15
Oct
09

Saya Ingin Jadi Seminaris

Hal 34HUT HKY belum lama berlalu, masih jelas di ingatan kita berbagai rangkaian lomba digelar. Salah satunya lomba Renungan Anak yang diselenggarakan pada 12 Juli lalu. Dari lomba itu kita tahu betapa anak-anak mempunyai talenta yang besar, bahkan untuk menjadi seorang pemberi renungan layaknya imam.

Alfon panggilan akrab dari Alfonsus Anugerah Utama, adalah juara kedua lomba Renungan Anak. Saat ini ia menginjak kelas V di SDK Karitas 1. Alfon adalah anak bungsu dari 3 saudara dari pasutri Yoseph Nata Utama dan Asisia Pasti Rahayu, umat Wilayah II Lingkungan Emanuel. Menggambar adalah hobinya. Saat ditanya cita-citanya, jawaban polos terlontar dari mulut mungilnya, “saya ingin jadi seminaris” .

Lomba ini adalah pengalaman pertamanya tampil di depan umum. Dengan sedikit bantuan dari ayah di malam menjelang lomba, Alfon tampil percaya diri keesokan harinya.

Saat lomba Alfon memberi renungan berupa perumpamaan bahwa terang adalah seperti lilin yang bisa menerangi kegelapan sekitarnya, dan tentang garam yang dipakai untuk memberi rasa pada masakan. Tema renungan “garam dan terang dunia” ini membawanya menjadi juara dua.

Lain dengan Aldo lain juga Alfon. Bukan kebetulan kalau pemenang lomba Renungan Anak tahun ini mirip nama panggilan dan punya cita-cita yang sama.

Richardo Kevin Susilo (nama lengkap Aldo) umat Wilayah II Lingkungan Eduardus ini adalah juara pertama lomba Renungan Anak.

Selain gemar  membaca, Aldo juga suka menggambar komik. Cita-citanya sama seperti Alfons, ”ingin jadi seminaris”. Anak sulung dari 3 bersaudara dari pa-sutri FX Joko Susilo dan Agustina Suci Hati ini adalah murid kelas 6 SDK Vincentius.

“Belajar sendiri dan menganggap tembok seperti penonton,” jawabnya polos saat ditanya siapa yang mengajari dan resep menjadi juara.

“Tuhan adalah gembalaku”, tema yang dia bawakan dalam lomba dijelaskannya begini, “Tuhan adalah gembala dan kita dombanya maka kita sebagai domba harus tunduk pada gembala.”

Melihat wajah anak-anak ini dapat kita bayangkan kanak-kanak Yesus dalam kisah di Bait Allah.

Keinginan mereka menjadi seminaris harus didukung banyak pihak karena “tuaian memang banyak, tapi pekerja sedikit”.

 Naskah dan foto oleh Robertin Ratnaning


0 Responses to “Saya Ingin Jadi Seminaris”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: