15
Oct
09

Seminari Tinggi Keuskupan Surabaya Telah Diresmikan

Hal 37Setelah beberapa tahun sebelumnya, para calon imam dari Keuskupan Surabaya harus “menumpang” studi dan masa pambinaan di dua seminari tinggi, yaitu Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan Yogyakarta dan Seminari Tinggi Interdiocesan Beato Giovani XXIII, kini Keuskupan Surabaya memiliki sendiri Seminari Tinggi (ST) bernama Providentia Dei (PD). Providentia Dei dalam bahasa latin berarti “penyelenggaraan Ilahi”.

Peresmian Seminari Tinggi PD ini dilakukan Selasa (4/7) lalu dalam misa harian di gereja HKY. Selebran utama misa ini adalah Uskup Surabaya Mgr Sutikno Wicaksono. Konselebran misa adalah romo Senti Fernandez, Pr (Rektor Seminari Menengah Vincentius A Paulo Garum Blitar), romo Bruno Joko Santoso, Pr (Direktur Tahun Rohani) romo Dadang Ardiyanto, Pr (staf STPD) dan romo Fanny Hure, Pr (rektor STPD).

Misa peresmian ini bertepatan dengan peringatan 150 tahun wafatnya St Yohanes Maria Vianney yang menjadi model keteladanan para seminaris. St Yohanes Maria Vianney dipilih sebagai model keteladanan hidup imamat di Seminari karena seluruh hidupnya sebagai calon imam maupun sebagai imam menggambarkan secara mendalam semangat dan kecintaan sebuah jiwa untuk ambil bagian secara pantas dalam penyelenggaraan ilahi bagi keselamatan jiwa-jiwa.

Sebelum misa dimulai, dua orang seremoniarius secara bergantian menyampaikan info tentang profil pelindung STPD dan arti-arti simbol STPD (logo ini diciptakan oleh romo Tri Budi Utomo, Pr).

Sesaat sebelum liturgi ekaristi, dilakukan pemberkatan jubah yang akan dipakai oleh sembilan orang frater angkatan I STPD, oleh Uskup (foto 1). Para frater juga berkesempatan mengenalkan hyme STPD  ciptan romo Edi laksito, Pr yang berjudul “Menakjubkan Kuasa Tuhan”. (foto 2). Di ujung misa, romo rektor STPD yang baru dilantik, Rm. Fanny Hure, Pr memberi sambutan dan ucapan terima kasih atas dukungan banyak pihak terhadap pendirian STPD ini (foto 3). Romo Fanny menyampaikan tiga nilai (values) yang akan dihidupi para seminaris yaitu cinta akan belajar, cinta akan doa dan cinta akan Keusku-pan. Juga empat rumusan semangat yang akan dikembangkan yaitu, ugahari (sederhana), peka, berelasi dengan baik dan menjadi pribadi yang berpenga-ruh baik.

Dalam sambutannya, Uskup mengajak umat untuk menumbuhkan rasa turut memiliki STPD ini. Misa khusus ini juga dihadiri puluhan romo-romo yang bertugas di Keuskupan Surabaya.

Menurut rencana, para frater yang sementara tinggal di rumah retret hening Griya ini akan menempuh studi di Unika Widya Mandala. Direncana-kan tahun 2010 akan dibangun STPD yang permanen di gedung lima lantai di atas lahan jalan Dinoyo 54-56 Surabaya.

Kerinduan umat akan berdirinya Seminari Tinggi di wilayah Keuskupan Surabaya direstui oleh Tuhan. Proficiat. 

Yudhit Ciphardian

 

Hal 38Arti dan Makna Lambang Seminari Tinggi Providentia Dei Keuskupan Surabaya

 

Bola dunia (globe) dalam lingkaran melambangkan dunia dan kehidupannya yang diciptakan Allah. Bentuk bulat juga melambangkan kesempurnaan, harmoni dan keutuhan.

Warna kuning cerah membungkus bola dunia melambangkan semarak kemuliaan Allah dan penyelenggaraan ilahi-Nya bagi dunia, yang diharapkan menyinari dan menaungi komunitas Seminari. Warna kuning juga merupakan warna khas Vatikan dan Katolik.

Tulisan berhuruf tebal dan berbentuk warna solid hitam di bagian luar lingkaran menunjukan identitas pokok dan harapan akan Seminari ini: Seminarium Maius * Providentia Dei * Sanctitas et Audacia: Seminari Tinggi Providentia Dei, sebagai tempat pembinaan calon imam yang kokoh dan solid, bersemboyan Kesucian dan Keberanian.

Bola dunia dibagi dalam empat bagian oleh potongan bidang putih tebal mendatar (horisontal) dan bidang putih tebal membujur (vertikal), yang membentuk salib. Salib melambangkan sentralitas Kristus Penebus.

Bidang putih tebal mendatar membagi dunia atau alam semesta ke dalam 2 (dua) bagian, yaitu: ”ruang bawah” (mundane atau du-niawi, imanen) dan ”ruang atas” (extramundane atau surgawi, transenden). Keduanya secara bersama menggambarkan totalitas alam semesta dan kehidupan manusia dalam berbagai dimensi-nya.

Warna Putih pada bidang ini dan bidang-bidang lainnya melam-bangkan kesucian yang dicapai oleh manusia dengan hidup dalam rahmat Allah. Kesucian (sanctitas) dipilih sebagai semboyan Seminari.

Bidang putih tebal mendatar juga melambangkan ”ekuator” atau ”khatulistiwa” rohani, yaitu keadaan suci dan berimbang.

Warna biru gelap pada ruang bawah meng-gambarkan kedalaman laut, sebagai lambang keadaan awal peciptaan bumi sekaligus lam-bang kedalaman misteri Allah dan kehidupan-nya yang diselenggarakan-Nya. Ingat ”Duc in altum” (”Masuklah ke kedalaman!”, Lukas 5:4).

 

Huruf M, melambangkan Santa Maria perto-longan Orang Kristiani, pelindung seminari

Huruf D, melambangkan Allah (Deus/Dei), pe-milik dan penyelenggara kehidupan, kepadda siapa Seminari ini dipercayakan. Warna merah pada huruf ini dicetak tebal miring melambang-kan keberanian serta tekad berkorban (marty-ria) demi kebaikan. Keberanian (audacia) ber-sama dengan kesucian (sanctitas) dipilih seba- gai semboyan seminari. Ruang atas terbagi da-lam 3 (tiga) ruang dengan warna berbeda: hijau pucuk daun, coklat tanah dan biru gelap.

Warna hijau pucuk daun melambangkan kehi-dupan, kesegaran, pertumbuhan, semangat muda untuk berkembang dan ”terus menjadi”.

Warna coklat tanah melambangkan tempat pembenihan atau lokalitas, keinginan tumbuh dalam konteks atau situasi nyata, sebagai hu-mus atau tanah terbaik bagi berkembangnya benih panggilan. ”Tanah yang baik’ (Lukas 8”8) atau lokalitas umat di Keuskupan Surabaya.

Warna biru gelap melambangkan kedalaman misteri Allah. Warna ini tampil membentuk gambar mata, melambangkan Allah mahatahu, penyelenggara Ilahi yang senantiasa berjaga dan memelihara ciptaan-Nya.

Bidang putih tebal membujur melambangkan adanya gerak yang langsung dan leluasa dalam komunikasi antara Allah dan manusia.

Huruf P, melambangkan damai Kristus (Pax Christi).

Huruf P juga menggambarkan sosok manusia (batang tubuh dan kepala) dengan tangan ter-buka, melambangkan keterbukaan hati dan se-mangat pembelajar dalam kehidupan, tangan tengadah, melambangkan sikap senantiasa membuka hati mengkontemplasikan penyeleng garaan Allah di dalam hidup sehari-hari. Inilah semangat magnificat maria.

Huruf P putih digabungkan dengan Huruf D merah merupakan singkatan nama Seminari, yaitu Providentia Dei. Warna putih mengangkat semboyan kesucian (sanctitas), warna merah mengangkat semboyan keberaniaan (audacia).

Keterangan: Logo ini dikerjakan oleh Rm. Agustinus Tri Budi Utomo, Pr.


0 Responses to “Seminari Tinggi Keuskupan Surabaya Telah Diresmikan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: