05
Jan
10

Pelatihan untuk Pendamping Keluarga

Pada 17-18 Oktober dan 14 November lalu di Wisma Keuskupan, Team Kerja Kerasulan Keluarga (atau biasa disebut Sie Pendampingan Keluarga) Paroki HKY Surabaya menyelenggarakan pelatihan untuk para pendamping keluarga. Ini adalah bukti betapa besar tanggung jawab gereja atas umatnya, lebih-lebih bagi keluarga yang bermasalah.

Banyak keluarga di paroki kita yang bermasalah tapi tidak tahu kemana harus mencari perlindungan, penyelesaian, paling sedikit mencurahkan isi hati dengan harapan memperoleh petunjuk, nasihat atau jalan keluar dari masalah yang sedang melanda mereka.

Pendampingan keluarga tidaklah mudah, karena itu pembekalan yang cukup sangatlah perlu. Selama pelatihan itu, materi yang diberikan antara lain tentang pernikahan, pengaruh globalisasi pada keluarga, masalah Keluarga Berencana dan masalah remaja. Juga tentang bagaimana menjadi pendengar yang aktif bagi pasangan dan mampu memberi respons yang mendukung. Materi lain seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan hubungan suami-isteri juga diberikan.

Beberapa narasumber dalam kegiatan ini adalah Rm Dwi Joko, Pr (Vikaris Jenderal Keuskupan Surabaya), Rm Thoby Kraeng, SVD (moderator Komisi Keluarga Keuskupan Surabaya), Prof Willy Maramis (Guru Besar Psikologi UKWM), Ratna Tjandrawati (Komisi Remaja Katolik Keuskupan Surabaya), dr. Warsanto (ahli kandungan) dan pasutri Tien-Susilo. Pelatihan ini dibuka langsung oleh Rm Eko Budi Susilo didampingi oleh Ketua III Dewan Pastoral Paroki (Bidang Pembinaan).

Meskipun semua materi dijelaskan dengan gamblang oleh penyajinya masing-masing bahkan dengan contoh-contoh dan latihan praktek, beberapa pendamping masih merasa belum cukup dan perlu ada bina lanjut yang periodik. Di paroki kita memang ada beberapa masalah, misalnya konflik antarpetugas/ fungsionaris, krisis keuangan dalam keluarga, pernikahan beda agama, kurang komunikasi antara suami dan isteri, juga di antara orangtua dan anak, perselisihan dengan mertua, perselingkuhan, perceraian, narkoba, penggandaan uang, dsb. Padahal keluarga adalah gereja kecil, sel pembangun gereja dan tempat pendidikan pertama dan utama. Diharapkan keluarga hidup guyub rukun, saling mengasihi dan menghormati antar anggota keluarga dan dengan landasan itu mampu menghadirkan Kristus di tengah masyarakat.

Team kerja Pendampingan Keluarga juga berharap tiap keluarga mampu mendidik anak-anak di rumah, karena pendidikan di sekolah saja tidak cukup. Jangan lupa konsekuensi melahirkan dan mengasuh anak-anak. Keluarga sebaiknya terlibat dalam kegiatan Gereja, setidak-tidaknya selalu mengikuti acara-acara lingkungan secara aktif.

Para pendamping pasti akan menemui kendala dalam tugas. Kemungkinan akan ditolak. Pendamping harus siap. Peluang indah untuk untuk dikenal dan akrab dengan keluarga-keluarga ialah dengan rajin menghadiri pertemuan lingkungan dan dikenalkan oleh Ketua Lingkungannya.

Dengan menerima pelatihan dan pembekalan itu, para pendamping keluarga diharap sudah bisa mulai menjadi penemu kasus (case finder) dan membangkitkan semangat supaya keluarga menjadi lebih baik.

Team Kerja Pendampingan Keluarga PHKY mengucapkan selamat dan sukses kepada para pendamping keluarga di Wilayah dan Lingkungan serta mohon dukungan penuh dari semua Ketua Wilayah bagi mereka. Semoga pendampingan keluarga ini sungguh-sungguh menjadi wujud nyata perhatian Gereja atas umatnya. (*)

Oleh : A.J. Rahadi


0 Responses to “Pelatihan untuk Pendamping Keluarga”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: