06
Jan
10

Peduli Penderita di Rumah

Sudah sejak (almarhum) Romo Ad Wetzer menjabat Romo Wilayah IV, para penderita di rumah dalam wilayah IV mendapat perhatian khusus dari Romo Wilayah. Yang dimaksud penderita adalah kaum lanjut usia yang tidak dapat pergi ke gereja lagi, para jompo dan orang-orang yang sakit berat dan lama. Sedang perhatian khusus yang diberikan adalah kunjungan sambil melayani sakramen, rekonsiliasi, komuni dan pengurapan orang sakit.
Pelaksanaan pelayanan sakramen sudah menjadi tradisi beberapa puluh tahun tiap kali menjelang Paskah dan Natal, berdasarkan laporan Ketua Lingkungan. Ada beberapa orang penderita yang sudah tidak dapat bangun, sehingga menerima sakramen sambil berbaring. Ada yang masih cukup kuat berjalan dari kamar dan duduk di ruang tamu. Umumnya mereka tidak mau makan dan minum sebelum menerima Komuni.
Mula-mula Romo berkunjung hanya dengan seorang Asisten Imam, kemudian para aktivis Sie Sosial Wilayah dan Sie Sosial Lingkungan bergabung. Mereka membawa oleh-oleh Paskah atau Natal. Ternyata kunjungan rombongan yang besar justru menimbulkan masalah. Misalnya tempat parkir sulit, komunikasi dengan penderita kurang, romo tergesa-gesa.
Kemudian diatur, kelompok sosial berkunjung lebih dahulu, setelah itu baru rombongan romo masuk, Kadang-kadang dua rombongan bersamaan. Akhirnya romo memutuskan untuk berkunjung secara terpisah, supaya romo ada kesempatan wawancara dengan si penderita. Hal ini menurut romo sangat penting, karena kesempatan bertemu romo sangat langka. Dengan cara yang terakhir ini romo membutuhkan 3 hari berturut-turut untuk berkeliling melakukan pastoral care.
Ada kesan, bahwa yang menengok para penderita di rumah sangat kurang. Idealnya sebulan sekali ada sesama warga datang berdoa bersama, menghibur dan meneguhkan imam mereka. Masih beruntung karena mereka menerima pelayanan komuni sebulan 2 kali dari hampir semua AI yang berdomisili di Wilayah IV, namun tetap diimbau warga yang dekat rumah, yang selingkungan atau teman-teman lama, lebih-lebih pengurus Lingkungan untuk rela meluangkan waktu bagi para penderita.
Dalam kunjungan tidak harus membawa sesuatu, yang penting adalah diri yang berkunjung itu sendiri. Kepedulian terhadap sesama yang menderita memang membutuhkan pengorbanan, akan tetapi bila dlakukan dengan rela dan tulus hati, bisa mendatangkan kepuasan dan kebahagiaan bagi sesama pihak. (*)

Oleh : A.J. Rahadi


0 Responses to “Peduli Penderita di Rumah”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: