9/3) lalu.

Program prioritas tim kerja ini sepanjang tahun 2010 ada tiga yakni: 1) Pengadaan “Doa Keluarga” yang dilakukan di gereja sesudah doa penutup sebelum berkat. Dan di rumah dengan membagikan lilin dan buku doa kepada setiap kepala keluarga. Dengan pembagian lilin dan buku doa itu diharapkan tiap keluarga rutin berkumpul dan berdoa bersama. 2) Inventarisasi keluarga yang status perkawinannya belum sah secara kanonik, 3) Peningkatan kemampuan pendamping keluarga serta penambahan jumlah pendamping keluarga minimal ada satu orang di setiap lingkungan.

“Tahun 2010 diangkat sebagai Tahun Keluarga dan Habitus Baru karena disadari betul bahwa keluarga mempunyai peranan penting untuk membangun persekutuan ‘gereja kecil’. berisi suami istri dan anak-anak. Selain itu keluarga juga sebagai sarana untuk membangun gereja,” ujar Prapto Wibowo ketika ditemui Minggu (07/03) lalu.

Sebagai wujud kepedulian gereja terhadap keluarga, Tim Pendampingan Keluarga memberikan berbagai penyuluhan dan seminar agar kehidupan keluarga menjadi lebih baik lagi. Sedangkan bagi keluarga yang masih mengalami kesulitan akan disediakan pendamping untuk melayani mereka.

Menurut Prapto, tujuan dari kegiatan ini adalah keluarga menjadi lebih baik, menjadi pelayan di Lingkungan, Paroki dan menjadi pelayan di gereja. Pesan moral yang mau disampaikan dalam tema di atas adalah doa keluarga sangat penting tidak hanya sebatas keguyuban keluarga saja tetapi juga meningkatkan iman dan umat semakin menyadari untuk selalu bergantung kepada Tuhan. (*)

Fransiscus Anggu


0 Responses to “Bagi Lilin dan Buku Doa”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: