15
Oct
09

Mupas Adalah Perayaan Iman

Wawancara dengan Vikaris Jenderal Keuskupan Surabaya Rm. A.P. Dwi Joko, Pr.

Hal 4Pada 26-28 November 2009 akan diadakan Musyawarah Pastoral (Mupas) Keuskupan Surabaya di Sasana Krida Jati Jejer. Mupas diharapkan menghasilkan Arah Dasar Keuskupan yang akan menjadi pegangan bagi perangkat-perangkat pastoral dalam pelayanan umat untuk masa  sepuluh tahun, yaitu 2009-2019. Mupas didahului dengan kegiatan-kegiatan sebelumnya, yang melibatkan lebih banyak umat, disebut “Pramupas”.

Mupas bertujuan mengajak segenap warga Gereja Keuskupan Surabaya untuk menjadikannya sebagai kesempatan bersama mensyukuri dan mengembangkan anugerah paling berharga dalam kehidupan kita sebagai satu Gereja, yaitu iman kristiani dan persekutuan dalam Gereja.

Mupas ditempatkan sebagai suatu peristiwa iman, yang direfleksikan, disyukuri dan dirayakan dalam kebersa-maan. Mupas adalah ajang saling berbagi pengalaman iman, memperkuat per-saudaraan dan menghasilkan buah dalam keanekaraga-man.

“Mupas bukan sebuah rapat kerja seperti anggota DPR melainkan sebuah perayaan iman,” ungkap romo Dwi Djoko, Pr. saat ditemui di gereja St. Yakobus

Mupas sudah tercetus sejak Mei 2008 sebagai metode untuk mencapai motto dari Uskup Surabaya Mgr. Vincentius Sutikno dari Injil Yohanes 10:10b yaitu “…agar kita semua memiliki hidup, dan memilikinya di dalam segala kelimpahan.”

“Itulah tujuan utama yang ingin dicapai,” ujar romo Dwi Djoko selaku penanggung jawab dan ketua Mupas. Untuk mencapai tujuan itu diperlukan arah dasar yang kuat, di-mana umat bergerak bersama menuju tujuan itu dengan pedoman yang kuat agar sampai pada tujuan. Secara sederhana Mupas diadakan untuk menemukan Arah Dasar (Ardas) Keuskupan.

Selama proses praMupas dan Mupas, Vikjen dibantu oleh KKP (Kantor Koordinasi Pastoral) dan DPK (Dewan Pastoral Keuskupan). KKP adalah kantor sekretariat eksekutif Vikjen dalam mengkoordinasi karya pastoral di Keuskupan. Sejak Januari 2009, Vikjen, KKP dan DPK berjibaku menggodok materi praMupas dan Mupas untuk disosialisasikan pada umat.

Mupas diawali dengan kegiatan praMupas yang melibatkan lebih banyak umat. Seluruh rangkaian kegiatan praMupas, berikut hasil-hasil yang dicapai akan dibawa ke Mupas untuk diolah dan dirumuskan bersama. (skema lihat gambar di bawah)

Mupas 2009 mengusung tema “Merayakan Iman dengan Membangun Persekutuan” dan diikuti oleh 151 orang peserta. Mereka terdiri dari ; anggota DPK, romo ekonom Keuskupan, romo sekretaris Vikep, romo kepala Paroki, romo koordinator PPM, rektor seminari menengah dan tinggi, direktur tahun rohani, utusan DPP, utusan dari jalur kategorial umat, utusan dari jalur religius dan utusan dari masing-masing komisi.

Hasil yang akan diperoleh dari Mupas adalah arah dasar yang dirumuskan dalam tiga unsur. Pertama adalah cita-cita bersama. Kedua adalah prioritas program bidang pastoral. Ada empat subyek dalam bidang-bidang pastoral yaitu keluarga, anak-anak, orang muda dan kelompok-kelompok kecil umat. Ketiga adalah nilai hidup, prinsip atau semangat motivasional. (selengkapnya lihat bagan di halaman 11).

Ardas ini berlaku untuk sepuluh tahun ke depan. Setelah 10 tahun akan dilihat tingkat keberhasilannya. “Mupas akan menjadi gerakan bersama umat,” pungkas romo Dwi Djoko (*).

Yonathan Beda Tura


0 Responses to “Mupas Adalah Perayaan Iman”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: