15
Oct
09

Umur Panjang

Hal 26Umur panjang tidak hanya dari pola makan, makanan tambahan, obat awet muda, obat pencegah penuaan, dsb. Orang berusaha memperpanjang hidup dengan macam-macam sarana, dengan biaya tinggi, sementara yang utama dan lebih penting dari itu semua justru dilupakan, ialah kuasa Tuhan.

Tiap kali bertemu teman-teman sebaya, juga mereka yang baru berkenalan, saya selalu ditanya, “Bapak umur berapa?” Saya jawab, “baru 82 tahun”. Melihat saya sehat, mereka tanya lagi, “resepnya apa bisa mencapai umur 82 dalam keadaan sehat?”. Jawab saya, “tidak pakai resep karena resep obat pencegah penuaan mahal. Mana ada obat bisa memperlambat umur manusia? Umur pendek atau panjang ada di tangan Tuhan.” Mereka bertanya lagi, “lalu kita harus bagaimana?”

Saya pernah sakit kulit lama karena alergi. Sudah makan macam-macam obat menurut resep dokter. Obat yang ditawarkan melalui televisi juga saya coba, semua hanya menyenangkan si penjualnya saja, sedang penyakit saya tidak kunjung sembuh sampai menahun.

Suatu sore saya menghadap seorang romo muda untuk berkonsultasi. Di rumah romo itu ada ruang konsultasi sehingga saya dapat leluasa curhat kepada romo. Ruangan yang sangat mendukung dan romo yang sabar tapi sangat tanggap, membuat saya dapat mengakui semua perbuatan saya. Dari tidak pernah menerima sakramen rekonsiliasi sampai pengalaman bergaul bebas dengan lawan jenis tanpa pernah merasa berdosa.

Setelah romo menanyakan beberapa hal, saya berlutut dan mohon ampun. Romo dengan simpatik dan penuh pengertian memberi nasihat dan akhirnya memberi absolusi. Sesaat saya sadar, bahwa saat-saat itu saya berhadapan dengan Tuhan sendiri dan menerima pengampunanNya.

Beberapa hari kemudian ketika sedang mandi saya lihat penyakit kulit saya menghilang larut dalam air. Tanpa sabun anti bakteri dan sabun kecantikan apapun, kulit saya bersih dan sehat kembali. Untuk dokter dan obat telah saya keluarkan uang tidak sedikit dan tidak sembuh. Tuhan memberi kesembuhan tanpa membayar sedikitpun. Saya hanya mengucap syukur tanpa berbuat sedikitpun sebagai ungkapan terima kasih.

Ternyata saya lemah sekali dan tidak akan mampu membalas kebaikan Tuhan. Dalam renungan pribadi ada suara hati berbisik halus mesra, “Tuhan telah memberi kamu macam-macam anugerah karena kasihNya kepadamu. Tingkatkan pelayananmu kepadaNya dan kepada sesama manusia!”

Selama masih mampu saya akan berusaha memenuhi suara hati itu. Saya makin yakin, bahwa kemampuan, keterampilan, kesehatan, semua hanya dari Tuhan. Tanpa penyertaanNya saya tidak berarti dan tidak bisa apapun. Ingin banyak umur dan sehat, kita harus berusaha, namun keputusan ada di tangan Tuhan. Pola hidup menurut Dasa Firman adalah pilihan paling tepat.

 

Aloysius Jr.


0 Responses to “Umur Panjang”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: