06
Jan
10

Bambang Purwantoro ; Pentingnya Menghidupi Hidup Berkomunitas

“Hidup berkomunitas itu penting untuk tetap menjaga agar jiwa Katolik kita tidak hilang”, demikian Bambang Purwanto mengungkapkan.

Suasana berkomunitas tampak kental berkembang di Paroki Hati Kudus Yesus (HKY). Terbentuknya komunitas-komunitas, baik kelompok kategorial dan kelompok teritorial, yang beragam jenis anggota dan kegiatannya merupakan salah satu indikatornya.

Di sela-sela kepadatan aktivitasnya, Benedizione menjumpai Bambang Purwanto (48), Ketua III (Bidang Pembinaan) Dewan Pastoral Paroki (DPP) PHKY untuk berbagi hal tersebut. Meski awalnya sempat menolak untuk menjabat sebagai Ketua III DPP PHKY, pria yang akrab disapa dengan panggilan Pak Ongky ini akhirnya luluh juga lantaran merasa terpanggil untuk melayani.

“Mungkin sudah keturunan. Mami saya sendiri menjadi Ketua Lingkungan selama hampir 20 tahun sehingga dari kecil saya sudah belajar hal tersebut,” tutur pria yang juga menjadi Koordinator Mariage Encounter (ME) Paroki HKY ini mengungkapkan.

Ketika ditanya tentang tanggung jawab, Suami Patricia Maria Kurniawati (47) ini menjelaskan bahwa Bidang Pembinaan bertanggung jawab untuk mendukung kelompok-kelompok tersebut agar mampu bekerja dan berkembang dengan baik. Dalam menjalankan program, bidang ini berusaha untuk mengadakan kegiatan yang mampu melibatkan berbagai komunitas. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kerjasama antar komunitas di Paroki HKY.

Selama mengemban tugas sebagai Ketua III DPP HKY, pria kelahiran 11 November 1961 ini mengamati bahwa corak umat di Paroki HKY berbeda dengan paroki lain dimana umat yang benar-benar berasal dari Paroki HKY jumlahnya lebih sedikit bila dibandingkan dengan pendatang. “Umat yang asli HKY sebagian besar lansia (lanjut usia) karena kaum mudanya kebanyakan akan pindah ke daerah pinggiran setelah berkeluarga. Karena posisi yang strategis dan berada di sentral, Paroki HKY menjadi jujukan umat paroki lain,” tuturnya. Corak yang unik ini mendorong Paroki HKY untuk memberikan nilai lebih dalam pelayanannya kepada umat. Kehadiran beragam komunitas serta kegiatan liturgis yang banyak melibatkan umat adalah salah satu bentuk pelayanan Paroki HKY kepada umat.

Perihal kendala yang dihadapi selama melakukan pelayanan, ayah dari Kenny (16) dan Jason (12) ini mengungkapkan perbedaan status sosial yang cukup tinggi di kalangan umat adalah salah satunya. Hal ini mendorong Bidang Pembinaan untuk menciptakan kegiatan yang netral, yang dapat diikuti oleh banyak pihak untuk mengikis hal tersebut. Kendala lainnya adalah belum adanya kegiatan khusus yang selalu ada (rutin) dari komunitas tertentu, seperti Mudika, membuat kelompok tersebut kesulitan untuk mengumpulkan atau bahkan memperoleh anggota baru.

Memberikan kepercayaan kepada Mudika dalam kegiatan-kegiatan tertentu seperti mengadakan misa  HUT Kemerdekaan RI (17 Agustus 2009) dan Sumpah Pemuda (28 Oktober 2009) adalah beberapa upaya untuk mendorong dan mengembangkan Mudika Paroki HKY.

Meskipun berbagai kendala tersebut, pria yang suka musik dan jago main keyboard ini mengaku memperoleh dukungan besar dari segenap umat dalam komunitas-komunitas di Paroki HKY.

Pengalaman yang dirasa sangat berkesan adalah ketika menjadi Ketua Panitia HUT Paroki HKY yang lalu. Pria kelahiran Surabaya ini merasa keterlibatan berbagai komunitas tersebut adalah hadiah yang luar biasa bagi Paroki HKY sendiri. Tema HUT Paroki HKY “Melayani dengan Hati” menjadi semakin berbunyi melalui keterlibatan segenap komunitas tersebut.

Menutup perjumpaan dengan Benedizione, bapak yang memiliki motto hidup “mengalir seperti air” ini mengajak agar segenap umat terlibat aktif dengan gereja melalui komunitas yang telah dihadirkan dengan berbagai macam kegiatannya masing-masing. “Aktif terlibat dalam komunitas di gereja akan membuat jiwa Katolik kita tidak hilang,” tutur bapak yang juga aktif di Paguyuban Tulang Rusuk dan Lansia ini menambahkan.

Tepat seperti yang disampaikan Bapa Uskup Mgr. Vincentius Sutikno dalam Surat Gembala: Arah Dasar Keuskupan Surabaya 2010-2019 yang dibacakan di semua gereja dan kapel Keuskupan Surabaya tanggal 12-13 Desember lalu, “Bila ada partisipasi dan kebersamaan segenap unsur umat, bukankah itu tanda bahwa kita dipersatukan oleh Kristus? Bila ada keterbukaan hati dan kesatuan pikiran, bukankah itu tanda kita dibimbing oleh Roh Kudus? Bila ada kedekatan antar anggota Tubuh Kristus, bukankah itu tanda bahwa kita berjalan bersama menuju Kerajaan Bapa?

Mari bergerak bersama menghidupi hidup berkomunitas. (*)

Oleh : M. Ch. Reza Kartika


0 Responses to “Bambang Purwantoro ; Pentingnya Menghidupi Hidup Berkomunitas”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: