06
Jan
10

OMK Adalah Tonggak Gereja

Melalui Musyawarah Pastoral 26-28 November 2009 lalu, telah dirumuskan 2 prioritas progam bidang pastoral bagi orang muda Katolik (OMK), yakni melakukan kaderisasi menyeluruh dan memfasilitasi pemberdayaan bagi OMK.

Salah satu contoh kaderisasi adalah mengkader OMK agar bisa ditumbuhkan potensi dirinya, bangga menjadi OMK dan bisa melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan di dalam gereja. Demikian Siani Hadjiprajitno, anggota DPK yang juga perwakilan dari kelompok kategorial mengawali obrolan bersama Benedizione malam itu.

Berbicara OMK sebenarnya banyak hal yang menjadi perhatian bersama, baik itu dalam diri OMK sendiri maupun lingkungan sekitarnya. Dalam hidup menggereja OMK acapkali tidak diperhitungkan dalam kegiatan-kegiatan di gereja. OMK biasanya hanya diberi tugas-tugas yang sifatnya membantu, tidak diberi kesempatan untuk menunjukan potensinya. Di  sisi lain, OMK juga mempunyai masalah dengan karakter.

Diakui atau tidak, OMK lebih banyak menggunakan emosi daripada kekuatan berfikirnya. Sebagai contoh, banyak kasus yang terjadi dalam diri OMK yang salah  mengambil sikap ketika ide-ide mereka tidak dapat diterima. Istilah “mutung” (berhenti begitu saja) mungkin tak asing lagi di telinga kita. Hal ini diakui oleh Siani. ”Orang muda itu mudah bosen. Konstantinity atau stabilitas dia berkarya itu masih kurang karena emosi mereka masih labil”. Siani mengatakan seharusnya OMK memiliki kedewasaan dalam iman. Bila OMK imannya sudah dewasa, omongan apapun mengenai mereka bisa ditepis dengan perbuatan.

”Orang muda jangan mutungan, yang sabar. Jangan menyalahkan, kita tunjukkan kalau kita mampu, bagaimana orang bisa yakin dengan kemampuan kita, kalau kita sendiri tidak menunjukkan hasil yang diperjuangkan dulu,” ujarnya. Inilah yang menjadi alasan dirumuskannya hasil dari bidang pastoral bagi OMK.

Kaderisasi dirasa perlu dilakukan dalam melakukan pendampingan-pendampingan untuk OMK. Perempuan yang selalu tampil modis ini menuturkan permasalahan yang pelik adalah minimnya kader OMK yang aktif dalam kegiatan gereja. Maka dari itu, nantinya akan dibuat kaderisasi yang sifatnya menyeluruh dan berkelanjutan dengan memperhatikan metode dan kemasan kegiatan yang disesuaikan untuk OMK. Penekanannya pada esensi dan materi kaderisasi bukan pada acara dan hura-huranya. Mengapa kaderisasi? Karena orang muda adalah penerus gereja. Orang muda adalah tonggak gereja.

Orang muda yang dulunya dianggap sepele sekarang mulai dilirik. Kesadaran ini tumbuh bersama melihat kondisi nyata yang terjadi sekarang dalam dinamika hidup orang muda. Para “generasi tua” nampaknya mulai sadar, bahwa orang muda saatnya difasilitasi.

Hasil ini memang masih akan digodok lagi oleh Keuskupan. Setelah itu akan dikembalikan lagi pada komisi-komisi Keuskupan yang sesuai bidangnya. Dan komisi yang nantinya akan bergerak untuk membantu paroki melaksanakan prioritas program ini. Prakteknya diharapkan tidak melenceng jauh dari hasil yang telah ditemukan bersama dalam proses pramupas jenjang 1 sampai 3. 

Sementara itu, rumusan nilai hidup yang ingin digaungkan dari hasil bidang pastoral OMK ini adalah, OMK yang dewasa dalam imannya dan memiliki semangat pelayanan dan misioner. Iman yang dewasa akan menjadikan OMK sebagai kader yang aktif, kreatif, berkomitmen dan berintegritas. Dan itulah tanggung jawab serta komitmen kita sebagai murid-murid kristus. (*)

Oleh : Fransiscus Gandi


0 Responses to “OMK Adalah Tonggak Gereja”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: