06
Jan
10

Baris Depan Pewartaan

Di Paroki HKY terdapat Tim Kerja Katekese (TKK). Apa dan bagaimana cara kerja mereka, Benedizione menemui Asisi Pastirahayu, selaku ketuanya. Ibu yang cantik dan ramah ini memulai jabatannya sejak Agustus 2009. Ketika ditanya apa suka dan duka beliau dalam pelayanan ini, “tidak ada dukanya, yang ada hanya sukacita,” begitulah jawaban ibu yang murah senyum ini. Hal ini disebabkan adanya tujuan utama mereka adalah melayani dengan penuh kasih.

Menurut Asisi, TKK adalah tim yang bertugas mewartakan kitab suci pada umat. TKK terdiri dari Asisi selaku ketua, Danang Kiswandoko, Eddy Heryanto dan Bernadette Sri Hartati. Kegiatan TKK ada beberapa, misalnya pertemuan dengan Tim Katekese paroki se-Kevikepan Surabaya Selatan untuk menerima materi Aksi Puasa Pembangunan, Advent dan bulan Kitab Suci.

TKK juga kerap mengundang para pemandu tim katekese dari Wilayah atau Lingkungan untuk diskusi dan sosialisasi mengenai materi-materi tersebut diatas yang nantinya akan diteruskan kepada umat. Para pemandu biasanya terdiri dari Ketua Wilayah, Ketua Lingkungan dan tim liturgi masing-masing Lingkungan.

TKK juga bekerjasama dengan Tim BIAK paroki untuk mempersiapkan Komuni Pertama anak-anak. TKK bersama pembina BIAK paroki dan romo membuat program untuk mengajar anak-anak yang akan menyambut Komuni Pertama.

Pada awalnya diadakan pengumuman di gereja dan orangtua diminta untuk mendaftarkan anak-anaknya di Sekretariat Paroki. Setelah itu anak-anak diminta untuk berkumpul setiap Minggu pukul 11.00 (setelah misa ketiga) hingga pukul 13.00. Setiap minggu secara bergantian para pengajar akan mengajarkan materi-materi  yang dibutuhkan untuk menyambut Komuni Pertama. Pelajaran dilaksanakan selama enam bulan (mulai bulan Januari). Ada pula Sekolah Minggu yang terdapat di Lingkungan-lingkungan dimana para pembina BIAK juga turut mengajar di sekolah minggu tersebut.

Tim Kerja Katekese inti harus memiliki latar belakang pendidikan kateketik. Mereka diminta untuk memberi pelajaran bagi calon baptis. Dari tiga orang TKK berpendidikan kateketik ada jadwal mengajar khusus bagi para calon baptis setiap minggu.

Bagi calon baptis Kristiani, mereka hanya mengikuti pelajaran selama tiga bulan (seming-gu dua kali), sedangkan bagi yang non-Kristen harus mengikuti pelajaran selama setahun (seminggu sekali).

Meski selalu bekerja dengan sukacita, namun ada beberapa keprihatinan dari beliau, antara lain belum ikut sertanya kaum muda dalam proses pewartaan. Jika ada pertemuan pada bulan-bulan APP, Advent dan Kitab Suci, yang hadir di lingkungan mayoritas adalah orang dewasa yang usianya sudah sepuh-sepuh.

Selama ini TKK sudah menjangkau orang dewasa dan anak-anak, hal ini menjadi pemikiran dan Asisi menginginkan agar kaum muda bisa juga ikut menjadi pewarta di lingkungan masing-masing.

Bagi siswa yang bersekolah di sekolah negeri, mereka dikumpulkan di paroki setiap pelajaran agama. Program tersebut juga melibatkan TKK paroki. Namun Paroki HKY tidak membawahi sekolah negeri sebab memang tidak ada sekolah negeri yang berada di wilayah gereja HKY.

Keprihatinan beliau yang lain adalah sedikitnya umat yang hadir jika ada pembahasan kitab suci pada bulan-bulan tersebut, nampaknya orang Katolik kurang antusias membahas kitab suci padahal kitab suci bukanlah hal yang menakutkan sebab merupakan “sabda yang menghidupkan.”

Hal ini berbeda bila di lingkungan diadakan Doa Rosario, umat yang hadir bisa banyak.  Asisi berharap agar umat lebih banyak ikut berpartisipasi dalam pewartaan Kitab suci.

Asisi juga merasa senang dengan hadirnya Sekolah Evangelisasi Pribadi (SEP) sebab dengan adanya sekolah tersebut maka umat menjadi lebih memahami apa isi kitab suci dan mampu menjalaninya dengan baik. Harapannya umat yang telah mengikuti kursus tersebut mau berbagi pengalaman pada umat lain di lingkungannya.

Keinginan Asisi adalah membawa para pewarta lingkungan dan paroki untuk berkumpul bersama dan melakukan kegiatan di luar kota, mereka bisa mengundang pakar kitab suci yang mampu membekali peserta dan sekaligus menjadi ajang refreshing bagi mereka agar semangat mereka lebih besar.

Sebagai barisan terdepan dalam pewartaan dan pengajaran di gereja, TKK akan selalu berupaya berbenah dan memperbaiki kualitas agar umat semakin dewasa dalam iman, penuh pelayanan dan misioner. (*)

Oleh : Yohana Tungga


0 Responses to “Baris Depan Pewartaan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: